07 May, 2026

Direktori Inovasi

6 mins read

Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai

Pencarian Inovasi

654

Posbindu SENTOSA

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Kulon Progo

UPP: Dinas Kesehatan

Wilayah: Kulon Progo

Penghargaan: TOP 99/2021

Tahun: 2021

Kategori SDG’s: Tanpa Kemiskinan

Tag: disabilitas, kesehatan, pelayanan kesehatan, pelayanan disabilitas

Berdasarkan data Riskesdas Tahun 2018, DI Yogyakarta menempati peringkat ke-3 provinsi dengan proporsi disabilitas pada dewasa usia 18-59 tahun, yaitu sebesar 33,2%. Pada Tahun 2020, Kabupaten Kulon Progo dengan jumlah penduduk 447.506 jiwa mempunyai angka disabilitas sebanyak 7.282 orang yang terdiri dari cacat fisik, tuna rungu, tuna netra, retardasi mental dan gangguan jiwa. Namun, hanya 17,5% yang mengakses pelayanan kesehatan dan sisanya belum mendapatkan pelayanan secara terpadu sesuai dengan kebutuhan kesehatan disabilitas. Hambatan akses perawatan kesehatan berupa akses transportasi, pembiayaan, dan sulitnya akses perawatan menjadi penyebab keengganan penyandang disabilitas mengakses pelayanan kesehatan umum. Oleh karenanya penting adanya pelayanan kesehatan terjangkau, mudah transportasi, dan memenuhi kebutuhan kesehatan mereka.

Selaras dengan misi pembangunan jangka menengah tahun 2017-2022 yaitu mewujudkan sumber daya manusia yang sehat, berprestasi, mandiri, berkarakter, dan berbudaya, Peraturan Daerah nomor 3 tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perlindungan Penyandang Disabilitas diterbitkan dengan pesan bahwa pelayanan kesehatan memberikan hak akses kesehatan yang adil dan merata untuk semua.

Posbindu Sentosa mempunyai konsep pelayanan kesehatan yang memadukan dan mengkoordinasikan berbagai elemen pelayanan kesehatan dari unsur pemerintah desa, kelompok masyarakat, pendonor dana, dan tenaga kesehatan untuk memberikan pelayanan bersama sesuai dengan perannya masing-masing. Keterpaduan berbagai unsur membentuk Posbindu disabilitas sebagai wujud adanya kebutuhan kesehatan disabilitas yang heterogen.

Kegiatan Posbindu Sentosa diantaranya: menyediakan jalur layanan khusus dan akses transportasi; memastikan aksesibilitas informasi kesehatan melalui edukasi dan penyuluhan; menyediakan pelayanan kesehatan berupa skrining kesehatan; konsultasi dan pemeriksaan kesehatan; pemeriksaan laboratorium dan pengobatan serta jalur rujukan ke perawatan khusus; memberdayakan penyandang disabilitas dengan memberikan informasi, pelatihan, dan dukungan sebaya melalui desa inklusi bersama Lembaga Swadaya Masyarakat; dan mempromosikan rehabilitasi berbasis masyarakat bekerjasama dengan memberikan pelatihan dan kemandirian pada psikososial.

Seluruh jumlah disabilitas yang ada di wilayah Posbindu Sentosa sekitar 11,5% disabilitas mengakses pelayanan dan mendapatkan pelayanan terpadu sehingga disabilitas dengan penyakit hipertensi dan DM dapat terkendali. Berdasarkan data tahun 2015– 2021 pelayanan kesehatan disabilitas mendapatkan bantuan jaminan pelayanan khusus (Jamkesus) sebanyak 1.550 orang berupa kaki palsu, kursi roda, alat bantu dengar dan lain-lain. Pendampingan kemandirian psikososial dari Yayasan Kristen Kesehatan Umum (Yakkum) sejumlah 204 orang berupa bantuan ternak dan wirausaha. Posbindu Sentosa merupakan pengembangan pelayanan kesehatan reproduksi pada remaja disabilitas serta penanganan kesehatan jiwa masyarakat yang melibatkan lintas sektor untuk diterapkan pada pelayanan kesehatan penyandang disabilitas. Untuk menjamin keberlanjutan kegiatan ini memerlukan strategi diantaranya:
Pemberdayaan disabilitas berbasis masyarakat melalui desa inklusi
Mendorong dan meningkatkan pelayanan publik ramah disabilitas
Pemberdayaan penyandang disabilitas sebagai kader posbindu.
Optimalisasi Anggaran Pembangunan Daerah Desa

