Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
Wajah Baru Layanan Perpustakaan Umum Jawa Barat
Jenis Instansi: Provinsi
Instansi: Pemerintah Provinsi Jawa Barat
UPP: Badan Perpustakaan dan Kearsipan Daerah
Wilayah: Jawa Barat
Penghargaan: Top 99/2016
Tahun: 2016
Kategori SDG’s: Pendidikan Berkualitas
Tag: Pendidikan, Pendidikan Berkualitas, Perpustakaan
Perpustakaan berfungsi sebagai wahana pendidikan, penelitian, pelestarian, informasi, dan rekreasi untuk meningkatkan kecerdasan bangsa. Layanan prima dengan memanfaatkan teknologi terkini menjadi salah satu pilihan untuk meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat. Masyarakat diberikan akses seluaslu asnya terhadap informasi yang dimiliki Perpustakaan Umum Jawa Barat. Pengunjung harus antri cukup panjang untuk menunggu dilayani petugas saat peminjaman dan perpanjangan buku. Pengunjung tidak dapat mengembalikan koleksi pada saat layanan perpustakaan tutup. Pengunjung direpotkan dengan kewajiban menulis buku tamu secara manual di buku besar tamu yang disediakan. Untuk menjadi anggota perpustakaan Pengunjung harus antri dilayani dikarenakan petugas pendaftaran anggota perpustakaan harus menginput data identitas calon anggota.
Perpustakaan Umum Jawa Barat meluncurkan inovasi Wajah Baru Layanan Perpustakaan dengan memanfaatkan teknologi informasi yang dipadukan dengan perangkat keras pendukung yaitu menggunakan teknologi barcode maupun RFID (Radio Frequency Identification) dalam pengadaan koleksi, pengolahan bahan pustaka, pencatatan keanggotaan dan sirkulasi koleksi serta penelusuran koleksi secara online. Inovasi terdiri dari tiga hal, yaitu layanan mandiri berbasis teknologi in formasi; layanan online; dan media informasi tematik. Strategi inovasi meliputi inventarisasi permasalahan dan studi banding ke Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, Perpustakaan Daerah Khusus Ibukota Jakarta, dan Perpustakaan Daerah Istimewa Jogyakarta yang sudah terlebih dahulu menerapkan layanan dengan memadukan teknologi informasi yang dipadukan dengan perangkat keras berteknologi barcode dan RFID. Kemudian dilakukan perencanaan dan pelak sanaan pekerjaaan, pelatihan kepada tenagatenaga operator tentang penggunaan teknologi informasi, dan petunjuk praktis pada masingmasing perangkat dengan bahasa yang mudah dipahami Pengunjung.
Sebelum inovasi, terdapat banyak masalah layanan informasi perpustakaan. Sesudah inovasi, jumlah Pengunjung meningkat, pelayanan lebih baik, cepat dan nyaman. Setelah adanya inovasi ini tidak terjadi lagi antrian Pengunjung saat pengisian buku tamu, pendaftaran, peminjaman, dan pengembalian koleksi. Terdapat kemudahan pelayanan dan tersedia informasi tematik. Tersedia kotak saran dan kepuasan Pengunjung, pemanfaatan website, pengelolaan pengaduan layanan, pembua tan KPI (Key Performance Indicator) layanan, dan peningkatan kepuasan Pengunjung.
Pelayanan cepat merupakan buah dari implementasi perangkat lunak dan keras. Petugas tidak disibukkan kegiatan klerikal semata untuk melayani pengunjung sehingga bisa belajar dan meningkatkan profesionalitas sebagai pustakawan. Pengunjung tidak banyak membuang waktu untuk antri di mejameja layanan. Peningkatan akurasi transaksi peminjaman dan pengembalian, dan ke terampilan dalam pengelolaan teknologi informasi.
Pemanfaatan teknologi informasi merupakan obat mujarab permasalahan layanan perpustakaan. Petugas ditantang mengikuti pelatihan sehinga manajemen perpustakaan makin efisien dan efektif. Berbagai kemudahan layanan perpustakaan telah diwujudkan. Inovasi layanan perpustakaan berkelanjutan didukung komitmen pimpinan didukung aparat perpustakaan, perbaikan dan pengembangan sistem layanan, pemeliharaan perangkat lunak dan perangkat lainnya, penggunaan standar operasional (SOP), penerapan indeks kepu asan pelanggan, pemantauan dan evaluasi kunjungan layanan, dan pelaporan berkualitas.
