Lima Terbaik SP2K Jatim 2022: Bumiaji Kolaborasikan Pengembangan Wisata Desa
2 mins read

Lima Terbaik SP2K Jatim 2022: Bumiaji Kolaborasikan Pengembangan Wisata Desa

Salah satu tugas kecamatan adalah mengkoordinasikan kegiatan pemberdayaan masyarakat desa. Sedangkan pemberdayaan itu sendiri berarti pengembangan kemandirian dan kesejahteraan dengan peningkatan kapasitas serta optimalisasi sumber daya melalui kebijakan yang berbasis kebutuhan. Untuk itu, wawasan menyeluruh terhadap potensi kecamatan baik dari sisi sumber daya alam, sosial, maupun kultural mutlak dimiliki seorang camat selaku pemimpin penyelenggaraan pemerintahan di wilayahnya.

Kecamatan Bumiaji Kota Batu telah lama dikenal sebagai kawasan wisata dan area budidaya pertanian. Dengan mengintegrasikan wisata dan pertanian serta dipadu dengan unsur edukasi, desa-desa di Kecamatan Bumiaji bisa menciptakan nilai tambah yang pada akhirnya berdampak positif bagi kesejahteraan masyarakat.

Transformasi wisata desa, itulah yang coba diangkat oleh Bambang Hari Suliyan, Camat Bumiaji Kota Batu sebagai inovasi unggulan. Transformasi wisata desa ini mengantarkan Kecamatan Bumiaji sebagai salah satu dari lima besar kecamatan terbaik dalam Sinergisitas Penyelenggaraan Pemerintahan di Kecamatan (SP2K) Provinsi Jawa Timur tahun 2022.

“Melalui Sengkuyung Bumiaji dengan slogan Bumiaji Asyik, wadah kolaborasi sembilan desa kami bersama memajukan wisata,” terang Bambang Hari Suliyan saat penyambutan tim penilai SP2K dalam kegiatan tinjau lapang hari ini, Senin (21/11) di kantor Kecamatan Bumiaji. Susteya Herawan Asisten bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat menyebut bahwa pemberdayaan masyarakat di tempatnya tidak lepas dari potensi Kota Batu sebagai destinasi wisata.

Hasilnya, dari Sembilan desa yang ada semuanya berhasil mengembangkan wisata unggulan desa sesuai dengan kekhasannya masing-masing. Misalnya saja ada wisata edukasi budidaya dan pengolahan Jambu Kristal di Desa Bumiaji, wisata Brakseng Kaki Langit di Desa Sumber Brantas, Petik Apel di Tulungrejo, dan wisata edukasi pengolahan sampah di Desa Sumber Gondo. Tentunya ada banyak destinasi wisata lain yang sudah populer sebelumnya di kecamatan ini.

Terobosan lain dalam pemberdayaan yang dilakukan melalui BUMDes adalah produksi Orange Cake dari buah jeruk di Desa Bumiaji. “Ini menjadi branding alternatif selain apel yang sudah tekenal. Apalagi produksinya melibatkan ibu-ibu PKK. Semoga bisa meningkat sebesar produksi olahan apel,” harap Dwi Mardiana tim penilai SP2K dari Biro Pemerintahan Setdaprov Jatim.

Kolaborasi wisata desa menurut Camat Hari Suliyan relatif berdampak dalam pemulihan kesejahteraan masyarakat paska pandemi. Pihaknya selain melakukan pendampingan juga penguatan branding wisata desa serta fasilitasi lain untuk mengangkat spot-spot wisata tersebut agar semakin populer dan banyak dikunjungi wisatawan.

Terhadap kolaborasi wisata desa ini, peneliti JPIP Ahmad Faizin Karimi yang terlibat alam penilaian SP2K berharap adanya penguatan nuansa peran kecamatan. Misalnya dengan mengorganisir paket wisata multispot, pemasangan informasi wisata bersama, hingga kolaborasi peningkatan kapasitas pengelolaan.[]