Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
DIGITASI (Data dan Informasi Digital Tanaman Koleksi) Kebun Raya Balikpapan
Jenis Instansi: Kota
Instansi: Pemerintah Kota Balikpapan
UPP: UPTD Kebun Raya Balikpapan
Wilayah: Balikpapan
Penghargaan: TOP 45/2021
Tahun: 2021
Kategori SDG’s: Pendidikan Berkualitas
Tag: digital, aplikasi, web, pendidikan, tanaman, lingkungan hidup
Kebun Raya Balikpapan merupakan tempat konservasi tanaman koleksi kayu dari hutan tropis Kalimantan dan satu-satunya Kebun Raya yang ada di Provinsi Kalimantan Timur. Dengan luas 309,22 hektar, Kebun Raya Balikpapan memiliki koleksi tanaman kayu sebanyak 4.354 dan koleksi anggrek sebanyak 1.867 yang semuanya telah terdata dalam data base. Informasi tentang tanaman disampaikan melalui plang tanaman yang memuat data baku, sedangkan deskripsi tanaman disampaikan secara lisan oleh pemandu. Dengan jumlah pengunjung yang mencapai 65.000 orang pertahun, tidak semua kunjungan dapat didampingi oleh petugas pemandu. Sebagai salah satu kawasan pendidikan lingkungan hidup, Kebun Raya Balikpapan mencetuskan inovasi “Data Dan Informasi Digital Tanaman Koleksi“ atau DIGITASI Kebun Raya Balikpapan, dimana semua informasi database tanaman koleksi dapat diakses melalui laman kebunraya.balikpapan.go.id atau melalui aplikasi QR-Code dengan memindai kode yang terpasang pada plang di setiap tanaman koleksi baik secara daring atau luring. Inovasi DIGITASI turut berkontribusi dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan atau SDGs, guna mewujudkan pendidikan berkualitas hingga tahun 2030. Inovasi ini juga bermanfaat bagi peneliti, akamedisi, serta pengunjung untuk lebih mengenal tanaman koleksi mulai dari nama, deskripsi, kondisi aktual serta manfaat tanaman sebagai pelayanan jasa ilmu pengetahuan dan teknologi revolusi industri 4.0. Di masa pandemi Covid-19 seperti ini, inovasi ini bermanfaat karena tidak membutuhkan pemandu dalam penampingan kunjungan. Pengunjung dapat langsung melakukan kunjungan tanaman koleksi dengan melakukan pindai bar code tanaman sendiri dengan menggunakan smartphone masing-masing. Pengunjung yang tidak dapat berkunjung langsung bisa mengakses semua tentang Kebun Raya Balikpapan dari rumah melalui laman Kebun Raya Balikpapan (kebunraya.balikpapan.go.id) Untuk memaksimalkan keberlanjutan inovasi DIGITASI ini, pengelola mengimbau pengunjung atau pihak swasta yang akan melakukan penanaman pohon untuk membuat plang bar code pada setiap pohon yang ditanam. Selain itu juga menjalin hubungan baik dengan perusahaan sekitar guna mendapatkan bantuan CSR atau dana peduli lingkungan. Inovasi ini pun selalu dianggarkan di APBD Kota Balikpapan setiap tahunnya dan menjadi pekerjaan rutin di UPTD Kebun Raya Balikpapan. DIGITASI akan diimplementasikan pada hutan kota, taman kota, dan ruang terbuka hijau lainnya. Selain itu juga pada sejumlah pohon peneduh jalan untuk memantau kondisi tanaman, sehingga memudahkan proses pemeliharaan dan peremajaan. Apabila diperlukan, proses izin penebangan pohon dilakukan sesuai Peraturan Daerah Kota Balikpapan Nomor 2 tahun 2020 tentang Pengendalian Penebangan Pohon. Manfaat lain yang diharapkan dari DIGITASI adalah terintegrasinya data tanaman yang ada di Kebun Raya Balikpapan dengan kebun raya yang dikelola oleh LIPI dan Kebun Raya Daerah lain yang ada di seluruh Indonesia.
