Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
Tapping Box Optimalisasi Pajak Daerah
Jenis Instansi: Kota
Instansi: Pemerintah Kota Batam
UPP: Badan Pengelolaan Pajak dan Retribusi Daerah
Wilayah: Batam
Penghargaan: TOP 45/2021
Tahun: 2021
Kategori SDG’s: Industri, Inovasi dan Infrastruktur
Tag: digital, sistem elektronik, pajak
Penerapan pemasangan perangkat sistem monitoring penerimaan pajak secara elektronik (Tapping Box) merupakan salah satu upaya mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik melalui peningkatan pengawasan dan pemantauan atas kepatuhan Wajib Pajak sehingga optimalisasi penerimaan daerah dapat tercapai secara maksimal.
Sejak tahun 2015, Korsupgah KPK gencar mendorong pemda untuk melakukan optimalisasi pajak daerah melalui sistem online, salah satunya Tapping Box. Namun dalam perjalanannya di daerah lain terdapat kendala disebabkan penyediaan dan maintenance alat Tapping Box membutuhkan anggaran APBD yang besar.
Batam merupakan kota pertama yang menerapkan sistem monitoring penerimaan pajak online dengan tidak menggunakan APBD (zero APBD), melainkan dengan menggandeng Bank Riau Kepri sebagai partner untuk mendukung program ini melalui dana CSR. KPK sangat mengapresiasi terobosan ini dan menjadikan Batam sebagai Pilot Project Optimalisasi Pajak Daerah melalui Sistem Online yang difokuskan pada 4 jenis sektor Pajak yaitu Pajak Hotel, Restoran, Hiburan dan Parkir.
Tapping Box akan melakukan pencatatan transaksi penjualan (beserta pajaknya) ke Server BPPRD Kota Batam sebagai data pembanding penerimaan antara Tapping Box dengan Surat Pemberitahuan Pajak Daerah yang dilaporkan Wajib Pajak setiap bulan.
Capaian realisasi penerimaan dari keempat sektor tersebut bila dibandingkan dengan Tahun 2016, terjadi kenaikan realisasi penerimaan Pajak Daerah setiap tahunnya sebagai berikut:
a) Tahun 2016, sebelum dipasangnya Tapping Box, realisasi sebesar Rp. 163,9 M.
b) Tahun 2017, 50 Tapping Box, realisasi Rp. 178,2 M.
c) Tahun 2018, 339 Tapping Box, realisasi Rp. 223,6 M.
d) Tahun 2019, 525 Tapping Box, realisasi Rp. 284,8 M.
e) Tahun 2020, 525 Tapping Box, realisasi Rp. 132,5 M.
Pada tahun ini, terjadi penurunan realisasi karena Pandemi Covid-1
Dampak pandemi Covid-19 yang telah berlangsung sejak Maret 2020 berpengaruh besar terhadap sektor ekonomi di Kota Batam. Dalam rangka menjaga stabilitas ekonomi dan menjamin kemudahan berusaha, Pemerintah Kota Batam memberikan relaksasi kepada Wajib Pajak berupa kebijakan insentif Pajak Daerah diantaranya Penghapusan Denda Administrasi dan Penundaan Pembayaran Pajak.
Untuk menjaga keberlangsungan inovasi Tapping Box, beberapa strategi yang dilakukan antara lain menerbitkan regulasi berupa Peraturan Walikota Batam, Perjanjian Kerja Sama Pemanfaatan Sistem Monitoring Pajak Online serta melakukan sosialisasi kepada Wajib Pajak (sesuai dengan pengarahan KPK-RI) dan publikasi media massa.
Inovasi Tapping Box untuk Optimalisasi Pajak Daerah dengan zero APBD ini dapat direplikasikan oleh daerah lain dan hal ini juga menjadi rekomendasi Korsupgah KPK RI dalam menerapkan pemasangan Tapping Box. Namun untuk keberhasilannya, dibutuhkan komitmen dan integritas yang kuat dari pimpinan daerah serta seluruh stakeholder dengan menggandeng Bank Daerah guna bersama-sama berkontribusi dalam pembangunan dan kemandirian daerah.
