Lima Terbaik SP2K Jatim 2022: MPP Virtual Taman Visualisasikan Layanan Publik
Kecamatan kedua yang mendapatkan kunjungan tim penilai lomba Sinergisitas Penyelenggaraan Pemerintahan di Kecamatan (SP2K) Provinsi Jawa Timur adalah Kecamatan Taman Kabupaten Sidoarjo. Hari ini Kamis (17/11) di Pendopo Kecamatan berlangsung pembukaan tinjau lapang dilanjutkan dengan observasi di beberapa kelurahan.
“Selamat kepada Pak Camat Taman. Masuk dalam lima besar SP2K artinya sudah menjadi lima terbaik kecamatan di Jawa Timur,” ucap Jempin Marbun Kabiro Pemerintahan dan Otoda Setdaprov Jatim. Ia menyebut bahwa penilaian lapangan yang dilakukan terutama untuk memotivasi agar kinerja kecamatan semakin meningkat dan terdorong memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.
Andjar Surjadianto, Pj Sekda Sidoarjo mewakili Pemkab Sidoarjo merasa bangga Kecamatan Taman bisa mewakili Kota Udang ini berprestasi di tingkat provinsi. “Bahkan Taman ini juga menjadi percontohan daerah lain di luar Jawa Timur. Buktinya hari ini bersamaan juga ada studi banding dari Kabupaten Barito Kuala Kalimantan Selatan,” terangnya.
Selain kinerja penyelenggaraan pemerintahan secara umum yang relatif baik, program inovatif unggulan yang membawa Kecamatan Taman masuk dalam lima besar SP2K Jatim ini adalah MPP Virtual (Mal Pelayanan Publik Virtual). Ini adalah semacam virtualisasi Mal Pelayanan Publik yang dimiliki oleh Pemkab Sidoarjo.
“Semangatnya pada saat pembuatan MPP Virtual ini adalah terobosan layanan kecamatan pada masa pandemi,” ungkap Makhmud, camat Taman. Bersama timnya ia membuat tampilan virtual yang terhubung dengan semua layanan yang ada di MPP Sidoarjo. Dengan begitu, dalam satu tampilan saja warga bisa mengakses beragam layanan MPP tersebut.
Setidaknya ada 16 fitur layanan dan tampilan yang diwadahi dalam MPP Virtual ini, yakni Sky View, Front, Front Office, Spot 1, Spot 2, Dispenduk, Lapor!, Sikoling DLKH/Dinas Pangan dan Pertanian, eSPPT, Dinkes dan PA, BPR Delta Artha dan BPJS, eSPPT BPPD, BPJS, PDAM dan Pertanahan, Polresta Sidoarjo, dan TB News.
Pihak kecamatan pun bisa memantau dari dashboard admin jenis pelayanan apa saja yang diakses oleh pengunjung MPP Virtual. Selain itu, MPP Virtual ini bersifat terbuka artinya tidak hanya warga Taman saja yang bisa menggunakannya.
Ahmad Faizin Karimi, peneliti inovasi dari JPIP yang ikut menjadi tim penilai memberikan catatan terkait inovasi MPP Virtual ini. Menurutnya, meski pandemi sudah sangat melandai dan layanan tatap muka bisa dilakukan namun virtualisasi MPP tetap punya signifikansi. Mobilitas dan aktivitas profesi penduduk perkotaan yang relatif lebih sibuk daripada penduduk perdesaan membutuhkan terobosan layanan kependudukan melalui saluran teknologi.
“Tapi dari sisi sistem, MPP ini juga perlu banyak pengembangan. Misalnya soal lokasi server, integrasi data dengan sistem informasi Pemkab Sidoarjo, serta penyediaan ringkasan eksekutif yang mudah dipahami pengambil kebijakan,” ungkapnya. Terlepas dari itu, inovasi MPP Virtual memiliki keunikan dari sisi visual dan harus dikembangkan lagi agar bisa bersaing dalam kompetisi yang lebih tinggi.[]