TEKA TEKI (Tekan dan Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi)

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Kutai Barat

UPP: UPTD Puskesmas Barong Tongkok

Wilayah: Kutai Barat

Penghargaan: TOP 45/2021

Tahun: 2021

Kategori SDG’s: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Tag: puskesmas, angka kematian, kurang gizi, kehamilan

Inovasi TEKA TEKI merupakan inovasi yang digagas oleh Puskesmas Barong Tongkok dalam rangka menekan dan menurunkan angka kematian ibu dan bayi yang masih terjadi di Kutai Barat akibat persoalan yang kompleks. Luas wilayah Kecamatan Barong Tongkok adalah 430,58 km² dengan jumlah penduduk sebanyak 31.746 jiwa (data Disdukcapil Kutai Barat Tahun 2020) dan bidan yang bertugas di wilayah ini sejumlah 21 orang. Permasalahan muncul karena masih banyak terjadi kehamilan di usia muda (35 tahun) saat hamil. Selain itu juga terdapat ibu yang jarak antara persalinan terakhir dan kehamilan berikutnya terlalu dekat. Akibatnya, ibu menjadi kurang gizi, terjadi komplikasi, keguguran, dan/atau tidak mempersiapkan persalinan dengan baik yang berujung pada kematian bayi yang baru lahir. Permasalahan lainnya adalah masih banyak rumah tangga yang tidak memiliki kendaraan pribadi atau kendaraan yang memadai untuk membawa ibu yang akan bersalin ke faskes tepat pada waktunya.

Berbagai permasalahan tersebut mendorong Puskemas Barong Tongkok berinovasi dengan mengoptimalkan konsultasi antara ibu hamil dan bidan di mana saja dan kapan saja melalui program CHABIDA COMBO (Chat Bidan Anda Dimana Saja) sehingga ibu hamil dapat menjalani kehamilan yang sehat dan merencanakan persalinan dengan lebih baik. Kemudian melalui program JEMBATAN (Jemput dan Antar Ibu Melahirkan) ibu yang akan bersalin terbantu untuk dapat sampai di faskes tepat waktu karena pihak Puskesmas bekerja sama dengan Pemerintah Kampung untuk menyediakan kendaraan antar jemput. Berikutnya dalam TEKA TEKI ada program BIDUK PERAHU (Bidan dan Dukun Pantau Kesehatan Ibu) yaitu kerja sama tenaga medis dengan Dukun Kampung dalam memantau kondisi ibu yang merasa lebih nyaman didampingi Dukun Kampung saat persalinan.

Penerapan inovasi TEKA TEKI sejak tahun 2018 berdampak terhadap penurunan angka kematian bayi di wilayah Kecamatan Barong Tongkok yang pada tahun 2018 terjadi 10 kasus menjadi hanya 3 kasus kematian bayi karena kondisi kesehatan ibu yang terpantau selama kehamilan serta rencana persalinan yang matang. Harapan kami inovasi ini dapat membawa manfaat yang lebih luas lagi melalui replikasi dan pengembangan di Puskesmas lain yang ada di Kabupaten Kutai Barat bahkan puskesmas-puskesmas yang ada di Nusantara yang memiliki persoalan yang serupa. Kami siap bekerjasama dengan pihak manapun demi kesehatan dan keselamatan ibu dan bayi.