07 May, 2026

Direktori Inovasi

6 mins read

Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai

Pencarian Inovasi

654

KA’BAH WILDA (Kayapu Membawa Berkah untuk Wilayah Daha)

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan

UPP: Dinas Pertanian

Wilayah: Hulu Sungai Selatan

Penghargaan: TOP 99/2021

Tahun: 2021

Kategori SDG’s: Tanpa Kelaparan

Tag: pertanian, petani, tanaman lokal, kelompok tani

Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) memiliki tiga kawasan pertanian seluas 32.936 Ha terdiri kawasan rawa lebak 12.678 Ha, kawasan dataran 15.298 Ha dan kawasan pegunungan 4.960 Ha. Daerah rawa lebak terdapat di wilayah Daha meliputi Kecamatan Daha Selatan, Daha Utara dan Daha Barat dengan jumlah penduduk 85.201 jiwa (35,57% jumlah penduduk HSS). Sebagian besar mata pencaharian penduduknya di sektor pertanian (usaha tani padi).

Permasalahan yang dihadapi petani lahan rawa lebak pertama adalah tanaman gulma/tanaman pengganggu, yaitu sekitar 30-40% gulma tumbuh bersamaan dengan tanaman padi. Tanaman tersebut dapat menghambat pertumbuhan padi dan akhirnya menurunkan produktivitas. Kedua, jadwal tanam padi dilakukan awal musim kemarau yaitu menunggu air surut, sehingga sangat rentan kekeringan lahan. Ketiga, membutuhkan biaya produksi yang cukup tinggi, terutama biaya tenaga kerja pembersihan lahan, BBM dan pemupukan. Upaya menyelesaikan tiga permasalahan tersebut dilakukan terobosan inovasi KA’BAH WILDA (Kayapu Membawa Berkah untuk Wilayah Daha).

Inovasi ini dengan memanfaatkan tanaman lokal, tumbuh liar dan berkembang biak di daerah perairan lahan rawa lebak yaitu tanaman Kayapu (Pistia stratiotes L) yang dimanfaatan sebagai mulsa alami/penutup tanah pada budidaya usaha tani padi. Mulsa alami ini berfungsi menekan pertumbuhan gulma, menjaga kelembaban tanah agar tidak terjadi kekeringan lahan pada musim kemarau dan menurunkan biaya produksi.

Tahun 2020 penerapan Inovasi di wilayah Daha sebanyak 98 kelompok tani dengan luasan 2.957 Ha. Penerapan inovasi oleh petani, pendampingan dan penyuluhan oleh penyuluh pertanian yang dibekali buku saku SOP pemanfaatan kayapu sebagai mulsa, monitoring dan evaluasi oleh Dinas Pertanian. Masa pandemi Covid-19 tidak berpengaruh besar. Aktivitas penerapan inovasi sesuai SOP dengan memperhatikan protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker dan menjaga jarak.

Dampak Inovasi yaitu efisiensi biaya produksi. Tanpa menerapkan inovasi biaya mencapai Rp 4.048.000/Ha sedangkan yang menerapkan inovasi hanya Rp 847.000/Ha sehingga terjadi efisiensi Rp 3.201.000/Ha. Total efisiensi penerapan inovasi Rp 9.465.357.000 dengan luas lahan 2.957 Ha. Selain itu juga terjadi peningkatan produktivitas. Pada tahun 2020, produktivitas padi yang menggunakan kayapu sebesar 4,97 Ton/Ha sedangkan tanpa kayapu hanya 4,67 Ton/Ha.

Untuk menjamin dan memastikan keberlanjutan Inovasi, dilakukan penandatanganan nota kesepakatan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) dengan Dinas Pertanian Kabupaten HSS. Gapoktan menjadi unit kerja sama, percontohan, yang memotivasi anggotanya dalam penerapan inovasi. Dinas Pertanian sebagai pembina, pengambil kebijakan/program, dan pelaksana monitoring dan evaluasi atas inovasi. Selain itu, diterbitkan pula Peraturan Bupati HSS Nomor 71 Tahun 2019 tentang Pedoman Bantuan Premi Asuransi Usahatani Padi dan Peraturan Daerah Nomor 1 Tahun 2009 tentang Kawasan Agropolitan.

