Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
Baby STAR (Bayi Sehat Tanpa Asap Rokok)
Jenis Instansi: Kabupaten
Instansi: Pemerintah Kabupaten Pacitan
UPP: Puskesmas Sukorejo, Dinas Kesehatan Kabupaten Pacitan, Jawa Timur
Wilayah: Jawa Timur
Penghargaan: Top 99/2022
Tahun: 2022
Kategori SDG’s: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Tag: Efektifitas Institusi Publik untuk Mencapai TPB
Baby STAR (Bayi Sehat Tanpa Asap Rokok) merupakan program inovasi untuk mengurangi paparan asap rokok di rumah bayi baru lahir. Permasalahan utama adalah akibat adanya budaya tengok bayi sampai ke dalam rumah bayi bahkan sampai masuk kamar bayi yang melibatkan Bapak-bapak yang merokok. Secara garis besar, teknis pelaksanaan kegiatan ini adalah dipasangnya pengumuman “Dilarang Merokok” di rumah bayi baru lahir yang dilaksanakan secara mandiri oleh orang tua bayi. Sehingga budaya tengok bayi masih tetap berjalan, namun dapat dipastikan bahwa tidak ada lagi tamu yang merokok di rumah bayi baru lahir. Dampak yang diperoleh setelah penerapan Baby STAR:Secara intens mengurangi paparan asap rokok di rumah bayi baru lahir.Menurunnya angka kejadian ISPA pada bayi di wilayah Desa Pager Kidul (tahun 2019 = 9 kasus, tahun 2020 = 5 kasus). Program inovasi ini termasuk dalam Kategori 2 KIPP 2022, yaitu Efektivitas Institusi Publik untuk Mencapai TPB (Tujuan Pembangunan Berkelanjutan/ Sustainable Development Goals). Tujuan yang ingin dicapai adalah tujuan ke-3 TPB yaitu Kehidupan yang Sehat dan Sejahtera Target 3.2 (Mengakhiri kematian bayi baru lahir dan Balita yang dapat dicegah) dan Target 3.9 (Secara signifikan mengurangi jumlah kematian dan kesakitan akibat bahan kimia berbahaya, serta polusi dan kontaminasi udara, air, dan tanah).
PANTAU CORONA BERSAMA MASYARAKAT (PANCORANMAS)
Jenis Instansi: Kabupaten
Instansi: Pemerintah Kabupaten Bekasi
UPP: Puskes Lemah Abang
Wilayah: Jawa Barat
Penghargaan: Top 99/2022
Tahun: 2022
Kategori SDG’s: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Tag: Ketahanan Institusi Publik di Masa Pandemi dan Antisipasi di Masa Pasca Pandemi Covid-19
Pada rentang 20 April 2020 sampai tanggal 24 Maret 2022 , jumlah total pasien COVID Puskesmas adalah 3.389 kasus. Kasus harian tertinggi sempat menyentuh angka 451 di tanggal 3 Juli 2020 dan ada yang meninggal dirumah. Rumah Sakit penuh dan kondisi pasien ringan menjadi berat dan berat menjadi meninggal. Sejak COVID merebak Puskesmas melakukan inovasi penanganan COVID melibatkan pemberdayaan masyarakat/lintas sektor dengan nama Pancoranmas (Pantau Corona Bersama Masyarakat). Keterbatasan jumlah tenaga kesehatan dan sumber daya lainnya menjadi tantangan bagi kami. Oleh karena itu kami berupaya menyusun inovasi yang tersistem, terstruktur dan terukur agar tercapai efisiensi dan efektifitas. Kegiatan Pancoranmas meliputi CallCentre Puskesmas ,Triage Online dengan kodifikasi, pembagian tugas, Telemedicine, Testing, Tracing, Treatment dan vaksinasi bersama masyarakat dan lintas sektor. Berkat kerjasama semua pihak, COVID dapat segera terkendali, tidak ada lagi pasien yang meninggal di rumah, tercatat di tanggal 28 Juli 2021 kasus harian turun hingga 81,37%(84 kasus harian) ,0% kematian dirumah, ratio Testing Tracing yang awalnya hanya 1:2 menjadi 1:15, angka kesembuhan 98,32%,angka kematian 1,68% dan vaksinasi warga untuk dosis 1 sudah mencapai 96%, dosis 2 sudah 80% dan booster masih berproses. Kunci keberhasilan Pancoranmas adalah team work, komunikasi, kolaborasi dan efisiensi/efektifitas sumber daya dengan manajerial yang baik.
https://youtu.be/KcFWXYduN78
