Kecamatan di Jatim Diajak Kembangkan Inovasi Aktual Secara Sistematis
Inovasi kini menjadi kebutuhan yang tidak lagi bisa dikesampingkan dalam penciptaan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance) dan peningkatan kinerja pelayanan pada badan publik atau instansi pemerintahan, tidak terkecuali Kecamatan sebagai perangkat daerah terdepan dalam pelayanan masyarakat. Camat harus memiliki pengetahuan bagaimana melahirkan inovasi. Untuk itu Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur menggelar Rapat Pembinaan Kecamatan di Diamond Room Grand City Convex, Rabu (30/11).
“Visi kita ke depan adalah bagaimana muncul worldclass kecamatan dari Jawa Timur,” ungkap Dwi Mardiana, Kabag Pemerintahan dalam sambutannya pada acara tersebut. Menurutnya, dari 666 kecamatan yang ada di Jawa Timur banyak potensi yang bisa dikembangkan agar lahir kecamatan berkelas dunia.
Terkait inovasi, Ahmad Faizin Karimi peneliti The JawaPos Institute of Pro-Otonomi (JPIP) yang juga menjadi tim penilai Sinergisitas Penyelenggaraan Pemerintahan di Kecamatan (SP2K) Jatim menjelaskan proses penciptaannya secara sistematis. “Dimulai dari pemetaan masalah, uji coba, evaluasi, dan baru dilakukan implementasi secara luas. Pada masing-masing tahapan tersebut ada beberapa langkah yang harus dilalui agar inovasi yang dihasilkan nantinya tidak sekedar bagus dari sisi namanya saja tapi juga memiliki tingkat kematangan dan dampak yang positif bagi masyarakat,” terangnya.
Faizin juga menawarkan Model Inovasi “Mengapa Siapa melakukan Apa, Di Mana dan Kapan? Bagaimana Caranya dan Seberapa Berdampak”. “Dengan model taksonomi proses semacam ini, nantinya instansi pemerintahan akan dimudahkan dalam memahami sistem yang akan dirumuskan dalam penciptaan inovasi,” lanjut sosok 36 tahun tersebut.

Ia juga menekankan pentingnya aktualitas dan faktualitas program. Aktual artinya inovasi ini sesuai dengan isu politik dan sosial yang sedang menjadi perhatian sehingga akan lebih mudah mendapatkan dukungan berbagai pihak. Sedangkan faktual artinya berangkat dari kebutuhan prioritas dari masyarakat di wilayah kecamatan terkait atau secara internal pemerintahan terkait.
Acara pembinaan kecamatan ini sendiri diikuti camat-camat pemenang lima besar SP2K sejak tahun 2014 hingga 2022, serta Bappeda, Bagian Pemerintahan, dan Bagian Organisasi Kabupaten/Kota se-Jawa Timur. Hadir sebagai narasumber adalah Sadian Utomo (Tim Perumus Rancangan Permendagri tentang Evaluasi Kinerja Kecamatan), Nurul Affandy (Praktisi Penguatan Kelembagaan Pemerintah), Profesor Sutinah (Akademisi UNAIR), Ahmad Faizin Karimi (Peneliti JPIP), dan Tim Pengembang Sistem Informasi Kecamatan Biro Pemerintahan Setdaprov Jatim.
