Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
Program Digitalisasi Buku Letter C Desa (Protades)
Jenis Instansi: Kabupaten
Instansi: Pemerintah Kabupaten Kendal
UPP: Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa
Wilayah: Kendal
Penghargaan: TOP 45/2021
Tahun: 2021
Kategori SDG’s: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
Tag: digital, dokumen pertanahan, pertanahan
Dokumen pertanahan di tingkat desa merupakan aset desa yang sangat penting dan perlu untuk dilestarikan keberadaannya. Salah satunya adalah Buku Letter C Desa yang terdapat di setiap desa/kelurahan di Indonesia. Buku Letter C Desa dijadikan sebagai bukti kepemilikan tanah serta data dasar dalam pembuatan sertifikat tanah. Buku Letter C Desa memuat sejarah pertanahan tingkat desa. Saat ini pemerintah sedang mengupayakan percepatan pemberian kepastian hukum kepemilikan tanah melalui Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) yang tertuang dalam Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 6 Tahun 2018 tentang Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap. PTSL melibatkan berbagai pihak salah satunya adalah Pemerintah Desa. Salah satu sumber informasi tertulis mengenai kepemilikan tanah yang memuat sejarah/riwayat perjalanan perpindahan kepemilikan tanah adalah Buku Letter C Desa.
Kegiatan Program Digitalisasi Buku Letter C Desa dimulai dengan identifikasi dan penilaian terhadap fakta masalah yang terjadi di pemerintah desa. Permasalahan tersebut terkait dengan pelayanan pertanahan di tingkat desa yang sangat lama karena masih menggunakan pencarian manual, dokumen Letter C Desa yang umurnya sudah tua dan rentan kerusakan, masih tingginya angka sengketa pertanahan yang terjadi, manipulasi dan penyalahgunaan dokumen oleh oknum perangkat desa, serta sistem pencatatan riwayat tanah yang masih berantakan. Semua masalah tersebut apabila ditangani secara tepat dalam kerangka pelayanan pertanahan yang berkualitas dengan memanfaatkan teknologi, maka akan mempermudah tercapainya target pemerintahan yang baik.
Pelaksanaan kegiatan Program Digitalisasi Buku Letter C Desa yang mengusung tema Gerakan Penyelamatan Arsip Pertanahan Desa merupakan salah satu upaya penyelamatan aset desa bidang pertanahan untuk jangka panjang melalui teknologi berupa platform aplikasi yang terstruktur dan sistematis. Kegiatan ini tidak lepas dari partisipasi pemerintah pusat, pemerintah daerah serta pemerintah desa sebagai pelaksana untuk membuat kebijakan yang terencana.
POSTER TANADOANG (Pos Pelayanan Kesehatan Hewan Terpadu Tanadoang)
Jenis Instansi: Kabupaten
Instansi: Pemerintah Kabupaten Kepulauan Selayar
UPP: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
Wilayah: Kepulauan Selayar
Penghargaan: TOP 99/2021
Tahun: 2021
Kategori SDG’s: Tanpa Kelaparan
Tag: pelayanan kesehatan hewan, kesehatan hewan, peternakan, pertanian
Permasalahan utama yang dihadapi dalam sistem pelayanan kesehatan hewan adalah tingginya jumlah kematian ternak sapi setiap tahunnya. Pada tahun 2017 hingga 2018, kematian mencapai 279 ekor akibat penyakit karena sistem pemeliharaan yang ekstensif, ditunjang dengan kurangnya pelaporan oleh peternak dan keterbatasan jumlah petugas kesehatan hewan dalam memberikan pelayanan secara aktif di Kabupaten Kepulauan Selayar. Kabupaten ini wilayahnya terdiri dari pulau-pulau, sehingga pelayanan kesehatan hewan tidak optimal. Berdasarkan permasalahan tersebut, pada tahun 2019 dibentuk dan diimplementasikan inovasi pelayanan kesehatan hewan Poster Tanadoang sebagai solusi yang tepat.
Poster Tanadoang merupakan inovasi pelayanan jasa medik veteriner di pedesaan dengan melibatkan sinergitas stakeholder terkait yaitu Petugas Penyuluh Pertanian dan Perangkat Desa yang pelaksanaannya lebih mengedepankan pendekatan budaya komunikasi masyarakat melaporkan penyakit ternak berbasis social messaging disebut Call Centre Ternak untuk memberikan respon pelayanan cepat petugas kurang dari 24 jam dan pendataan rekam medis. Hasilnya adalah Kartu Kesehatan Poster Tanadoang, yang merupakan bentuk pelayanan kesehatan hewan secara pasif. Selain itu, petugas bersama stakeholder terkait memberikan pelayanan kesehatan hewan secara aktif berdasarkan Standar Operasional Prosedur pelayanan kesehatan hewan dengan melakukan kunjungan rutin dan terjadwal pada setiap Posko Poster Tanadoang yang telah terbentuk di Desa.
Layanan Call centre ternak telah memberikan dampak positif terhadap peningkatan pelaporan penyakit oleh peternak sebesar 130,6%, yaitu dari 173 laporan menjadi 399 laporan. Dengan adanya sinergitas stakeholder terkait , respon pelayanan menjadi lebih cepat dan dapat menurunkan angka kematian sapi sebesar 45,52%, yaitu dari 279 ekor menjadi 152 ekor dan jumlah ternak yang dilayani meningkat 17,69% dari 3.702 ekor menjadi 4.357 ekor. Berdasarkan survey evaluasi inovasi indikator kualitas pelayanan kesehatan hewan menjadi terukur dengan respon pelayanan petugas kurang dari 24 jam, diperoleh indeks kepuasan masyarakat sebesar 4,03, indeks pelayanan sebesar 80,6 dengan kategori mutu pelayanan B yang berarti mutu pelayanan dari Inovasi Poster Tanadoang adalah baik.
Strategi keberlanjutan dari inovasi poster tanadoang yaitu dengan adanya advokasi dengan diterbitkannya Keputusan Bupati tentang Tim Inovasi dan penganggaran tertuang dalam RPJMD 2021-2026; terjalinnya komunikasi partisipatif antara peternak, stakeholder dan petugas; pemberdayaan masyarakat dan peningkatan kapasitas SDM kesehatan hewan di Desa dengan menggunakan Anggaran Dana Desa; serta pelayanan kesehatan hewan tetap berpedoman pada SOP.
