07 May, 2026

Direktori Inovasi

6 mins read

Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai

Pencarian Inovasi

654

GEMES IMUT SI SUSI (Gedung Mess Serba Guna Inovasi Muratara Memanusiakan Manusia secara Manusiawi)

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara

UPP: Dinas Sosial

Wilayah: Musi Rawas Utara

Penghargaan: TOP 99/2021

Tahun: 2021

Kategori SDG’s: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Tag: pendidikan, kesehatan, perilaku hidup bersih dan sehat

Suku Anak Dalam (SAD), terutama anak-anak, mayoritas belum mendapatkan haknya seperti pendidikan dan kesehatan. Jangankan menjangkau fasilitas yang layak, anak-anak SAD sebagian besar tidak mendapat sandang dan pangan yang cukup. Keadaan ini tergambar dengan kondisi tempat tinggal mereka yang berupa rumah kayu kecil berlantai tanah dengan pakaian seadanya, bahkan beberapa ada yang tinggal di pondok bambu beratap terpal dengan akses air yang susah sehingga tidak dapat menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS).

Pemerintah Kabupaten Musi Rawas Utara bersama Dinas Sosial berusaha memecahkan masalah ini, agar SAD mendapatkan haknya sebagai warga negara, baik berupa hak mendapatkan pendidikan, hak jaminan kesehatan, hak penghidupan yang layak, dan hak identitas kependudukan. Oleh karenanya, dibentuklah inovasi “Gemes Imut Si Susi” Gedung Mess Serbaguna Inovasi Musi Rawas Utara Memanusiakan Manusia Secara Manusiawi. Inovasi Gemes Imut Si Susi merupakan pertama dan satu-satunya di Indonesia yang secara unik mengumpulkan anak SAD usia sekolah dari 5 wilayah berbeda ke satu lokasi pemberdayaan. Inovasi terdiri dari multi layanan dan bekerja sama dengan stakeholder terkait agar penyelesaian masalah terkait anak usia sekolah dari SAD dapat lebih cepat dilaksanakan. Inovasi bersifat tuntas artinya mereka direkrut, dibina, mendapatkan pembelajaran/pendidikan, diawasi dan dijaga kesehatannya lalu dicarikan lapangan pekerjaan.

Mess Serbaguna telah dikunjungi berbagai instansi untuk kunjungan kerja maupun penelitian. Mess Serbaguna dilengkapi berbagai sarana dan prasarana pendukung kegiatan pemberdayaan. Setiap anak SAD diberikan pendidikan dengan sistem pendidikan formal dan non formal. Selain pengetahuan umum, mereka juga diajarkan keterampilan. Kegiatan selama pandemi dilakukan dengan mematuhi protokol kesehatan: memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak. Selain itu, mobilitas keluar-masuk serta pelaksanaan kegiatan yang melibatkan pihak luar juga dibatasi.

Dampak positif yang sangat signifikan setelah pelaksanaan inovasi adalah perubahan perilaku. Sebelumnya mereka jarang mandi, tidak bersih, pemalu, dan penyendiri. Namun sekarang, mereka telah dapat menerapkan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) dan lebih mampu bersosialisasi. Sekarang anak SAD telah mendapatkan pendidikan sekolah dan keterampilan. Melalui Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil, mereka telah memiliki dokumentasi kependudukan seperti Akta Kelahiran, KK dan KIA.

Tahun 2019, sebanyak 90 orang memperoleh layanan. Tahun 2020, tercatat 17 orang berhasil lulus dan mendapatkan ijazah. Dua diantaranya telah bekerja sebagai tenaga honorer dan TAGANA di Dinas Sosial Kabupaten Musi Rawas Utara. Tahun 2021, sebanyak 73 orang anak SAD yang masih memperoleh pelayanan di mess serba guna.

Bentuk strategi berkelanjutan dituangkan dalam bentuk Peraturan Bupati. Diharapkan ke depannya akan tersusun Peraturan Daerah demi keberlanjutan inovasi. Kerja sama berbagai pihak juga terus ditingkatkan sebagai bentuk strategi sosial.

