06 May, 2026

Direktori Inovasi

3 mins read

Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai

Pencarian Inovasi

654

JAGA RASA (Jaga Kelompok Rawan Agar Sehat dan Aman) Terlindung dari Penularan COVID-19

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Banjarnegara

UPP: Dinas Kesehatan Kabupaten Banjarnegara

Wilayah: Jawa Tengah

Penghargaan: Top 99/2022

Tahun: 2022

Kategori SDG’s: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Tag: Ketahanan Institusi Publik di Masa Pandemi dan Antisipasi di Masa Pasca Pandemi Covid-19

Jaga Rasa adalah strategi melindungi kelompok rawan (Bayi, Balita, Ibu Hamil, Lansia, dan Orang Dengan Penyakit Penyerta/komorbid) agar aman, sehat terlindung dari penularan Covid-19.Latar belakang :Tingginya Kasus: ibu hamil 245, bayi 83, Balita 106, Lansia dan komorbid 1.376Tingginya kematian: ibu hamil 26, bayi 1, lansia dan komorbid 248Pengumpulan data lambatKomunikasi, koordinasi kurangMedia Informasi belum massifPemantauan, konseling, skrining dan vaksinasi lambatPengambilan keputusan dan penanganan permasalahan lambatPenyebabnya adalah masyarakat belum patuh protokol kesehatan, data tidak akurat, tidak ada wadah komunikasi, banyak berita hoax. Lahirlah Inovasi Jaga Rasa dengan implementasi membentuk kelompok kerja meliputi : Edukasi Masyarakat massifKepatuhan Protokol KesehatanPemantauanKonselingVaksinasiSkriningTim KreatifWhatsap GrupSpreadsheet Data Dampak implementasi: Kasus menurun  :Ibu hamil 245 menjadi 176Bayi 83 menjadi 53Balita 106 menjadi 35Lansia 1.376 menjadi 290      2. Kematian menurun :Ibu hamil 26 menjadi 0Bayi 1 menjadi 0Lansia 214 menjadi 37Komorbid 343 menjadi 54     3. Media informasi massif     4. Pengumpulan data cepat, akurat     5. Pemantauan, konseling mudah      6. Vaksinasi cepat     7. Skrining cepat     8. Komunikasi, Koordinasi cepat     9. Pengambilan keputusan cepat     10. Penyelesaian masalah cepatInovasi Jaga Rasa selaras dengan kategori ketiga yaitu Penanganan Covid-19

SI JURU TANI (Aplikasi Penyuluhan Pertanian Berbasis Digital)

Jenis Instansi: Kementerian

Instansi: Kementerian Pertanian

UPP: Politeknik Pembangunan Pertanian Yogyakarta Magelang (Polbangtan Yoma)

Wilayah: DI Yogyakarta

Penghargaan: Top 99/2022

Tahun: 2022

Kategori SDG’s: Pendidikan Berkualitas

Tag: Pelayanan Publik yang inklusif dan berkeadilan

Aplikasi  href=https://jurutani.sunhouse.co.id/page/tabs/tab-home>(Si) Juru Tani dikembangkan dalam rangka merespon kebutuhan petani, penurunan minat pemuda, jumlah petani dan penyuluh dalam bidang pertanian ( href=\\\\\\\\>Simluhtan 2021). Transformasi digital penyuluhan pertanian, Si Juru Tani sangat diperlukan terutama karena adanya pembatasan sosial dan jarak fisik. Si Juru Tani berdampak signifikan terutama pada kelompok rentan insan pertanian sebagai satu sistem penyuluhan pertanian yang terdiri dari petani, penyuluh, pakar, mahasiswa pertanian, serta masyarakat umum di bidang pertanian. Si Juru Tani berhasil menjadi sumber peningkatan pengetahuan, sikap dan ketrampilan sejak 2019 hingga tahun 2022 dengan melibatkan total  href=https://docs.google.com/document/d/1sb6ZWDHdoSBUiIF2usqbvlCtEGOt9597/edit?usp=sharing&ouid=105118308142717745778&rtpof=true&sd=true>792 pengguna terdiri dari 56 penyuluh, 237 petani (termasuk petani milenial), 30 pakar, 276 mahasiswa dan 193 masyarakat umum. Hal ini setara dengan penghematan bila dilakukan pelatihan secara luring dengan asumsi biaya Rp100 juta per 100 petani yaitu Rp 70.600.000.000 dari 2019 hingga 2022. Selain itu juru tani juga digunakan berbagi informasi bisnis/penjualan produk-produk pertanian bagi pengguna Juru Tani. Spesifikasi kepakaran meliputi alat mesin pertanian, budidaya, hama penyakit, pasca panen, penyuluhan, ekonomi, teknologi, peternakan, agroklimat, dan pertanian kota. Si Juru Tani menjadikan akses pelayanan pendidikan inklusif menjadi mudah dijangkau, berkualitas, setara dan merata bagi insan pertanian di seluruh wilayah Indonesia yang terjangkau akses internet, baik melalui website dan melalui aplikasi android.