30 Jan, 2026

Direktori Inovasi

6 mins read

Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai

Pencarian Inovasi

654

Kebermanfaatan TPA Manggar Untuk Semua

Jenis Instansi: Kota

Instansi: Pemerintah Kota Balikpapan

UPP: UPTD TPA Sampah Manggar Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemakaman

Wilayah: Kalimantan Timur

Penghargaan: Top 35/2016

Tahun: 2016

Kategori SDG’s: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab

Tag: Sampah, Pengelolaan Sampah, TPA, Timbulan Sampah

Kota Balikpapan di Provinsi Kalimantan Timur berkembang pesat karena merupakan pintu gerbang provinsi dan banyak memiliki kegiatan usaha pertambangan khususnya minyak bumi. Sebagaimana pemerintah daerah lainnya, Kota Balikpapan mengalami kesulitan untuk mengelola sampah. Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Manggar yang berada di Kelurahan Manggar, Kecamatan Balikpapan Timur, mengelola 365 ton sampah tiap hari. Sampah yang masuk ke TPA berasal dari rumah tangga, pasar, pabrik, rumah sakit dan lain-lain.
TPA dianggap sebagai tempat yang kotor, bau dan menjijikkan. Sampah yang dibuang hanya ditumpuk begitu saja, tidak dipilah, dan diolah. Permasalahan utama adalah banyaknya sampah yang tertumpuk begitu saja tanpa diolah. Terjadi pencemaran udara dan lingkungan akibat penumpukan sampah. Pemerintah Kota Balikpapan berusaha mengubah TPA menjadi lebih baik. Inovasi meliputi pembuatan gas methan, energi listrik, dan kompos; workshop 3R (reduce, reuse, dan recycle), wahana bermain anak, arena otomotif ATV, motor cross, dan eduwisata.
Strategi inovasi diawali den gan hasil fermentasi sampah organik, membuat dan memanfaatkan gas methan, penangkapan gas methan melalui air leached, pemanfaatan dana CSR, pemanfaatan gas methan untuk penerangan lampu jalan sekitar TPA, dan menerapkan pola 3R sampah. Sebelum inovasi, TPA Manggar jorok, bau, dan mengganggu lingkungan. Setelah inovasi, TPA menjadi bersih, sehat, dan nyaman untuk berbagai kegiatan keluarga dan masyarakat Kota Balikpapan.
Sampah diubah menjadi gas methan dan energi listrik. Kerajinan daur ulang sampah dan wisata edukasi. lingkungan sekitar TPA menjadi bersih dan lestari. Pengunjung ke TPA Manggar terus meningkat. Masyarakat terbantu gas methan sebagai pengganti elpiji. Mengubah pola pikir mengenai pengelolaan sampah dan menambah wawasan hidup bersih, sehat, nyaman, dan melestarikan lingkungan. TPA layak dikunjungi untuk rekreasi dan studi banding. Perubahan pola pikir dan budaya kerja aparat, masyarakat, dan pemangku kepentingan terjadi karena proses mengubah sampah menjadi sesuatu yang bernilai: menghasilkan energi alternatif, pelestarian ekosistem, dan sarana edukasi.

Gemas Kota Bandung Wujudkan Masyarakat Cerdas Mandiri

Jenis Instansi: Kota

Instansi: Pemerintah Kota Bandung

UPP: Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah

Wilayah: Jawa Barat

Penghargaan: Top 99/2016

Tahun: 2016

Kategori SDG’s: Pendidikan Berkualitas

Tag: Pendidikan, Pendidikan Karakter, Perpustakaan

Kota Bandung berada di pusat kegiatan pemerintahan Provinsi Jawa Barat, memiliki penduduk dengan budaya membaca dan pengetahuan tentang pentingnya membaca dalam meningkatkan kecerdasan yang rendah. Menurut data statistik resmi, masyarakat lebih memilih televisi (85,9%), radio (40,3%) dibandingkan koran (23,5%) dalam mencari informasi.
Buku belum menjadi kebutuhan prioritas masyarakat dibandingkan dengan kebutuhan lainnya. Permasalahan lain, lokasi Perpustakaan Kota Bandung berada di dekat pasar induk, jauh dari pusat kota. Pada musim hujan, perpustakaan mengalami polusi udara karena bau dari lingkungan pasar, sehingga masyarakat enggan berkunjung.
Pemerintah Kota Bandung memperkenalkan sebuah inovasi meningkatkan budaya baca melalui gerakan gelar baca babarengan (bersama). Berkolaborasi dengan berbagai pihak yang berusaha menggelorakan budaya baca, inovasi ini bertujuan untuk mewujudkan Bandung menjadi Kota Buku Sejagat, menuju Bandung Juara, dengan nama program Gerakan Maca Sauyunan (GEMAS). GEMAS merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Bandung dengan berbagai perusahaan, lembaga swadaya masyarakat, para pengajar, dan komunitas pecinta buku. Inisiatif ini menyediakan layanan infor masi perpustakaan berbasis masyarakat di berbagai lokasi taman kota, fasilitas umum, mall, dan sekolah. Dengan fasilitas mobil unit perpustakaan keliling, library in the box, gerobak baca, dan sistem informasi perpustakaan berbasis teknologi, inovasi ini berhasil meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap buku.
Strategi gemar baca ditekankan pada pembentukan budaya baca pribadi dan lingkungan. Perpustakaan merupakan sumber ilmu dan inspirasi, bukan sekedar tempat membaca buku dan informasi. Tahapan strategi meliputi perencanaan, pengorganisasian, dan kemitraan. Pembinaan budaya gemar baca melalui berbagai jalur formal dan informal, masyarakat, pendidikan, instansional, dan perpustakaan nasional/daerah. Kolaborasi dana partnership dilakukan Pemerintah Kota Bandung dengan lembaga dan tokoh yang mempunyai komitmen pro pembangunan budaya baca. Pada tahun 2015, strategi ini sudah terwujud dengan ditetapkannya Peraturan Daerah tentang Penyelenggaraan Perpustakaan. Selain berkolaborasi dengan perusahaan, inovasi ini berbagai pihak swasta dan masyarakat. Sebelum inisiatif ini dimunculkan, budaya baca masyarakat Kota Bandung masih sangat rendah dan layanan perpustakaan hanya tersedia di Perpustakaan Kota. Sesudah inisiatif ini diterapkan, budaya baca meningkat dan layanan perpustakaan tersedia di berbagai lokasi terutama tempat keramaian.
Keluaran inovasi adalah tersedianya akses layanan perpustakaan di banyak lokasi se hingga menjadi lebih dekat dengan masyarakat. Fasilitas perpustakaan bisa dijangkau warga karena gratis. Juga dipilihnya duta baca dari siswa yang mendorong keterlibatan generasi muda. Manfaat inovasi ini adalah peningkatan minat dan budaya baca masyarakat, pemberdayaan masyarakat dan komunitas pengelola perpustakaan, perubahan pola pikir masyarakat terhadap fung si membaca, melimpahnya bahan bacaan dalam membangun karakter bangsa dan terbangunnya sinergitas program melalui kolaborasi dan pember dayaan masyarakat.
Beberapa pembelajaran yang dapat diambil sebagai berikut. Upaya peningkatan minat baca dapat dilakukan dengan program berbasis komunitas. Penggunaan teknologi seperti layanan pengembalian buku pinjaman menggunakan SMS gateway, mendorong efektivitas perpustakaan se hingga masyarakat pembaca dapat menikmati buku yang ada dengan baik.