Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
Integrated Collection System: Solusi Pengumpulan Data Multi Moda Terintegrasi
Jenis Instansi: Lembaga
Instansi: Badan Pusat Statistik
UPP: DIREKTORAT SISTEM INFORMASI STATISTIK
Wilayah: DKI Jakarta
Penghargaan: Top 45/2022
Tahun: 2022
Kategori SDG’s: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
Tag: Efektifitas Institusi Publik untuk Mencapai TPB
Modernisasi proses bisnis kegiatan statistik dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) dengan mengacu kepada Statistical Business Framework and Architecture (SBFA). Pengumpulan data sebagai aktivitas utama BPS didukung oleh Corporate Statistical Infrastructure (CSI) Collection, yang menjadi landasan dibangunnya Integrated Collection System (ICS).ICS merupakan solusi dari kebutuhan aplikasi pendataan dinamis dan memungkinkan BPS melakukan pengumpulan data secara terintegrasi dengan menggunakan beberapa moda seperti Computer-Assisted Personal Interviewing (CAPI)- menggunakan gawai; Computer-Assisted Web Interviewing (CAWI)- menggunakan situs web; Desktop Data Entry for Paper and Pencil Interviewing (PAPI)- menggunakan kuesioner kertas; dan External Data Acquisition- melalui pertukaran data. ICS mereformasi cara BPS mengumpulkan data: ICS menyederhanakan desain kuesioner (menggunakan satu desain untuk moda CAPI, CAWI dan PAPI); mengurangi tahapan pemrosesan dengan ICS-CAPI dan ICS-CAWI (terdapat efisiensi waktu sehingga analisis data dapat dilakukan hampir real-time, dan waktu tunggu untuk menghasilkan statistik semakin cepat); dan juga mengintegrasikan data yang dikumpulkan dengan berbagai moda. Keberhasilan ICS di antaranya adalah mendukung Sensus Penduduk Online (SPO) 2020: 51.360.072 penduduk berpartisipasi mandiri dengan ICS-CAWI; dengan partisipasi SPO mencapai 19% dari penduduk Indonesia, jika pada pendataan lapangan SP2010 memerlukan waktu 17 bulan untuk rilis angka resmi sejak kegiatan pendataan lapangan berakhir, pada SP2020 dapat rilis 4 bulan sejak pendataan berakhir.
http://s.bps.go.id/ics-video
Difagana, Pioner Penanggulangan Bencana Berbasis Inklusi
Jenis Instansi: Provinsi
Instansi: Pemerintah Provinsi D. I. Yogyakarta
UPP: Dinas Sosial DIY
Wilayah: DI Yogyakarta
Penghargaan: Top 45/2022
Tahun: 2022
Kategori SDG’s: Berkurangnya Kesenjangan
Tag: Pelayanan Publik yang inklusif dan berkeadilan
Difagana, akronim dari Difabel Siaga Bencana, adalah organisasi sukarelawan penanggulangan bencana yang berisi penyandang disabilitas. Difagana diinisiasi Dinas Sosial DIY berkolaborasi dengan Handicap Internasional (Humanity and Inclusion). Didasari konsep peer to peer, yakni memberdayakan difabel untuk sesama penyandang disabilitas, Difagana menjadi pelopor manajemen penanggulangan bencana inklusif dan akesibel, yang memiliki sensitivitas terhadap kebutuhan sesama penyandang disabilitas.Sebelumnya, difabel terdampak bencana kurang tertangani dengan baik akibat minimnya pemahaman terhadap kebutuhan mereka. Penyandang disabilitas dipandang sebagai objek dan kurang akses partisipasi. Namun kini, Difagana telah membawa para difabel memberikan dampak signifikan dalam setiap fase penanggulangan bencana. Sebanyak 125 anggota Difagana di 47 wilayah kecamatan bersiaga untuk 18.136 difabel lain yang tinggal di 58 kecamatan rawan bencana alam di DIY. Difagana berhasil mendampingi 355 orang korban gempa di Sembalun, Lombok Timur, 586 orang difabel korban gempa, tsunami dan lekuefaksi Sulawesi Tengah, dan lebih dari 3.250 difabel penerima vaksinasi Covid-19 di DIY. Difagana juga hadir secara digital dalam Difagana Disaster Emergency Support (Difgandes), aplikasi ramah difabel untuk membantu penyandang disabilitas dalam situasi bencana. Difagana adalah wujud inklusivitas dan keadilan layanan penanggulangan bencana yang mudah diakses, partisipatif dan setara. Tahun 2017, Difagana diapresiasi Menteri Sosial RI sebagai gagasan out of the box dari DIY.
https://youtu.be/N4FIgfOGBN8
