06 May, 2026

Direktori Inovasi

3 mins read

Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai

Pencarian Inovasi

654

CAFÉ DITA : Media layanan unik dan menarik untuk hipertensi

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Trenggalek

UPP: PUSKESMAS KARANGAN

Wilayah: Jawa Timur

Penghargaan: Top 99/2022

Tahun: 2022

Kategori SDG’s: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Tag: Efektifitas Institusi Publik untuk Mencapai TPB

Puskesmas Karangan dengan luas wilayah kerja   4.325 Km_ tediri atas 12 desa dan jumlah penduduk 47.649 jiwa dengan keadaan wilayah 33% daerah pegunungan dan 67% dataran rendah. Pada tahun 2019, ditemukan 17,55% penduduk menderita hipertensi dan hanya 34% penderita yang berobat teratur serta 0% yang terkendali dan beresiko komplikasi.Café DITA merupakan tempat/media menarik dengan suguhan unik. Setiap pelanggan disuguhi dengan pemeriksaan tekanan darah dan pemantauan harian gaya hidup dan raport tekanan darah yang tidak pernah ada pada layanan sebelumnya. Informasi hipertensi dan konseling obat juga diberikan baik secara langsung maupun melalui medsos, serta Ajakan GERMAS (Gerakan Masyarakat Sehat) yang langsung dilakukan di lokasi café.Café DITA mampu menarik minat masyarakat untuk datang dan menikmati suguhan layanan kesehatan unik. Hal ini berdampak pada peningkatan perilaku PHBS (65%), peningkatan  jumlah penderita hipertensi yang berobat teratur (95%) dan terkendali (>5%) sehingga terjadinya komplikasi akibat hipertensi bisa ditekan. Café DITA melibatkan peran masyarakat baik secara langsung maupun tidak dalam pembentukkanya pelaksanaan pelayanan, pembiayaan maupun monevnya.

UNDER WATER RESTOCKING – UWR (UWR 2.0 Untuk Menjaga Ekosistem Laut dan Peningkatan Pendapatan Masyarakat Pesisir)

Jenis Instansi: Provinsi

Instansi: Pemerintah Provinsi Jawa Timur

UPP: Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Timur

Wilayah: Jawa Timur

Penghargaan: TOP 15/2022

Tahun: 2022

Kategori SDG’s: Ekosistem Lautan

Tag: Efektifitas Institusi Publik untuk Mencapai TPB

Underwater Restocking (UWR) terus dilaksanakan hingga saat ini, dimana sejak ditetapkan sebagai Top Inovasi Terpuji pada tahun 2016, total  telah dilaksanakan di 14 Kab/Kota di Jawa Timur dengan menyasar 42 kelompok nelayan (KUB), 6 Kelompok Pengawas (Pokmaswas) di daerah dan telah di duplikasi dan study tiru oleh 5 Provinsi (Maluku Utara, Kalimantan Selatan, Bangka Belitung, Jawa Barat dan Gorontalo). Adapun pembaruan/peningkatan dari kegiatan UWR yang semula fokus pada pemulihan sumber daya ikan sekarang menjadi UWR 2.0 untuk Menjaga Ekosistem Laut dan Peningkatan Pendapatan Masyarakat Pesisir dengan pembaharuan dan peningkatan inovasi sebagai berikut :Terbentuknya Nursery Ground, dikarenakan adanya perlakuan terhadap penciptaan ekosistem baru dilahan tandus dan berpasir didasar laut dengan kedalaman 10-15 meter melalui media rumah ikan; Terbentuk kawasan perlindungan ikan, dikarenakan nelayan tidak diperbolehkan menangkap ikan yang berada di rumah ikan lokasi UWR. Masyarakat diperbolehkan menangkap ikan pada radius ± 200 meter dari lokasi penebaran agar ketersediaan ikan lestari; Terciptanya usaha baru (ekowisata) di masyarakat pesisir sehingga dapat menjadi salah satu upaya peningkatan perekonomian masyarakat pesisir.