Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
SMART GERDANA : Integrasi Sistem Pemanfaatan Sekam dan Tongkol Jagung Sebagai Upaya Mewujudkan Pertanian Sehat Berkelanjutan
Jenis Instansi: Kabupaten
Instansi: Pemerintah Kabupaten Trenggalek
UPP: DINAS PERTANIAN DAN PANGAN
Wilayah: Jawa Timur
Penghargaan: Top 45/2022
Tahun: 2022
Kategori SDG’s: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
Tag: Efektifitas Institusi Publik untuk Mencapai TPB
Lahan pertanian Kabupaten Trenggalek seluas 12.785 hektar dengan mayoritas budidaya padi dan jagung. Budidaya tersebut menghasilkan sekam 1,8 ton/ha dan tongkol jagung 3,92 ton/ha. Pembakaran sisa pertanian di lahan meningkatkan pencemaran udara di Kabupaten Trenggalek dimana tahun 2018 sebesar 13,41 µg/m3 dan tahun 2019 sebesar 16,14 µg/m3. Air dan tanah juga tercemar akibat penggunaan pestisida kimia. Rerata kandungan mikroorganisme dan logam berat sebesar 4,41 MPN/100 ml dan 2,899 ppm sehingga tidak memenuhi syarat mutu air bersih untuk irigasi. Rerata pH tanah sebesar 5,8 tergolong asam.SMART GERDANA merupakan integrasi sistem sekaligus nama instalasi alat ramah lingkungan dengan konsep Dari Alam Untuk Alam. SMART GERDANA memanfaatkan sekam dan tongkol jagung menjadi arang dan asap cair melalui pembakaran tanpa asap dengan instalasi dari barang bekas. Arang digunakan sebagai penyaring air, menjaga kelembapan tanah, dan penetral pH . Asap cair sebagai pestisida nabati untuk mengurangi residu hasil pertanian akibat pestisida kimia.SMART GERDANA mengolah sekam 1,8 ton dalam 1 hari dan 3,9 ton tongkol jagung dalam 2 hari dengan alat pembakar sebanyak 8 unit. Hasil Program yaitu kadar pH tanah meningkat dari 5,8 menjadi 6,9. Kadar logam berat (mg/L) menurun dari 2,899 menjadi 0,206 . Jumlah coliform (MPN/100ml) turun dari 4,41 menjadi 2.
https://youtu.be/mtZlYhM4NeA
Strategi Pencegahan Perkawinan Anak (SIP-PEKA)
Jenis Instansi: Kabupaten
Instansi: Pemerintah Kabupaten Bone
UPP: Bappeda Kabupaten Bone
Wilayah: Sulawesi Selatan
Penghargaan: Top 45/2022
Tahun: 2022
Kategori SDG’s: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Tag: Pelayanan Publik yang inklusif dan berkeadilan
Strategi Pencegahan Perkawinan Anak (SIP-PEKA) dikembangkan karena tingginya kasus perkawinan Anak di Kabupaten Bone terutama di kawasan perdesaan. Sementara di Kabupaten Bone belum ada rumusan strategi intervensi masalah tersebut, secara komprehensif dan terpadu dan masih berjalan sendiri-sendri. SIP-PEKA dilakukan dengan melibatkan berbagai stakeholders baik unsur pemerintah maupun non pemerintah diantaranya: Perguruan Tinggi, Lembaga Swadaya Masyarakat (LPP Bone dan TULODO), Muslimat NU dan Pers. Sasaran programnya adalah PUSPAGA (Pusat Pembelajaran Keluarga), Forum Anak, BKMT, Pokja Desa Sehat, Kelompok Tani, dan sekolah. Uji Coba Inovasi SIP-PEKA telah dilaksanakan di 6 desa piloting, telah direplikasi di 100 desa, serta Kabupaten Wajo dan Luwu Utara.SIP-PEKA berdampak pada peningkatan pemahaman masyarakat tentang dampak perkawinan anak, pencegahan kehamilan usia dini, manajemen kebersihan menstruasi dan pentingnya pendidikan yang pada tahun 2019 berada pada angka 79,4 % meningkat menjadi 86,4 % pada tahun 2021 serta berdampak langsung pada penurunan kasus perkawinan anak dari 746 kasus (2019) menjadi 84 kasus (2021). Program SIPPEKA, memberikan peluang dan akses bagi anak untuk bersekolah ke jenjang lebih tinggi dan menjamin peningkatan kualitas hidup mereka baik laki-laki maupun perempuan sehingga sejalan dengan kategori 1 (pelayanan publik yang inklusif dan berkeadilan).
