29 Jan, 2026

Direktori Inovasi

6 mins read

Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai

Pencarian Inovasi

654

Jalin Matra (Jalan Lain Menuju Mandiri Dan Sejahtera) Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan

Jenis Instansi: Provinsi

Instansi: Pemerintah Provinsi Jawa Timur

UPP: Badan Pemberdayaan Masyarakat

Wilayah: Jawa Timur

Penghargaan: Top 99/2016

Tahun: 2016

Kategori SDG’s: Tanpa Kemiskinan

Tag: Pengentasan Kemiskinan, Pemberdayaan Masyarakat, Pemberdayaan Perempuan, Bantuan Sosial

Kemiskinan di perdesaan Jawa Timur masih tinggi khususnya pada keluarga yang dikepalai oleh perempuan. Meskipun angka kemiskinan terus menurun, jumlah penduduk miskin di Jawa Timur tetap menempati rangking pertama terbanyak dari 34 provinsi di Indonesia, dan persentase kemiskinan di Jatim pun tetap di atas ratarata nasional. Kemiskinan didominasi oleh perempuan, 18,97 juta (50,63%).Penanggulangan kemiskinan masih menggunakan caracara lama, konvensional, dan belum dilakukan terobosan dan inovasi baru. Beberapa permasalahan gender dan penanggulangan kemiskinan di Jawa Timur adalah peningkatan jumlah rumah tangga miskin berwajah perempuan. Sebagaimana yang disampaikan dalam The Feminization of Poverty, Diana M. Pearce (1978), kepala rumah tangga perempuan lebih rentan miskin karena masih terjadi diskriminasi dalam memperoleh akses permodalan dari perbankan dan sumber pen danaan lainnya, pemecahan masalah kemiskinan masih tidak fokus, dan penanggulangan kemiskinan cenderung topdown tanpa memperhatikan kepen tingan bottomup, dan penanganan masih bersifat homogen tanpa terobosan yang inovatif.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur merancang program untuk menangani kemiskinan perempuan yang menggunakan Basis Data Terpadu by name and by address. Program didesain dengan sasaran yang jelas, yaitu rumah tangga miskin dengan Kepala Rumah Tangga Perempuan atau janda melalui Jalin Matra (Jalan Lain Menuju Mandiri dan Sejahtera) Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan. Program Jalin Matra Penanggulangan Feminisasi Kemiskinan dilaksanakan mulai tahun 20Strategi inovasi dimulai dengan payung hukum yang memadai. Dilakukan verifikasi dan fasilitasi usulan kebutuhan KRTP bekerja sama dengan unit terkait dan para pakar dari Universitas Brawijaya. Inovasi memberikan bantuan kepada 3.309 KRTP di 54 Desa, 10 Kabupaten, melibatkan 179 kader PKK Desa, dikoordinir oleh 20 tenaga pendamping Kabupaten. Bantuan meliputi kegiatan usaha ekonomi produktif, pertanian khusus dan spesifik, usaha ternak rumah tangga, dan perikanan skala kecil.
Dengan inovasi, kemiskinan rumah tangga perempuan di perdesaan berkurang. Penduduk miskin di Jatim tahun 2009 ada 6.022.590 jiwa (16,68%), menurun pada September 2014 menjadi 4.748.420 jiwa (12,28%). Selama 5 tahun terjadi penurunan 1.274.170 jiwa (4,40%). Dengan adanya inovasi ini pemahaman kaum perempuan terhadap upaya penanggulangan kemiskinan melalui inovasi Jalin Matra meningkat.Terjadi peningkatan peran KRTP dalam program pengentasan kemiskinan, berkembangnya kegiatan perekonomian perempuan skala rumah tangga, adanya penurunan kemiskinan KRTP pada periode 20092014, beberapa jenis usaha perempuan berkembang, dan peningkatan pendapat an KRTP akibat terbukanya beberapa kegiatan usaha rumah tangga perempuan. Jalin Matra telah dirasakan sebagai tero bosan inovasi pengentasan kemiskinan khususnya bagi rumah tangga perempuan. Success story dan best practice penerima bantuan program Jalin Matra dapat dilihat pada alamat situswww.bapemas.jatimprov.go.id.
Kehadiran pemerintah di tengah tengah masyarakat kelas bawah dan pelibatan pakar perguruan tinggi menjadi kunci sukses inovasi penanggulangan kemiskinan kaum perempuan. Pendampingan yang tepat berhasil mengangkat kepercayaan diri kepala keluarga miskin. Penggunaan basis data terpadu, sistem informasi data rumah tangga miskin, semangat bekerja kreatif (out of the box) membawa kesuksesan program inovasi.

