29 Jan, 2026

Direktori Inovasi

4 mins read

Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai

Pencarian Inovasi

654

Persalinan Lancar dan Nyaman dengan STIPUTS BRA (Stimulus Puting Susu Bra)

Jenis Instansi: Provinsi

Instansi: Pemerintah Provinsi Jawa Timur

UPP: RSUD Saiful Anwar Malang

Wilayah: Jawa Timur

Penghargaan: Top 35/2016

Tahun: 2016

Kategori SDG’s: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Tag: Pelayanan Kesehatan, Kesehatan Ibu dan Bayi, Ibu Menyusui, ASI

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dr. Saiful Anwar melayani persalinan di Malang, Jawa Timur. Terdapat banyak kasus persalinan yaitu persalinan yang mengalami kemacetan, bisa menimbulkan komplikasi pada ibu dan bayi, dan infeksi intra uterin pada kandungan ibu. Sebuah cara efektif untuk mencegah persalinan lama adalah rangsangan puting susu (RPS). Teknik ini dilakukan dengan cara memuntir puting susu menggunakan jari tangan oleh perawat atau pasien sendiri. Teknik RPS konvensional sering menimbulkan keluhan bersifat langsung berupa nyeri puting susu, malu, geli, kelelahan, dan mobilisasi terganggu, dan bersifat tidak langsung berupa kemungkinan bayi tidak bernafas (asfiksia) dan proses laktasi tidak berjalan sejak dini.
RSUD meluncurkan inovasi Stiputs Bra yaitu stimulasi pada puting susu yang aman untuk kulit, dan nyaman saat digunakan pasien. Ide dasar dan desain alat merupakan hasil pemikiran orisinil dan riset internal. Keluhan pasien diidentifikasi. Alat perangsang puting susu dirancang dan dibuat. RPS dengan alat tersebut dilatih kepada perawat dan diujicoba kepada pasien. Flash training RPS dilakukan.
Sebelum inovasi, proses persalinan membahayakan ibu dan bayi. Setelah inovasi, persalinan lebih aman dan cepat. Persalinan menggunakan standar operasional (SOP). Alat yang menghasilkan kontraksi maksimal dan menghindari keluhan nyeri puting susu tersedia. Edukasi dilakukan kepada petugas dan ibu melalui Flash Training. Penghargaan Emas diraih pada Konvensi Ajang Budaya Kerja Internasional di Korea Selatan tahun 20Proses persalinan lebih aman. Pasien puas karena proses persalinan dan laktasi berjalan baik. Privasi lebih terjaga. Keluhan nyeri puting susu berkurang. Biaya dapat dihemat. Kasus bayi asfiksia tidak terjadi. Peralatan yang tepat, koordinasi dan sinergi yang solid sesama petugas, kepatuhan melaksanakan prosedur, dan komunikasi yang baik antara petugas dengan ibu menjadi kunci sukses inovasi ini.

KUBERSERI (Kusta diBerantas dengan Serologi)

Jenis Instansi: Provinsi

Instansi: Pemerintah Provinsi Jawa Timur

UPP: RS Kusta Sumberglagah

Wilayah: Jawa Timur

Penghargaan: Top 99/2016

Tahun: 2016

Kategori SDG’s: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Tag: Pelayanan Kesehatan, Kusta

Jawa Timur merupakan penyumbang terbesar penderita kusta (30%) dari total penderita kusta baru di Indonesia. Penyakit kusta banyak terjadi di pantai Utara pulau Jawa dan di pulau Madura. Tercatat sebanyak 4.653 kasus (2010) atau 1,14 per 10.000 penduduk. Pengobatan kusta dengan MDT (Multi Drug Therapy) tidak mampu memutus rantai penularan kusta sehingga program pemerintah untuk Indonesia Bebas Kusta tahun 2010 tidak tercapai.
Rumah Sakit Kusta Sumberglagah mencari terobosan pemberantasan penyakit kusta, melalui kerja sama dengan Institute Tropical Disease UNAIR Surabaya. Inovasi ini diberi nama Kuberseri (Kusta Diberantas De ngan Serologi) yaitu metode deteksi dini untuk menemukan penderita subklinis kusta dengan uji serologi. Setelah tiga tahun berjalan, metode ini terbukti secara signifikan menurunkan jumlah titer antibodi yang mengandung kuman kusta sehingga seseorang tidak lagi berisiko menjadi penderita kusta. Strategi inovasi berisi tahapan perencanaan dan pelaksanaan sejak Maret 2011: penandatanganan MoU RS dengan Unair, pengorganisasian tim, penentuan target populasi dan koordinasi dengan pemangku kepentingan. Dilakukan survei lapangan di beberapa lokasi diikuti dengan sosialisasi, pengambilan sampel darah dan uji coba. Hasil uji serologi dianalisis. Pengobatan menggunakan Rifampicyn dan Claritromycin selama tiga bulan dan juga dilakukan pengamatan terhadap pasien.
Sebelum inovasi, penyakit kusta tidak dapat ditangani dengan baik. Sesudah inovasi, terdapat harapan memberantas penyakit kusta. Metode untuk mencegah muncul nya kusta baru ditemukan. Konsep jemput bola pada populasi yang berisiko terkena penyakit kusta dilaksanakan. Mampu mencegah terjadinya penyakit kusta baru menuju Indonesia Bebas Kusta. Pemangku kepentingan lintas sektor mendukung inovasi.
Kesungguhan manajemen RS, keterlibatan tenaga ahli, kerjasama lintas sektor dan lintas program, dukungan masyarakat dan kearifan lokal, pedoman kerja yang jelas, sarana dan prasarana memadai merupakan kunci sukses inovasi ini. Kuberseri adalah program yang tepat untuk percepatan eradikasi kusta di Indonesia.