07 May, 2026

Direktori Inovasi

6 mins read

Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai

Pencarian Inovasi

654

ASRI (Anak Sehat Rohani Jasmani dengan Sikat Gigi, Cuci Tangan, dan Bersuci)

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Agam

UPP: Puskesmas Padang Lua

Wilayah: Sumatera Barat

Penghargaan: TOP 99/2021

Tahun: 2021

Kategori SDG’s: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Tag: puskesmas, kemiskinan, kesehatan, perilaku hidup bersih sehat

Hasil Riskesdas Tahun 2018 menyatakan hanya 2,8% penduduk Indonesia menyikat gigi secara benar. Adapun prevalensi gigi berlubang anak usia dini mencapai 93%, artinya hanya 7% anak Indonesia bebas karies. Puskesmas Padang Lua Kecamatan Banuhampu Kabupaten Agam mempunyai 24 Sekolah Dasar, dan dari hasil evaluasi program Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) dan program Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) anak sekolah tahun 2018 diketahui tingkat pengetahuan anak tentang cara menyikat gigi dan CTPS sudah baik, mencapai 89% anak mampu memperagakan kegiatan tersebut. Akan tetapi, prevalensi karies masih tinggi, penyakit cacing anemi masih ada, sehingga dapat disimpulkan bahwa pengetahuan anak belum tercermin dalam perilaku kehidupan sehari-hari, disebakan belum adanya air dan sarana sanitasi yang baik, demonstrasi Sikat Gigi dan CTPS belum efektif dan efisien, yang menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan sisa dari limbah kegiatan berserakan dan hal ini akan meyebabkan penularan penyakit secara cipratan air ludah (droplet). Begitu juga dengan berwudhu yang merupakan cara umat Islam dalam bersuci menggunakan air sebelum melaksanakan ibadah sholat di sekolah.

Asri (Anak Sehat Jasmani Rohani dengan Sikat Gigi,Cuci Tangan, Bersci ) adalah inovasi pada program Upaya Kesehatan Masyarakat ( UKM ) mengintegrasi demonstrasi sikat gigi, cuci tangan dan berwudhu, dengan menggunakan sarana air bersih serta sanitasi yang baik berupa kran air yang terpasang pada pipa atau sejenisnya. ASRI dilaksanakan secara berkelompok, yaitu 10-30 orang setiap hari di sekolah. Sholat berjamaah dapat di laksanakan tanpa harus menunggu antrian berwudhu. ASRI Menanamkan prinsip murah, diperluas, berkesinambungan, serta menerapkan pola gunakan-jaga-pelihara pada anak serta berjalan dengan komitmen bersama pemangku kebijakan dan masyarakat.

Perubahan prilaku tersebut berdampak terhadap penurunan angka karies gigi pada gigi geraham pertama pada murid kelas V dan VI, penyakit diare, kulit, penyakit saluran pernafasan, serta penyakit menular lainnya sehingga tercapainya derajat kesehatan anak baik secara jasmani maupun rohani melalui pemahaman dan pengalaman gaya hidup bagi anak secara dini serta mendukung dalam capaian nasional SDGs. Sekolah ASRI telah berkembang menjadi sekolah Adywiata, Sekolah Sehat. Di masa pandemi COVID-19 sekolah telah mempunyai sarana yang menjadi persyaratan untuk tatap muka di sekolah dan anak-anak telah terbiasa melaksanakan CTPS jauh sebelum pandemi dengan mengembangkan Standar Operasional Prosedur (SOP) kegiatan yang sudah ada untuk menghadapi adaptasi kebiasaan baru.

ASRI dapat diterapkan di sekolah tidak hanya di Kabupaten Agam tapi di seluruh Indonesia. Organisasi Profesi Terapis Gigi dan Mulut (PTGMI) memberikan apresiasi dengan memberi kesepatan untuk memperkenalkan ASRI pada tingkat nasional maupun daerah melalui workshop yang dilaksanakaan Dinas Pendidikan.

