Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
JABAT ERAT (Kerjasama Pembinaan dan Bantuan Ekonomi Berkelanjutan)
Jenis Instansi: Kabupaten
Instansi: Pemerintah Kabupaten Pinrang
UPP: Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu
Wilayah: Pinrang
Penghargaan: TOP 45/2021
Tahun: 2021
Kategori SDG’s: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Tag: umkm, perizinan, digital, aplikasi
Keberadaan UMKM menstimulus pergerakan perekonomian di daerah termasuk di Kabupaten Pinrang. Pesatnya perkembangan UMKM khususnya yang bergerak dalam bidang produk pangan olahan berperan dalam membuka lapangan kerja dan memelihara iklim investasi tetap berjalan. Namun kondisi ini belum berjalan secara maksimal dikarenakan produk UMKM masih sulit bersaing dengan produk lainnya disebabkan belum adanya legalitas usaha, kualitas produk yang rendah, kurangnya modal usaha, dan sulitnya akses pemasaran.
JABAT ERAT (Kerjasama Pembinaan dan Bantuan Ekonomi Berkelanjutan) hadir sebagai kolaborasi para stakeholders terkait untuk memfasilitasi pembinaan dan pendampingan pelaku UMKM dari HULU sampai HILIR mulai dari tertib administrasi perizinan usaha, peningkatan kualitas produk, memfasilitasi akses permodalan di lembaga perbankan, serta membantu akses pemasaran produk.
Outcome inovasi Jabat Erat adalah membuka kesempatan kerja serta menggerakkan usaha ekonomi masyarakat sehingga akan mengurangi tingkat pengangguran dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah. Hal ini dikuatkan dengan Peraturan Bupati Pinrang Nomor 39 Tahun 2020 tentang Kerjasama Pembinaan dan Bantuan Ekonomi Berkelanjutan.
Jabat Erat mendukung bangkitnya UMKM di zaman pandemi Covid-19 disebabkan mendapatkan fasilitasi menerapkan protokol kesehatan karena didukung dengan aplikasi sistem android yaitu JABAT ERAT.
Dampak inovasi ini berkontribusi signifikan terhadap pencapaian nasional Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan ke-8 yakni mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, tenaga kerja penuh dan produktif, dan pekerjaan yang layak bagi semua.
Strategi keberlanjutan dudukung dengan adanya kebijakan antara lain Kemudahan dan Percepataan Pelayanan Berbasis Android, Kolaborasi DPMPTSP Provinsi Sulawesi Selatan, BPOM dan MUI, Fasilitasi Kerjasama UMKM dengan Investor berskala Besar, dan Kebijakan Pro UMKM di Kabupaten Pinrang.
Inovasi ini didukung oleh stakeholder yang terlibat baik secara langsung maupun tidak langsung, diantaranya:
Bupati Pinrang;
DPRD Kabupaten Pinrang;
Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu;
Perangkat Daerah terkait (Dinas Koperasi dan UKM, Dinas Kesehatan, Dinas Perindagem dan ESDM, Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura, Dinas Peternakan dan Perkebunan, Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Perikanan Kabupaten Pinrang);
Lembaga Perbankan dan Lembaga Keuangan Lainnya (Bank Sulselbar, BRI, BNI, Bank Mandiri, Bank Syariah Indonesia dan Pegadaian), Kecamatan/Kelurahan/Desa, Lembaga Vertikal BPOM dan MUI dan Pelaku UMKM;
Saat Jabat Erat ditetapkan sebagai salah satu inovasi terbaik di Sulsel, Jabat Erat dijadikan role model pengembangan strategi pelayanan perizinan dan percepatan investasi daerah melalui UMKM dengan beberapa indikator yakni:
Mudah prosesnya dan dampaknya tinggi untuk penyerapan tenaga kerja, nilai investasi dan pelaku usaha;
Studi Tiru oleh 15 kabupaten/kota di provinsi Sulawesi Selatan 5 kabupaten/kota dari provinsi lainnya
Menjadi inspirasi bagi UMKM
Memanfaatkan sumber daya lokal
Parade Lansia
Jenis Instansi: Kabupaten
Instansi: Pemerintah Kabupaten Sijunjung
UPP: UPTD Puskesmas Sijunjung
Wilayah: Sijunjung
Penghargaan: TOP 99/2021
Tahun: 2021
Kategori SDG’s: Tanpa Kemiskinan
Tag: kesehatan, kesehatan ibu dan anak, lansia
Kecamatan Sijunjung memiliki populasi lansia tertinggi di Kabupaten Sijunjung, yaitu sebesar 8% dari jumlah penduduk. Trend peningkatan populasi setiap tahun sebesar 7 s/d 8%. Di sisi lain, kondisi fisik dan psikis lansia semakin menurun, rentan terkena penyakit degeneratif dan merasa terabaikan serta tidak berguna. Di samping itu, menitipkan orang tua di panti jompo bertentangan (tabu) dengan adat budaya Minangkabau.