“PACAR BINAL” (Pangkalan Cari Izin Bagi Nelayan) Implementasi pelayanan perizinan perikanan pada Gerai Investasi UPT PTSP BPMD Provinsi Jawa Tengah Study Kasus di BPPT Kota Tegal
Jenis Instansi: Provinsi
Instansi: Pemerintah Provinsi Jawa Tengah
UPP: UPT PTSP Badan Penanaman Modal Daerah
Wilayah: Jawa Tengah
Penghargaan: Top 35/2016
Tahun: 2016
Kategori SDG’s: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
Tag: Perizinan, Perikanan, Nelayan
Kota Tegal berada pada jalur pantai utara Jawa Tengah di antara Kota Cirebon dan Semarang. Penduduk banyak yang bekerja sebagai nelayan, harus mengurus izin perikanan keluar kota, yaitu Semarang di kantor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Provinsi Jawa Tengah. Ada lima masalah dalam pelayanan perizinan perikanan PTSP yaitu lemahnya koordi nasi antar instansi Propinsi dan Kabupaten Kota; jauhnya jarak lokasi nelayan di Kota Tegal dengan institusi pemberi izin di Semarang; prosedur rumit, proses lama, dan biaya yang mahal; merebaknya penggunaan calo yang merupakan bentuk kolusi; dan pemalsuan dokumen perizinan.
Untuk mengatasi masalah tersebut, diterapkan inovasi pelayanan perizinan perikanan kepada nelayan dengan nama “PACAR BINAL” (PANGKALAN CARI IZIN BAGI NELAYAN) di Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) Kota Tegal, Badan Penanaman Modal Daerah (BPMD) Jawa Tengah. Program ini kreatif dan inovatif karena menyederhanakan mekanisme perizinan, mendekatkan unit layanan dengan pemohon, membatasi ruang gerak calo, meningkatkan keamanan dokumen melalui penggunaan barcode, dan meningkatkan integritas pegawai. Strategi inovasi adalah dengan memberi kewenangan kepada BPPT Kota Tegal untuk memberikan pelayanan perizinan. Untuk membangun kapasitas unit ini dilaksanakan workshop dan pelatihan untuk petugas, dan disediakan sarana dan prasarana pelayanan. Untuk memonitor proses, disusun prosedur standar dan alur pelayanan dan transparansi mengenai persyaratan yang harus dipenuhi pemohon.
Pengurusan perizinan kapal ikan menjadi lebih mudah, murah, dan cepat karena sebelum inovasi diimpelemntasikan pemohon harus ke Semarang, sesudah inovasi cukup dilakukan di Kota Tegal. Jumlah perizinan setelah inovasi meningkat 15% dari sebelumnya 7080 berkas per bulan menjadi 90100 berkas per bulan. Keluaran yang dihasilkan inovasi PACAR BINAL adalah surat izin dilengkapi barcode sebagai upaya mengurangi pemalsuan dokumen. Demikian juga pemohon menikmati efisiensi waktu, biaya, dan tenaga. Kini pelayanan perizinan mengadopsi sistem online, dengan penyajian informasi yang cepat dan transparan. SMS Gateway digunakan untuk mengirimkan pemberitahuan kepada pemohon via telepon genggam. Manfaat inovasi ini dirasakan oleh aparat pelaksana dan instansi terkait, para pemohon perizinan, dan seluruh pemangku kepentingan, berupa kenyamanan dan kemudahan dalam memperoleh informasi pengoperasian dan pengawasan kapal.
Pembelajaran yang dapat diambil dalam pelaksanaan gerai pelayanan perizinan perikanan di BPPT Kota Tegal adalah peningkatan kualitas tenaga pelaksana PACAR BINAL berupa pengetahuan tentang teknologi informasi dan peri kanan tangkap. Terjadi peningkatan efisiensi biaya, waktu, dan tenaga. Informasi dan pengumuman kegiatan perikanan tersedia untuk konsumsi publik.
