07 May, 2026

Direktori Inovasi

6 mins read

Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai

Pencarian Inovasi

654

RITMIK ENERJIK (Rujukan Terintegrasi Infark Miocard dan Kasus Emergensi Jantung dengan Penanganan Komprehensif)

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Bojonegoro

UPP: RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo

Wilayah: Jawa Timur

Penghargaan: TOP 99/2021

Tahun: 2021

Kategori SDG’s: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Tag: penyakit jantung, jantung, kematian, kesehatan, mortalitas

Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia. Rendahnya pengetahuan masyarakat dalam mengenali tanda awal serangan jantung dan belum adanya sistem penanganan kegawatdaruratan jantung yang berbasis jejaring antar fasilitas kesehatan menyebabkan keterlambatan penanganan dan tingginya angka kematian. Penanganan kegawatdaruratan jantung memerlukan kecepatan, ketepatan dan keakuratan.

RITMIK ENERJIK adalah inovasi yang menjawab permasalahan tersebut, dibentuk pada tahun 2018 dengan anggota Puskesmas dan Rumah Sakit sebanyak 13Inovasi ini dimulai dari penanganan pasien kegawatdaruratan jantung di FKTP, dikonsultasikan ke dokter spesialis jantung melalui group Whatsapp (WA). Data pasien baik klinis maupun pemeriksaan penunjang dikirimkan melalui pesan WA. Dokter spesialis jantung bertugas memberikan jawaban apakah pasien memerlukan rujukan atau tidak. Jika perlu, diberikan perintah terapi awal yang dapat dilakukan di FKTP dan memastikan stabilisasi pasien selama proses rujukan. Setelah pasien tiba di RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo, dokter spesialis jantung dan seluruh unit sudah siap memberikan penanganan dengan response time cepat. RSUD Dr. R. Sosodoro Djatikoesoemo merupakan satu-satunya RS di Kabupaten Bojonegoro yang memiliki fasilitas cathlab untuk pemasangan ring jantung serta tindakan minimal invasif lainnya sehingga penatalaksanaan kasus kegawatdaruratan jantung dapat dilakukan secara komprehensif.

Pelaksanaan inovasi ini telah memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat, utamanya dalam menurunkan angka mortalitas (kematian) dan morbiditas (kecacatan) yang diakibatkan oleh kasus kegawatan jantung. Data dari ICCU menunjukkan bahwa hasil penanganan kegawatdaruratan jantung menjadi lebih baik. Hal ini dibuktikan dengan peningkatan jumlah kasus yang ditangani, dari sebanyak 290 kasus dengan angka kematian 22 kasus pada tahun 2018, menjadi 36kasus tertangani dengan 35 kasus kematian. Sedangkan pada tahun 2020 terdapat 274 kasus tertangani dengan 31 kasus kematian.

Strategi Keberlanjutan inovasi ini ada 3 yaitu:
Strategi institusional: Terdapat Surat Keputusan (SK) Direktur tentang Pemberlakuan Grup WA, Tim Pengelola Grup WA dan Tim Peningkatan Kompetensi serta adanya panduan dan standard prosedur operasional (SPO) penatalaksaan pasien melalui RITMIK ENERJIK.
Strategi Sosial: Melakukan edukasi ke masyarakat tentang tanda dan gejala awal serangan jantung.
Strategi Manajerial: Tersedianya anggaran pendidikan dan pelatihan, workshop, dan seminar bagi tenaga Kesehatan di Rumah Sakit dan FKTP seperti dokter spesialis jantung, dokter umum dan perawat, serta pengembangan sarana-prasarana dan pemeliharaan secara berkala terhadap fasilitas.

