07 May, 2026

Direktori Inovasi

5 mins read

Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai

Pencarian Inovasi

654

E-BI (Elektronik Barang Inventaris) Sehati dengan Masyarakat dan Bersahabat dengan Corona

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Situbondo

UPP: Dinas Perikanan

Wilayah: Situbondo

Penghargaan: TOP 99/2021

Tahun: 2021

Kategori SDG’s: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh

Tag: tata kelola, digital, aplikasi, web

Barang Milik Daerah (BMD) sangat penting bagi semua kegiatan di OPD, namun keberadaan aset tersebut sulit terlacak keberadaannya karena administrasi yang tidak tertib. Melihat kondisi tersebut, salah satu upaya dari Dinas Perikanan pada Tahun 2018 adalah membuat Aplikasi Elektronik Barang Inventaris (EBI) guna menertibkan dan menyelamatkan BMD dengan cara membuat pelabelan barang secara online sehingga bisa membantu tugas PPKom dan PA. Kemudian, aplikasi dikembangkan menjadi Aplikasi Pelayanan Publik di bidang pelayanan pemanfaatan Barang Milik Daerah (BMD) secara online pada Tahun 201

Tujuan EBI adalah: (1) mengimplementasikan Permendagri Nomor 19 Tahun 2016 tentang Pedoman Penggunaan BMD dan Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar serta Permenpanrb Nomor 30 Tahun 2014 tentang Pedoman Inovasi Pelayanan Publik; (2) pencatatan aset BMD lebih tertib; dan (3) meningkatkan kualitas dan percepatan pelayanan publik di bidang pemanfaatan BMD.

Manfaat EBI yaitu: (1) menyelamatkan dan memanfaatkan BMD secara optimal untuk hasil maksimal; (2) mendukung program pemerintah dalam pengendalian tingkat penyebaran virus Covid-19; (3) mendorong keterlibatan publik dalam proses pemanfaatan BMD; (4) menjaga efisiensi dan efektifitas BMD; dan (5) memperbaiki kontrol sewa BMD sehingga bisa meningkatkan PAD serta mensejahterakan masyarakat.

Kondisi sebelum ada inovasi EBI adalah BMD belum tertib dan masih manual, belum terjadi sinergi antara pemerintah daerah dengan masyarakat pemakai BMD, masyarakat belum paham alur pemanfaatan BMD dan belum memenuhi kewajiban pinjam-pakai, BMD susah terdeteksi, pemanfaatan BMD belum efisien dan efektif (belum tercapai optimalisasi dalam pengadaan dan pemanfaatan BMD) serta perlu bertatap muka ke Dinas.

Aplikasi EBI mencoba berinovasi dalam pelayanan publik secara online sehingga dapat meminimalkan penyebaran virus corona. Selain itu, administrasi BMD menjadi tertib, sinergi pemerintah daerah dengan masyarakat pemakai BMD terbangun sehingga mereka paham dan mengerti alur pinjam pakai BMD. Ditambah lagi, menjadi lebih mudah mendeteksi pengguna BMD yang belum memenuhi kewajibannya, sehingga pemanfaatan BMD pun lebih efisien dan efektif (tercapainya optimalisasi dalam pengadaan dan pemanfaatan BMD serta tidak perlu berkerumun).

Harapan selanjutnya adalah masyarakat benar-benar puas dengan keberadaan BMD yang dapat membantu dalam mengembangkan usaha dan perekonomiannya serta OPD benar-benar optimal dalam pengadaan BMD.

Penunjang keberhasilan EBI meliputi rekrutmen petugas secara selektif sehingga bisa menghasilkan petugas yang handal, penyediaan anggaran dan sarpras yang menunjang, penjalinan kerjasama dengan stakeholders, penerbitan kebijakan pemerintah daerah dalam penerapan inovasi ini, dan komitmen perangkat daerah dalam penerapan serta pengembangan aplikasi EBI secara berkelanjutan.