Klinik Kumkm Jatim Model Solusi Nasional Pemberdayaan Koperasi & UMKM

Jenis Instansi: Provinsi

Instansi: Pemerintah Provinsi Jawa Timur

UPP: Dinas Koperasi dan UMKM

Wilayah: Jawa Timur

Penghargaan: Top 99/2016

Tahun: 2016

Kategori SDG’s: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi

Tag: UMKM, Pembinaan UMKM, Pemberdayaan UMKM

Koperasi dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (KUMKM) memiliki peran yang sangat strategis dalam memperkuat dan meningkatkan perekonomian daerah Provinsi Jawa Timur terutama dalam meningkatkan pendapatan daerah, memperluas lapangan kerja, mengurangi pengangguran dan kemiskinan. KUMKM memberikan kontribusi 11,12 juta penyerapan tenaga kerja di Jawa Timur. Namun dengan perannya yang cukup signifikan, KUMKM masih menghadapi berbagai kendala dalam menjalankan dan mengembangkan usahanya. Terlebih di era globalisasi, KUMKM menghadapi permasalahan yang kian kompleks. Dinas KUKM Provinsi Jawa Timur memiliki sumber daya manusia yang terbatas jumlahnya, 200 PNS dan Non PNS. KUMKM yang besar dengan karakteristiknya masing-masing menuntut jenis pelayanan yang berbeda-beda sesuai dengan ragam permasalahan yang dihadapi. Model-model pembinaan KUMKM belum dapat mengeliminir permasalahan yang dihadapi KUKM secara optimal.
Inovasi pelayanan publik bernama Klinik UMKM diterapkan sebagai solusi merangsang Wira Usaha Baru (WUB) dan peningkatan kapasitas KUMKM. Layanan meliputi konsultasi dan informasi bisnis, advokasi, pelatihan jangka pendek, akses pembiayaan dan pemasaran produk, pusat pustaka enterpreneurship, mobil klinik, information technology (IT) Enterpreneur, TV UKM Online, pen dampingan pengurusan Hak atas Kekayaan Intelektual (HAKI), ekspor, penghitungan dan pelaporan pajak. Di tahun 2015, dikembangkan layanan temu bisnis UMKM berbasis teknologi informasi. Klinik KUMKM difungsikan untuk memfasilitasi para pelaku KUMKM yang memiliki produk batik dan handycraft untuk memamerkan produknya secara gratis. Pelaksanaan, pemantauan, dan evaluasi dilakukan melalui website http://klinikkumkmjatim.com/. Strategi dimulai dengan perencanaan dan kesepakatan antara Dinas KUMKM dengan beberapa universitas untuk menyediakan tenaga pendidik profesional yang akan memberikan materi dalam Short Course Managerial dan IT Enterpreneur. Instruktur Short Course Product diisi oleh praktisi KUMKM yang ahli dalam pem buatan produk dimaksud. Membangun 2 (dua) layanan, yakni Galeri Cinderamata dan Galeri Batik. Berkoordinasi dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN), perusahaan swasta, perbankan, asosiasi pengusaha, lembaga asing, dan berbagai jaringan bisnis lainnya.
Sebelum inovasi, kegiatan pendataan, pelatihan, dan pembinaan diabaikan. Setelah inovasi, KUKM memperoleh layanan yang baik. Hasil nyata tampak dalam pembentukan wirausaha baru dan manajemen KUKM berbasis tenologi informasi. Keluaran Klinik KUKM 20132015 adalah peningkatan jumlah KUKM yang menghadiri konsultasi, short course (umum, produk, manajerial, dan IT entrepreneur), pusat pustaka, pemasaran, pembiayaan, mobil klinik, dan kunjungan. Terjadi pengembangan jenis layanan, animo masyarakat, dan menarik perhatian banyak lembaga. Manfaat Klinik KUMKM dirasakan oleh mitra binaan berupa akses pasar, permodalan, teknologi, dan manajemen, jaringan kemitraan, peningkatan kegiatan ekonomi, dan penumbuhan wirausaha baru.
Kerja sama antara pemangku kepentingan, pemasaran langsung ke luar negeri, dukungan tenaga profesional yang andal, terobosan layanan berbasis teknologi informasi, dan pelatihan bagi KUKM menjadi kunci sukses inovasi ini.