30 Jan, 2026

Direktori Inovasi

5 mins read

Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai

Pencarian Inovasi

654

Meningkatkan Kepatuhan Berobat Pasien Diabetes Mellitus Melalui Gendis System Di Poli Penyakit Tidak Menular (PTM) Puskesmas Kecamatan Cengkareng

Jenis Instansi: Provinsi

Instansi: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

UPP: UPTD Puskesmas Kecamatan Cengkareng

Wilayah: DKI Jakarta

Penghargaan: Top 99/2016

Tahun: 2016

Kategori SDG’s: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Tag: Kesehatan, Pelayanan Kesehatan, Diabetes

Diabetes Mellitus (DM) merupakan penyakit tidak menular yang mengalami kenaikan jumlah pen derita signifikan. DM yang tidak terkendali dapat menyebabkan penyakit komplikasi yang berdampak pada morbiditas dan mortalitas. Pengendalian DM diupayakan dengan pengobatan teratur dan per baikan pola hidup. Layanan terhadap pasien penderita DM selama ini kurang memuaskan. Media pendaftaran pasien DM dilakukan melalui loket dengan waktu tunggu yang cukup lama, menimbulkan kelelahan pasien. Kepatuhan berobat pasien rendah (30%). Prevalensi DM cenderung meningkat, biaya medis mahal, dan pasien DM tidak patuh berobat ke Puskesmas Cengkareng sehingga sering terjadi komplikasi jantung dan stroke.
Puskesmas Cengkareng melakukan terobosan untuk meningkatkan kepatuhan berobat pasien DM melalui gerakan Gugus Kendali Mutu (GKM) GENDIS, merupakan layanan cepat paperless untuk meningkatkan kepatuhan berobat pasien DM, dengan memperhatikan aspekaspek orang, bahan, cara, dan alat dalam layanan. So sialisasi, konseling, dan penyuluhan penyakit DM dilakukan melalui media audiovisual.
GKM Gendis menggunakan SIGARENG (Sistem SMS Gateway Puskesmas Ceng kareng), pemberian kartu kendali berobat untuk pasien, pembuatan sistem pesan pengingat pasien pada satu hari sebelum jadwal kontrol, pemberian lembar informasi program SIGARENG, konsultasi melalui SMS dan penggunaan alat peraga ber gambar dan elektronik dalam penyuluhan. GKM Gendis memperbaiki layanan, dan standar pelayanan dengan menawarkan metode layanan baru melalui media elektronik sehingga efisiensi tercapai dan aksesibilitas lebih baik.
Sebelum inovasi, layanan pasien DM tidak memberikan kepuasan pasien. Setelah inovasi ini dijalankan terjadi perubahan layanan secara signifikan (waktu tunggu, kinerja petugas, kemudahan konsultasi) sehingga meningkatkan ke percayaan dan kepuasan pengunjung. Peningkatan kepatuhan berobat pasien DM menggambarkan keberhasilan inovasi GKM Gendis. SMS Gateway Pendaftaran mempersingkat waktu pelayanan pasien. Waktu pelayanan menjadi efisien, efektif, dan mengurangi kelelahan pasien, SMS Reminder kontrol berobat pasien meningkatkan kepatuhan pasien karena pasien merasa diperhatikan dan menambah semangat pasien untuk control. Tersedia e-konsultasi via SMS, penggunaan lembar informasi SIGARENG, kartu kendali berobat, dan media audiovisual untuk konseling dan penyuluhan. Setelah ada inovasi ini kesadaran pasien untuk menjaga kesehatan dan memperbaiki gaya hidup teratur terutama pola diet dan aktivitas fisik menigkat.
Penggunaan teknologi dan sistem pengingat yang efektif dapat meningkat kan kepatuhan pasien dalam berobat secara rutin. Penjelasan tentang gaya hidup sehat bagi pasien dengan konseling dan penggunaan audiovisual lebih efektif merubah gaya hidup pasien.

Kota Yang Terbuka Untuk Kota Yang Lebih Cerdas

Jenis Instansi: Provinsi

Instansi: Pemerintah Provinsi DKI Jakarta

UPP: Unit Pengelola Jakarta Smart City Dinas Komunikasi Informatika dan Kehumasan

Wilayah: DKI Jakarta

Penghargaan: Top 99/2016

Tahun: 2016

Kategori SDG’s: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan

Tag: Smart City, Pengelolaan Kota, Tata Ruang dan Wilayah

Provinsi DKI Jakarta merupakan ibukota Indonesia, pusat pemerintahan dan perekonomian nasional. Penduduk Jakarta pada tahun 2015 berjumlah 9.988.495 jiwa dan pekerja komuter dari daerah penyangga berjumlah 1.382.296 jiwa. Sebagai kota besar, Jakarta memiliki permasalahan yang sangat kompleks. Transportasi, sampah, air bersih, dan berbagai layanan publik lainnya membutuhkan manajemen yang efektif dan efisien.
Dinas Komunikasi Informatika dan Kehumasan Propinsi DKI Jakarta pada Desember 2014 meluncurkan inovasi Smart City (JSC) yaitu sistem terpadu berbasis teknologi informasi yang menghubungkan seluruh potensi kota Jakarta berupa portal dan aplikasi di telepon pintar. Tampilan JSC berbentuk peta geospasial dan footage dari CCTV di berbagai sudut kota. JSC memiliki 6 karakteris tik yaitu Smart Governance, Smart People, Smart Living, Smart Mobility, Smart Economy, dan Smart Environment. Target inovasi adalah pencapaian Kota Terbuka dan Cerdas yaitu kota yang mengedukasi dengan membuka semua data yang bermanfaat tanpa batasan dan syarat apa pun. Koordinasi dan sinergi antar unit kerja dilakukan. Aplikasi dan software dikembangkan. Data yang dimiliki dibagikan kepada publik dengan Application Programming Interface sehingga menjadi open data.
Sebelum inovasi, data tersebar di berbagai unit kerja tanpa koordinasi yang jelas. Setelah inovasi, terwujud in formasi tunggal Kota Terbuka dan Cerdas didukung kerja sama dengan Google Waze dan Google Maps. Keluhan warga melalui Qlue dan data pembangunan sektoral dapat ditampilkan. CCTV diintegrasikan dan dipublikasi secara online. Setelah adanya inovasi ini kemacetan dan banjir dapat diantisi pasi pengguna jalan berkat data Google Waze dan Qlue. Masyarakat dapat melihat seluruh CCTV yang berada di Jakarta. Jumlah pengunjung portal dan download aplikasi meningkat. Akses informasi berbagai layanan publik meningkat. Keluhan warga kota dapat diterima dan ditindaklanjuti dengan cepat. Informasi pembangunan kota dapat diakses sehingga meningkatkan pengawasan publik.
Kunci keberhasilan inovasi ini adalah konsep yang jelas, integrasi berbagai sistem informasi, keterbukaan informasi publik, dan sinergi antar pemangku kepentingan. Dengan adanya portal, setiap permasalahan dapat dilihat dan dianalisis, diantisipasi secara cepat dan akurat melalui pemanfaatan teknologi informasi yang pintar.