Patron Aplikasi Ekonomi Kreatif Berkelanjutan (PATRAKOMALA): Digitalisasi Ekosistem Ekonomi Kreatif sebagai Upaya Vaksinasi Ekonomi Kreatif di Kota Bandung
Jenis Instansi: Kota
Instansi: Pemerintah Kota Bandung
UPP: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Wilayah: Jawa Barat
Penghargaan: TOP 99/2021
Tahun: 2021
Kategori SDG’s: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Tag: ekonomi kreatif, ekosistem, pentahelix, kolaborasi, digital, web
Kota Bandung adalah Kota Jasa yang berbasis sumber daya manusia sebagai komoditas utama. Alih profesi karena pandemi menjadi trend yang tidak dapat dihindari dan menakutkan karena berbuah matinya kreativitas sebagai komoditas penghasil ekonomi utama di Kota Bandung. Sebagai mitigasi dalam rangka memperbaiki ekosistem ekonomi kreatif, dilakukan pengamanan hasil karya kreatif dalam bentuk Hak Kekayaan Intelektual.
Inovasi menitikberatkan kepada ekosistem ekonomi kreatif yang terdiri dari proses kreasi, proses produksi, proses distribusi, proses konsumsi, dan proses konservasi yang juga diidentifikasi melalui keterlibatan dari setiap pemangku kepentingan yang berasal dari academic (conceptor), business (enabler), community (accelerator), government (regulator), dan media (catalyst), atau yang dikenal dengan Pentahelix ABCGM.
Selanjutnya, People-Process-Platform menjadi 3 (tiga) hal yang tidak dapat terpisahkan. Social engineering dilakukan terhadap pelaku kreatif (people) Kota Bandung dengan menerapkan proses inkubasi dan eksibisi (process) yang berkesinambungan dan tidak terpisahkan. Selama pandemi, proses inkubasi dilakukan secara virtual, bahkan mengundang/ mengajak para pelaku kreatif dari kota-kota lain. Termasuk proses eksibisi yang dilakukan secara hybrid dan mengikutsertakan partisipan dari kabupaten/ kota lain. Pandemi malah menjadikan proses inovasi dapat termanfaatkan dan teroptimasi dengan lebih baik dari tahun sebelumnya yang hanya dilakukan pada tingkat Kota Bandung saja. Kegiatan ini akan tetap dipertahankan secara virtual sebagai suatu bentuk adaptasi kebiasaan baru. Sehingga, para peserta eksibisi dapat tetap di daerah asal masing-masing. Inovasi semakin dapat terasakan bukan hanya oleh masyarakat Kota Bandung, melainkan juga dari luar Kota Bandung. Usaha ini dilakukan agar para pelaku kreatif mulai terbiasa dengan adaptasi kebiasaan baru dengan pemanfaatan internet yang mampu menembus batas dan waktu.
Sebuah ekosistem akan memastikan keberlanjutan dapat berjalan dengan baik. Ekosistem ekonomi kreatif Kota Bandung bersinergi dengan Sustainable Goals Development (SDG’s). Untuk memastikan keberlanjutan dan komitmen yang telah disampaikan, Perda Nomor 1 Tahun 2021 tentang Penataan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif ditetapkan pada tanggal 1 Januari 202Sebagai keberlanjutan dari Perda yang telah ditetapkan, Peraturan Walikota dan Rencana Induk Ekonomi Kreatif Daerah pun (REINDEKRAF) tengah disusun guna menunjang keberlanjutan.
Transferabilitas sungguh diharapkan dapat terjadi dengan maksud memperkuat sinergitas para pelaku kreatif di Indonesia untuk dapat memperkuat daya saing dan daya banding ekonomi kreatif Indonesia di mata dunia. Oleh karena itu, strategi Open API menjadi strategi yang dilakukan di dalam inovasi. Open API menjadikan transaksi informasi dapat tercatat dengan baik di dashboard yang dimiliki oleh pemerintah. Nilai tambah dari OPEN API adalah mampu memberikan akses publik dari repositories bagi kepentingan pemerintah, masyarakat kreatif, dan industri parekraf (Stakeholder Pariwisata dan ekonomi kreatif).
