Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
Aplikasi Internet Reactor Laboratory sebagai Media Pembelajaran Fisika Reaktor (API RELA MEMBARA)
Jenis Instansi: Lembaga
Instansi: Badan Tenaga Nuklir Nasional
UPP: Pusat Sains dan Teknologi Akselerator
Wilayah: DKI Jakarta
Penghargaan: TOP 99/2021
Tahun: 2021
Kategori SDG’s: Pendidikan Berkualitas
Tag: aplikasi, praktikum, nuklir, pembelajaran, BATAN
Aplikasi Internet Reactor Laboratory sebagai media pembelajaran fisika reaktor (API RELA MEMBARA) telah masuk dalam Top 99 pada KIPP 2020 dan diajukan kembali setelah dikembangkan dengan beberapa inovasi layanan baru dan kesesuaian dengan tatanan normal. Inovasi yang digagas oleh PSTA-BATAN ini adalah media pendidikan dan praktikum daring secara realtime yang berbasis website, database dan video conference untuk pembelajaran praktikum fisika inti dan fisika reaktor serta pemasyarakatan iptek nuklir melalui kunjungan virtual. Di Indonesia, terdapat lebih dari 90 program studi perguruan tinggi terkait pembelajaran mata kuliah fisika inti dan atau fisika reaktor yang membutuhkan media pembelajaran dan sarana praktikum. Kemitraan dan kerjasama untuk pemanfaatan layanan API RELA MEMBARA hingga saat ini telah dilakukan dengan lebih dari 25 perguruan tinggi.
Seluruh layanan pelanggan mulai dari proses kerjasama, presensi, laporan praktikum, evaluasi, sampai penerbitan sertifikat telah dilakukan secara online sehingga turut mendukung upaya pemerintah dalam mencegah penyebaran COVID-19 di era normal baru, serta pelayanan kepada pelanggan agar lebih cepat dan transparan.
Setiap peserta praktikum cukup menyediakan laptop atau ponsel yang digunakan untuk membuka video conference melalui aplikasi tertentu yang disepakati. Melalui perangkat tersebut, peserta terdaftar dapat mengakses website http://irlkartini. batan.go.id guna melihat dan mengunduh prosedur eksperimen serta data parameter operasi reaktor secara real-time. Dosen dan Instruktur praktikum PSTA akan menjelaskan dengan tampilan data dan visualisasi dari berbagai sudut kamera di reaktor sehingga peserta dapat merasakan suasana praktikum daring senyaman praktikum luring.
Diseminasi layanan terus diperluas agar dapat menjaring semua perguruan tinggi di Indonesia dalam rangka menciptakan SDM unggul di bidang teknologi nuklir. Konsep sharing laboratory seperti layanan ini dapat menekan anggaran pelaksanaan praktikum mahasiswa. Konsep ini juga meratakan aksesabilitas terhadap fasilitas laboratorium dari seluruh Indonesia . Di sisi lain, keuntungan bagi operator fasilitas adalah tambahan anggaran operasional dan perawatan, sehingga menjamin kesinambungan kualitas layanan. API RELA MEMBARA disajikan untuk menjawab tantangan pembangunan SDM unggul Indonesia yang sejalan dengan era revolusi industri 4.0 serta tatanan normal baru. SDM Unggul, Indonesia Maju!
Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK), Untuk Pelayanan yang Berkualitas di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP)
Jenis Instansi: Lembaga
Instansi: BPJS Kesehatan
UPP: Kedeputian Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Primer BPJS Kesehatan
Wilayah: DKI Jakarta
Penghargaan: TOP 45/2021
Tahun: 2021
Kategori SDG’s: Tanpa Kemiskinan
Tag: kesehatan, pelayanan kesehatan, JKN, telekonsultasi, BPJS Kesehatan
Dalam Program JKN-KIS, FKTP merupakan garda terdepan pemberi pelayanan kesehatan yang paling mudah diakses oleh Peserta, dan sampai dengan Desember 2020, jumlah FKTP kerjasama dengan BPJS Kesehatan sebanyak 23.043 (meningkat ±24% dari tahun 2014)
Namun, pertumbuhan FKTP tersebut tidak diiringi dengan perbaikan kualitas pelayanan kesehatannya, yang dapat dilihat dari masih rendahnya pemanfaatan FKTP oleh Peserta JKN-KIS, sistem rujukan berjenjang yang tidak berjalan optimal, tingginya kasus rujukan ke Rumah Sakit yang tidak sesuai tatalaksana dan indikasi medis, serta tidak optimalnya pengelolaan penyakit kronis khususnya penyakit Hipertensi dan Diabetes Mellitus yang saat ini juga merupakan kondisi komorbid bagi pasien Covid-1
Salah satu penyebab rendahnya kualitas pelayanan kesehatan di FKTP adalah belum tersedianya standar kinerja yang mendorong peningkatan kualitas pelayanan kepada Peserta JKN dengan efektif dan efisien. Sementara itu, setiap bulannya FKTP mendapatkan kapitasi yang tidak memperhitungkan capaian kinerjanya, sehingga menyebabkan Peserta JKN tidak mendapatkan pelayanan yang optimal.
Untuk meningkatkan kualitas pelayanan Kesehatan di FKTP, dibuat inovasi pembayaran Kapitasi Berbasis Kinerja (KBK), yaitu penilaian capaian kinerja yang menjadi dasar pembayaran kapitasi. Standar kinerja FKTP meliputi Angka Kontak, Rasio Rujukan Non Spesialistik, dan Rasio Peserta Program Pengelolaan Penyakit Kronis (Prolanis) Terkendali. Standar kinerja FKTP dinilai setiap bulan dan capaiannya menjadi dasar pembayaran kapitasi bagi FKTP. FKTP yang berkinerja mendapatkan kapitasi yang lebih besar.
Inovasi KBK mulai dikembangkan pada 2014 sampai terimplementasi Nasional pada 2018 dan terakhir ditetapkan melalui Peraturan BPJS Kesehatan Nomor 7 Tahun 2019 tentang Petunjuk Pelaksanaan Pembayaran KBK Pada FKTP. Dengan inovasi KBK, dibandingkan tahun 2018 terjadi peningkatan pemanfaatan pelayanan FKTP oleh Peserta JKN-KIS sebesar 18,8% pada tahun 2019, dan peningkatan sebesar 2% pada tahun 2020 meskipun masa pandemi Covid-1
Inovasi KBK memperbaiki sistem rujukan serta meningkatkan pelayanan kesehatan sesuai tatalaksana dan indikasi medis bagi Peserta JKN, yang dilihat dari penurunan rasio rujukan ke FKRTL sebesar 2,3% dari tahun 2018 ke 2020. Inovasi KBK juga berdampak pada terkelolanya 56,85% pasien DM dan Hipertensi yang terdaftar dalam Prolanis dan 19,2% dalam kondisi terkontrol gula darah bagi pasien DM dan tekanan darah bagi pasien Hipertensi tahun 2020. Kondisi ini dapat mengendalikan komorbid Covid-1
Pada masa pandemi Covid-19, dilakukan penyesuaian indikator KBK dengan memperhitungkan pelayanan telekonsultasi sebagai capaian kinerja FKTP, Kebijakan ini meningkatkan 2,33% pemanfaatan pelayanan Kesehatan di FKTP selama masa pandemi.
Inovasi KBK sangat dimungkinkan dapat dikembangkan/dilakukan oleh negara lain yang menyelenggarakan sistem jaminan sosial, dan telah mendapatkan Certificates of Merit dalam ISSA Good Practice Award Asia & The Pasific Competition Tahun 2018.