Inovasi telah direplikasi daerah-daerah sekitar dan berpotensi untuk direplikasi oleh daerah lain karena mudah diterapkan pada lahan dengan karakteristik sama yaitu rawa lebak.

APAM Barabai (Aplikasi Pasien dan Aduan Masyarakat Barabai)

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah

UPP: RSUD H. Damanhuri Barabai

Wilayah: Hulu Sungai Tengah

Penghargaan: TOP 45/2021

Tahun: 2021

Kategori SDG’s: Industri, Inovasi dan Infrastruktur

Tag: digital, aplikasi, web, kesehatan, pelayanan kesehatan

Dalam Upaya meningkatan kualitas pelayanan dan kemudahan bagi pasien untuk mendaftar di rumah sakit, RSUD H. Damanhuri Barabai mulai berinovasi dengan mengembangakan Aplikasi APAM Barabai (Aplikasi Pasien dan Aduan Masyarakat Barabai) Aplikasi ini berbasis android dan diperuntukan bagi pasien yang ingin mendaftar online di Rumah Sakit Umum Daerah H. Damanhuri Barabai. Selain itu, terdapat fitur aduan jika ada keluhan dan ketidakpuasan terhadap layanan di RSHD Barabai.

Aplikasi ini hadir pertama di Provinsi Kalimantan Selatan dan diluncurkan tanggal 8 Desember 2017 sebagai aplikasi pendaftaran pasien online. Karena manfaat dan kemudahannya, aplikasi ini banyak diadopsi oleh rumah sakit lain. Aplikasi APAM Barabai ini bersifat kode sumber terbuka artinya bebas dipakai dan bisa juga dikembangkan oleh rumah sakit lain yang ingin mengadopsinya.

Aplikasi APAM Barabai ini menyediakan beberapa fitur di dalamnya yakni pendaftaran pasien online, informasi ketersediaan kamar inap, jadwal dokter, pengaduan, bukti booking, riwayat pemeriksaan, riwayat resep obat, riwayat diagnosa dan barcode rujukan online dari BPJS Kesehatan ke RSUD H. Damanhuri. Dengan adanya aplikasi ini, pasien yang telah terdaftar di sistem bisa mendaftar secara online untuk berobat di Poliklinik Rawat Jalan RSUD H. Damanhuri Barabai. Pasien juga bisa mengetahui informasi Poliklinik apa saja yang buka, mengetahui dokter siapa saja yang terjadwal, melihat riwayat perawatannya baik itu diagnosa maupun obat yang diberikan, hingga menggunakan fitur aduan.

Melalui fitur pengaduan dalam aplikasi, masyarakat secara langsung terlibat dalam pelayanan di RSUD H. Damanhuri Barabai karena dapat memberikan aduan, saran, dan penyampaian aspirasi terkait permasalahan sebagai bentuk kebebasan berpendapat. Bentuk pengaduan dan pelaporan tersebut merupakan pengendalian dan bentuk partisipasi masyarakat yang dapat dilakukan langsung oleh masyarakat kepada pemerintah yang merupakan lembaga penyedia pelayanan publik. Dengan demikian diharapkan pemerintah dapat memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat.

Aplikasi ini sangat cocok dikembangkan di era digital karena aplikasi dapat diunduh langsung di Google Playstore. Pasien yang telah memiliki nomor rekam medik dan telah mengunduh aplikasi APAM pada ponselnya dapat langsung mendaftar online. Selanjutnya, pasien bisa langsung ke poliklinik tujuan tanpa harus mengantre di loket pendaftaran. Aplikasi APAM Barabai ini sangat cocok diterapkan saat pandemi Covid-19 untuk mengurai antrean.

Dalam rangka mendukung keberlanjutan penggunaan aplikasi ini, nantinya akan dilakukan update aplikasi secara berkala sesuai dengan kebutuhan pelayanan Rumah Sakit berupa Telemedicine, E-Payment dan monitoring layanan apotek. Sosialisasi dan publikasi mengenai Aplikasi APAM kepada masyarakat juga dilakukan melalui media sosial Rumah Sakit, radio serta media online lainnya dan melalui pemasangan spanduk di seluruh Puskesmas di Hulu Sungai Tengah.