Inovasi ini cukup sederhana, dapat diterapkan di rumah sakit lain yang sudah memiliki fasilitas pelayanan seperti ruang ICCU maupun cathlab. Diharapkan inovasi ini dapat dijalankan secara berkelanjutan dan dapat dikembangkan lebih luas serta diintegrasikan dengan Public Safety Center (PSC) untuk memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

GERMALA TRIK JITU CINTA BACA

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Bondowoso

UPP: UPTD SPF SDN Pancuran 1

Wilayah: Jawa Timur

Penghargaan: TOP 99/2021

Tahun: 2021

Kategori SDG’s: Pendidikan Berkualitas

Tag: perpustakaan, pendidikan, sekolah

SDN Pancuran 1 Bondowoso tidak memiliki perpustakaan, koleksi buku bacaan terbatas, dan kegiatan literasi tidak terprogram. Ini menyebabkan minat baca siswa rendah. Kondisi tersebut mendorong terwujudnya inovasi “Germala Trik Jitu Cinta Baca”. Tujuan Germala adalah meningkatkan minat baca siswa, mengembangkan bakat siswa, mewujudkan insan literat, dan menjadikan kegiatan membaca sebagai budaya.

Germala terdiri dari lima langkah:
1) Gerbong Maut (Gerobak Dorong Membaca Rutin), berupa perpustakaan mini mirip seperti Monumen Gerbong Maut bersejarah di Bondowoso, yang beroperasi di halaman dan mudah dipindahkan. Sebagai bukti siswa membaca, tercatat riwayat pada buku jurnal berisi kolom nomer, hari tanggal, judul buku yang dibaca, amanah, halaman, dan tanda tangan.
2) OMSUBA (Optimalkan Sudut Baca). Sudut baca yang berada di ruang kelas sebagai sarana membaca 15 menit sebelum KBM. Pelaksanaan Omsuba dilakukan dengan media “pohon aksi”. Siswa yang membaca lima kali diberi daun, yang menulis karya diberi bunga, dan jika memprentasikan diberi satu buah yang dirangkai menjadi pohon aksi. Siswa yang berhasil merangkai pohon aksi yang lebat diberi medali dan dinobatkan sebagai “Duta Baca”.
3) Sapu Sama (Satu Puisi Satu Manisan) sebagai ajang melatih siswa menulis puisi. Puisi ditukar sebungkus manisan. Puisi diterbitkan menjadi buku antologi puisi ber-ISBN.
4) Mimi Berani (Mimbar Mini Berani), berada di halaman sekolah sebagai ajang melatih siswa berani tampil. Siswa mengekspresikan kemampuan mereka misalnya membaca puisi, pantun, mengagaji, adzan, bercerita, dan pidato.
5) Kera Gantung (Keranjang Gantung), merupakan rak buku yang terdapat di ruang guru dan kepala sekolah berisi buku referensi.

Selama Covid-19 inovasi Germala dilakukan melalui kegiatan OBAMA. Obama atau optimalkan membaca bersama keluarga. Kegiatan selama Obama didokumentasikan dalam bentuk karya foto atau video. Hasilnya disampaikan melalui grup Whatsapp. Membaca di rumah ada beberapa ketentuan yaitu: orang tua tidak boleh mengaktifkan ponsel, sambil menonton televisi, dan tidak diperkenankan mengobrol. Manfaat OBAMA adalah mewujudkan keluarga yang cinta membaca dan bisa ditularkan pada masyarakat sekitar yang lebih luas.

Germala awalnya direplikasi di dua sekolah. Terbitnya Peraturan bupati tahun 2021 tentang Gelida (Gerakan Literasi Daerah) mendorong replikasi inovasi ini di seluruh SD/SMP dan semua instansi di Kabupaten Bondowoso.

Dampak dan hasil yang diperoleh antara lain: meningkatkan minat baca siswa; terwujudnya karya siswa dan guru; siswa berani tampil pada kegiatan PHBI dan PHBN; tersedianya Perpustakaan Mini Gerbong Maut, Sudut Baca, dan Kera Gantung; tersedianya koleksi buku yang cukup; membaca menjadi lebih optimal; kegiatan literasi semakin terarah dan terprogram; munculnya figur orang yang senang membaca; serta menjadi program unggulan pemerintah daerah yaitu GELIDA (Gerakan Literasi Daerah).