WISI (Wisuda Imunisasi)

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Solok

UPP: UPTD Puskesmas Batu Bajanjang Kecamatan Tigo Lurah

Wilayah: Sumatera Barat

Penghargaan: TOP 45/2021

Tahun: 2021

Kategori SDG’s: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Tag: puskesmas, kesehatan, imunisasi dasar

Puskesmas Batu Bajanjang Kecamatan Tigo Lurah adalah puskesmas dengan status Rawatan Sangat Terpencil. Masyarakatnya sangat kental dengan kepercayaan adat dan tradisi turun-temurun. Ini terlihat dari rendahnya capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) Tahun 2107, dimana pada tingkat Kabupaten Solok sebesar 80,7% sedangkan pada wilayah pelayanan Puskesmas Batu Bajanjang hanya 64,1%. Dari situasi tersebut, timbullah gagasan/inovasi untuk mendobrak tradisi yang dapat merugikan kesehatan berupa Wisuda Imunisasi (WISI).

Nilai keunikan Inovasi Wisuda Imunisasi adalah memberi penghargaan yang dikemas dalam wisuda dan pemberian sertifikat kepada bayi sampai berusia 2 tahun yang telah menyelesaikan IDL dan booster dengan tujuan dapat menimbulkan kebanggaan tersendiri bagi orang tua yang mempunyai bayi dan memotivasi orang tua lain yang menganggap imunisasi menjadi hal yang tabu.

WISI dilakukan setelah bayi menyelesaikan Imunisasi yakni
Jenis Imunisasi Waktu Pemberian/Usia
HBO 0-24 jam s.d. 7 hari
BCG 1 bulan
Polio 1 bulan
IPV 4 bulan
Campak 9 bulan
DPT Booster 18 bulan
Campak Booster 24 bulan

Kegiatan posyandu dan imunisasi di masa pandemi Covid-19 tetap dilaksanakan sesuai dengan SOP di masa pandemi dengan menekankan protokol kesehatan. Semenjak diluncurkan pada Agustus 2017, WISI telah mampu meningkatkan capaian Standar Pelayananan Minimal (SPM) imunisasi Puskesmas Batu Bajanjang yakni dari 64,1% ditahun 2018 menjadi 76% tahun 2020. Dampak lainnya tergambar sebagai berikut.

Sebelum Inovasi Sesudah Inovasi
Masyarakat tidak mengetahui pentingnya Imunisasi Meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap Imunisasi
Capaian IDL 64,1% Tahun 2018 (PKP) Capaian IDL tahun 2019 74% dan tahun 2020 76% (PKP)
Peran kader kurang aktif dalam melakukan kegiatan Imunisasi Kader aktif menggerakkan masyarakat untuk datang ke posyandu dan melakukan Imunisasi
Rendahnya capaian imunisasi Meningkatnya capaian imunisasi
Minat masyarakat kurang untuk datang ke posyandu Animo dan minat masyarakat meningkat untuk datang ke posyandu

Dinas Kesehatan Kabupaten Solok sangat mendukung Inovasi ini karena dapat mengubah dan meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi. Program inovasi telah mendapatkan piagam penghargaan dari Bupati Solok sebagai Puskesmas dengan Inovasi Terbaik Tahun 201Sebagai strategi keberlanjutan, akan dilakukan upaya advokasi dengan Dinas Pendidikan agar sertifikat imunisasi bisa dijadikan syarat masuk Sekolah Dasar di masa yang akan datang.

Inovasi WISI kami kembangkan sendiri dan mungkin belum pernah dikembangkan oleh Puskesmas lain. Inovasi WISI cukup efektif dan sangat dimungkinkan dilaksanakan pada fasilitas pelayanan kesehatan di seluruh Indonesia dalam rangka untuk mendongkrak capaian imunisasi dan menggugah kesadaran masyarakat tentang imunisasi.