PUBERTAS (Puskesmas Berjalan Di Tapal Batas)

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Balangan

UPP: UPTD Puskesmas Uren

Wilayah: Kalimantan Selatan

Penghargaan: TOP 45/2021

Tahun: 2021

Kategori SDG’s: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Tag: puskesmas, pelayanan kesehatan, jemput bola

Kesehatan merupakan investasi dalam mendukung pembangunan nasional. UUD 1945 mengamanatkan kesehatan sebagai hak asasi manusia. Pelayanan kesehatan adalah urusan wajib pemerintahan. Tantangan terbesarnya adalah memastikan masyarakat yang hidup di daerah tertinggal dan terpencil memiliki akses terhadap pelayanan kesehatan yang memadai.

UPTD Puskesmas Uren merupakan kategori Puskesmas Terpencil (berdasarkan SK Bupati Balangan Nomor 188.45/376/KUM Tahun 2016 tentang Penetapan Kategori Puskesmas di Kabupaten Balangan Berdasarkan Karakteristik Wilayah Kerja dan Kemampuan Penyelenggaraan Pelayanan Kesehatan). Wilayah kerja UPTD Puskesmas Uren meliputi 7 desa, termasuk di antaranya adalah 6 dusun terpencil (yaitu Dusun Libaru Sungkai, Dusun Andamai, Dusun Kurihai, Dusun Sawang, Dusun Ambata dan Dusun Tanjungan Jalamu) yang topografinya bergunung-gunung, dan tidak dapat diakses dengan sarana transportasi. Kendaraan roda dua hanya mampu mendekat hingga jarak 1–4 jam jalan kaki. Kondisi ini berpengaruh negatif terhadap tingkat/angka kunjungan masyarakat dari 6 dusun tersebut ke fasilitas layanan kesehatan yang tersedia.

Mata pencaharian mayoritas penduduk di 6 dusun terpencil tersebut adalah berladang berpindah. Tradisi atau gaya hidup turun-temurun masyarakatnya pula untuk membangun pondok tempat tinggal di dekat ladangnya, tidak peduli lokasinya jauh dari rumah mereka di perkampungan asal. Akibatnya, perkampungan lebih sering dalam kondisi kosong. Umumnya, mereka kembali ke perkampungan setelah panen atau sesuai keperluan adat/tradisi. Hal ini juga menjadi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan.

Kegiatan PUBERTAS bersifat semi-jemput bola, yaitu mendekatkan pelayanan sehingga lebih mudah diakses, sekaligus menstimulasi masyarakat sasaran untuk aktif berpartisipasi, yaitu datang dan berkumpul dalam pelaksanaan pelayanan kesehatan. PUBERTAS bertujuan untuk memaksimalkan cakupan sasaran pelayanan dengan menekankan pelayanan promotif dan preventif, tanpa mengabaikan pelayanan kuratif dan rehabilitatif.

Pelaksanaan pelayanan PUBERTAS memakan waktu 2 hari 1 malam setiap kalinya. Malam hari juga, karena masyarakat terkumpul lebih banyak saat malam hari. Semua jenis pelayanan di Puskesmas Uren dapat diberikan dalam kegiatan PUBERTAS. Segala kebutuhan bahan kontak ter-cover oleh anggaran.

Di tahun pertama PUBERTAS (2015), angka kunjungan sakit lebih tinggi daripada kunjungan sehat. Jumlah kunjungan meningkat setiap tahun, dengan persentase kunjungan sehat terus konsisten naik mencapai 72,24% (2019) dan 76,66% (2020).

Untuk menjamin keberlanjutan kegiatan PUBERTAS, dilakukan penambahan tenaga kesehatan, peningkatan kerja sama lintas sektor, dan dukungan anggaran. Pada 2015 PUBERTAS didanai DAK. Agar lebih terjamin, mulai 2016 PUBERTAS didanai dengan APBD, dengan anggaran yang konsisten naik.

Beberapa replikasi PUBERTAS di Kabupaten Balangan di antaranya SD Kecil (oleh Disdik) jemput bola rekam data e-KTP (Disdukcapil), santuan kematian dan pembangunan KAT (Dinsos) dan diseminasi informasi melalui pemutaran film (Diskominfo).