Pada Tahun 2016 di jorong koran Nagari Pematang Panjang sebagai wilayah kerja Puskesmas Sijunjung capaian SPM Kesehatan masih rendah yaitu cakupan pelayanan kesehatan ibu hamil K4 73,6%, kunjungan balita ke posyandu 75%, cakupan asi eksklusif 65%, cakupan pelayanan kesehatan lansia sesuai standar 65%, pemanfaatan buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) 65%, kunjungan lansia ke Posyandu rata-rata 20 orang/bulan, serta rendahnya kunjungan balita ke posyandu dan strata posyandu yang masih di tingkat purnama.
Upaya peningkatan SPM Kesehatan tersebut dilakukan dengan inovasi Parade Lansia. Kebaruan inovasi ini adalah pemberdayaan lansia sebagai motivator program KIA dan Lansia, dimana lansia adalah tokoh dan panutan dalam masyarakat, memiliki hubungan emosional antar keluarga, sehingga ampuh dalam memotivasi ibu muda. Keunikan inovasi ini yaitu dilaksanakan dengan arak-arakkan setiap mengunjungi rumah sasaran sambil bernyanyi, bertepuk tangan sehingga memicu keluarnya hormon endorfin (kebahagiaan) dan membangun partisipasi warga atas kepedulian kepada lansia, ibu hamil dan ibu balita. Para lansia yang tergabung dalam posyandu lansia melakukan pemeriksaan kesehatan rutin, diberikan penyuluhan kesehatan dan agama. Melalui form Moca Ina dilakukan penilaian yang menghasilkan tingkat kemandirian, status gizi dan kognitif lansia. Lansia yang memenuhi kategori A dan B Moca Ina dipilih sebagai kader lansia motivator untuk melakukan parade lansia dengan lansia lainnya.
Pada Tahun 2020, Parade Lansia secara signifikan mampu meningkatkan SPM KIA yaitu persentase pelayanan kesehatan ibu hamil K4 menjadi 94,6%, kunjungan posyandu balita menjadi 90%, cakupan ASI eksklusif menjadi 80%, cakupan pelayanan kesehatan lansia 60 ke atas sesuai standar 100%, strata posyandu menjadi Mandiri, pemanfaatan buku KIA menjadi 100%, kunjungan posyandu lansia rata-rata menjadi 50 orang/bulan, dan menekan AKI/ AKB serta meningkatkan umur harapan hidup.
Melihat cukup signifikannya dampak dari Parade Lansia ini, tahun 2019 Dinas Kesehatan mengembangkan inovasi ini ke 13 Puskesmas yang ada di Kabupaten Sijunjung. Pada bulan Agustus 2017 Kementerian Kesehatan, organisasi Japan International Cooperation Agency (JICA), Sekretariat Negara serta perwakilan lima negara (Filipina, Thailand, Kenya, Afghanistan, Tajikistan) melihat pelaksanaan inovasi ini dan melalui JICA kelima negara tersebut berkomitmen menerapkan metode Parade Lansia di negara masing-masing.