VENUE MEGAH BERBASIS IKSENGA (Intervensi Keluarga Sehat Melalui Kunjungan Rumah Berbasis Indeks Keluarga Sehat Kabupaten Ngawi)

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Ngawi

UPP: UPTD Puskesmas Kwadungan

Wilayah: Ngawi

Penghargaan: TOP 45/2021

Tahun: 2021

Kategori SDG’s: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Tag: digital, aplikasi, puskesmas, kesehatan

Berdasarkan Permenkes Nomor 39 tahun 2016, pada tahun 2017 Pemerintah mencanangkan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga, yaitu mengukur indeks keluarga sehat melalui survey mendasar 12 indikator. Data keluarga yang telah dikumpulkan dengan menggunakan aplikasi di-entry dan selanjutnya disimpan dalam pangkalan data keluarga yang merupakan subsistem dari sistem pelaporan puskesmas. Namun dalam perjalanannya, aplikasi yang di-launching nasional sulit diakses sehingga entry data membutuhkan waktu dan biaya banyak, data tidak bisa dimanfaatkan secara lokal daerah, Indeks keluarga sehat tidak terbaca real dan tidak update, berakibat intervensi puskesmas terhadap sasaran terhambat.

Dari permasalahan di atas, puskesmas mempunyai gagasan membuat aplikasi yang dapat dengan cepat menampilkan pemanfaatan data, dengan tujuan: Intervensi cepat dan tepat kepada masyarakat; Hemat biaya karena offline; Pemanfaatan data, mulai dari indeks keluarga sehat per individu sampai kecamatan bisa diakses dalam hitungan detik; Dapat mengetahui permasalahan lokal daerah; dan Indeks Keluarga Sehat terbaca cepat dan mudah dengan kriteria: Keluarga Tidak Sehat skor80.

Aplikasi tersebut dinamakan IKSENGA (Indeks Keluarga Sehat Kabupaten Ngawi). Sebelumnya belum pernah ada tools yang membantu analisis data keluarga sehat sampai tingkat kecamatan maupun individu di Indonesia. Puskesmas Kwadungan adalah pencetus awal aplikasi yang diadopsi oleh puskesmas se-Kabupaten Ngawi dan pernah dipresentasikan di Pusdatin. Saat era Covid-19, aplikasi ini dikembangkan dengan data Covid-19 di wilayah kerja Puskesmas berdasarkan data all record nasional. Sehingga tersaji informasi pasien terkonfirmasi Covid-19 dengan kategori sembuh dan meninggal. Pemanfaatan google maps untuk indikator kasus membantu data tersaji dalam foto satelit dengan pembedaan warna sebagai informasinya.

IKSENGA unik karena menggunakan form ceklis keluarga sehat yang dimodifikasi dengan penambahan form muatan lokal, non 12 indeks serta GPS pada lokasi sasaran. Unggul dalam penyelesaian masalah karena data tersaji dalam hitungan detik sehingga intervensi dilakukan lebih cepat dan tepat oleh pemangku kepentingan.

No KECAMATAN IKS 2018 IKS 2019 IKS 2020
1 Kwadungan 70,77 73,94 75,12

Dampak IKSENGA berhubungan dengan SDGs yang ke-3 yaitu kehidupan sehat dan sejahtera dengan mengacu pada pilar pembangunan sosial, yaitu tercapainya hak dasar manusia yang berkualitas secara adil dan setara untuk meningkatkan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

Agar inovasi tetap berjalan, Kepala Puskesmas dan Bupati Ngawi menerbitkan kebijakan-kebijakan yang ditetapkan dalam keputusan serta memasukkan setiap tahap implementasi PISPK dalam Manajemen puskesmas.

IKSENGA telah direplikasi di 23 Puskesmas Kabupaten Ngawi sejak tahun 2018 serta beberapa Puskesmas di Provinsi Jawa Timur.