SIP BANGET (Sistem Informasi Pariwisata BAtu peNgembanGan Ekonomi kreaTif)
Jenis Instansi: Kota
Instansi: Pemerintah Kota Batu
UPP: Dinas Pariwisata
Wilayah: Batu
Penghargaan: TOP 99/2021
Tahun: 2021
Kategori SDG’s: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Tag: desa, pariwisata, ekonomi kreatif, pemberdayaan masyarakat, kearifan lokal
Kota Batu dikelilingi pegunungan dan kawasan hutan yang tersebar di 24 desa dan kelurahan. Dengan kekayaan alam dan udara yang sejuk maka Kota Batu sering disebut “De Kleine Switzerland”. Masyarakat Kota Batu sebagian besar berkultur petani, sehingga eksplor pariwisata belum optimal. Perlu pendampingan pemerintah dan stakeholder, untuk meningkatkan inovasi produk Industri parekraf yang dikembangkan secara instagramable berbasis estetika digital.
Dalam upaya pengembangan desa/kelurahan wisata, sangat perlu inovasi untuk menggerakkan perekonomian dengan memberdayakan masyarakat melalui Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berdasarkan potensi desa/kelurahan yang ada.
Inovasi SIP BANGET merupakan terobosan baru dengan mengembangkan Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sesuai potensi dan kearifan lokal setiap desa/kelurahan dengan pemanfaatan IT. Produk Industri Parekraf disusun terstruktur sehingga konsumen bisa berbelanja dengan sistem modern market dan bertransaksi secara cashless dan bisa diakses online. Sistem ini telah diterapkan pada Mall Bunga Sidomulyo yang merupakan pasar bunga serta produk Industri Parekraf pertama di Indonesia.
Inovasi “SIP BANGET” dilaksanakan dengan membimbing masyarakat untuk menggali dan memetakan potensi. Selanjutnya, mereka dilatih dan diedukasi dalam memberdayakan Industri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sesuai dengan potensi dan kearifan lokal dengan memanfaatkan aplikasi (https:// pariwisata.batukota.go.id) sebagai media untuk meningkatkan promosi dan pemasaran. Cukup dengan gawai, konsumen akan mendapatkan kemudahan mencari produk Industri Parekraf Kota Batu. Selain itu, promosi secara online juga dilaksanakan melalui event promosi pameran Produk Parekraf.
Desa/Kelurahan Wisata Kota Batu dahulu berkategori rintisan mulai berkembang memiliki Industri Parekraf dengan eksplorasi potensi dan kearifan lokal yang memberdayakan masyarakat setempat. Industri Parekraf ini muncul dari inisiatif masyarakat melihat potensi desa/kelurahannya dan termotivasi menciptakan lapangan kerja baru, sehingga mampu meningkatkan perekonomian masyarakat. Dengan potensi Industri Parekraf yang unik akan menarik minat wisatawan sehingga bisa meningkatkan kunjungan wisata di desa/kelurahan. Pelaku Industri Parekraf dan pengelola desa/ kelurahan wisata melakukan pengelolaan dengan memanfaatkan TIK sehingga meningkatkan promosi dan cakupan pemasaran desa/kelurahan wisata.
Di era Pandemi COVID-19, Pemerintah bersama seluruh stakeholder terkait memberikan edukasi kepada pelaku industri parekraf untuk meningkatkan pelayanan dengan menerapkan protokol kesehatan dan menyesuaikan produk serta kemasan sesuai permintaan pasar yang trending dengan memaksimalkan IT untuk memperluas pemasaran.
Strategi keberlanjutan dilaksanakan dengan Sosialisasi regulasi, Pelatihan dan pendampingan penguatan SDM dan kelembagaan, pelatihan manajemen Industri parekraf, sertifikasi SDM, event promosi dan pameran, dan studi inovasi ke desa wisata lain.
Inovasi SIP BANGET berpotensi untuk direplikasi dan diimplementasikan ke wilayah lain karena pelaksanaanya sederhana dan hampir semua daerah memiliki potensi wisata dan kearifan lokal yang bisa dijadikan industri parekraf dengan memaksimalkan TIK.
