Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
Transparansi dan Realtime Data Penerimaan Negara melalui Aplikasi Monitoring Transaksi MPN G-2 (DASHBOARD MPN G-2)
Jenis Instansi: Kementerian
Instansi: Kementerian Keuangan
UPP: Direktorat Sistem Perbendaharaan
Wilayah: DKI Jakarta
Penghargaan: Top 35/2016
Tahun: 2016
Kategori SDG’s: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
Tag: Keuangan, Layanan Keuangan, Sistem Keuangan Nasional
Kementerian Keuangan adalah instansi yang mengelola penerimaan negara. Unit kerja utama fungsi ini adalah Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), dan Direktorat Jenderal Anggaran (DJA). Unit administrasi penerimaan dan pengeluaran negara adalah Direktorat Jenderal Per bendaharaan Negara (DJPBN) yang menggunakan Sistem Penerimaan Negara MPN (Modul Penerimaan Negara) G
Pengelolaan penerimaan negara menuntut peningkatan kecepatan dan transparansi. Data penerimaan harus dapat dilihat perkembangannya secara realtime dan semua instansi yang berkepen tingan dapat mengakses secara online.
Inovasi Dashboard Modul Penerimaan Negara (MPN) G2 diterapkan sejak 20Sistem berbasis web ini merupakan pengembangan dari Sistem Penerimaan Negara MPN GTujuan aplikasi adalah untuk menjadi acuan pengambilan keputusan manajemen dan untuk membantu monitoring data penerimaan negara yang harus disetorkan oleh pihak Bank ke rekening kas negara. Aplikasi Dashboard MPN G2 memuat beberapa menu yaitu live transaksi, grafik/maps, laporan, dan pencarian. Aplikasi ini terselenggara berkat kerjasama DJP, DJBC, dan DJA. Pengembang aplikasi mengevaluasi dan menganalisa kebutuhan yang diperlukan oleh instansi yang berkepentingan dan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk memperoleh desain agar sesuai dengan kebutuhan. Kemudian dilakukan pendataan bank yang berminat menjadi penyelenggara layanan secara elektronik dengan melakukan SIT (Sistem Integrated Test). Pemrosesan hasil UAT (User Aceptance Test) dilakukan. Layanan setoran penerimaan negara diujicobakan.
Sebelum inovasi, monitoring belum online dan realtime. Setelah inovasi, instansi terkait dapat memonitor perkembangan penerimaan negara setiap saat. Berbagai informasi disajikan meliputi Dashboard, menu transaksi, menu monitoring, menu grafik/maps, menu laporan per bagian/unit kerja, dan menu pencarian. Transparansi dan realtime data peneri maan negara dapat diwujudkan. Seluruh data penerimaan negara dapat digabungkan dan dipantau setiap saat. Penggunaan teknologi informasi, kemauan semua pihak untuk bekerja sama, kapasitas pegawai yang meningkat merupakan faktorfaktor kunci yang mendukung keberhasilan inovasi ini.
Media Center Kreatif (Layanan Informasi dan Pengaduan Berbasis Kasih Sayang)
Jenis Instansi: Kementerian
Instansi: Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi
UPP: Biro Hukum dan KIP
Wilayah: DKI Jakarta
Penghargaan: Top 99/2016
Tahun: 2016
Kategori SDG’s: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
Tag: Penyediaan Informasi Publik
Salah satu tugas Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KEMPANRB) adalah membuat acuan reformasi birokrasi dan pelayanan publik dan melayani semua Kementerian, Lembaga, Pemerin tahan Daerah dan masyarakat. Sumber Daya Manusia (SDM) pengelola layanan terbatas, sarana dan prasarana layanan tidak memadai, respon layanan informasi dan pengaduan lama dan berbelitbelit, data belum terintegrasi dan terdokumentasi dengan baik. Untuk meningkatkan pelayanan publik, telah dibangun Media Center KREATIF yang merupakan kolaborasi pendekatan teknologi dengan sentuhan kasih sayang, singkatan dari Ko munikatif, Responsif, Edukatif, Proaktif, Integratif dan Arif. Diharapkan inovasi ini menjadi Pusat Sumber Daya Reformasi Birokrasi Nasional, dan selanjutnya sebagai “corong diseminasi informasi reformasi birokrasi.”
Strategi inovasi adalah penggunaan teknologi digital dan konvensional dengan tahapan penyusunan rencana, grand design, standar operasional (SOP), pembuatan berbagai aplikasi, animasi, penyempurnaan portal, pening katan kapasitas pengelola, operasionalisasi, serta monitoring dan evaluasi. Layanan dua arah cepat, jemput bola, terintegrasi dengan berbagai sarana media komunikasi lainnya seperti LAPOR, portal ppid.menpan.go.id, portal induk menpan.go.id, dan email halomenpan@menpan.go.id. Juga terkoneksi dengan Sistem Informasi Pendayagunaan Aparatur Negara (SIPAN), Sistem Informasi Ruang Rapat (SIRARA), Sistem Informasi Survei Kepuasan Masyarakat (SISUKMA), Sistem Informasi Agenda Kegiatan (SIGETA), dan Simulasi Computer Assisted Test (CAT) Online.
Sebelum inovasi, permohonan informasi dan pengaduan lambat direspon karena menggunakan sistem manual. Setelah inovasi, layanan berbasis teknologi, respon cepat, dan petugas ramah penuh kasih sayang. Keluaran dari inovasi adalah sebagai berikut; Pertama, SOP layanan informasi dan pengaduan berbasis teknologi dan kasih sayang. Kedua, microsite mediacenter Kemen PANRB (email, portal PPID dan portal induk) serta terbangunnya ap likasi SIPAN, SIRARA, SISUKMA dan SIGETA. Ketiga, aplikasi simulasi Computer Assisted Test (CAT) Online yang ditandem di website Kemen PANRB, BKN dan media partner (Sindonews.com, Liputan6.com dan Jpnn.com). Keempat, Bahan kampanye reformasi birokrasi yang kreatif dan inovatif (album “reformasi birokrasi”), visualisasi animatif (video company profile Kemen PANRB) dan road map reformasi birokrasi, buku saku ASN, serta video informasi sembilan program percepatan reformasi birokrasi. Kelima, petugas layanan ramah (afektif), cerdas (kognitif) dan cekatan (motorik) dalam memberikan layanan informasi dan pengaduan. Berbagai prestasi dan penghargaan telah yang diraih seperti “10 Besar Kementerian dengan pengelolaan informasi publik terbaik,” Anugerah dari MURI, dan portal menpan.go.id paling populer untuk kategori portal instansi pemerintah.
Dengan adanya inovasi ini aparatur negara dan masyarakat tenang, nyaman, puas, lebih mudah dan cepat mengakses informasi dan menyampaikan pengaduan. Terinte grasi dan terdokumentasinya pengelolaan layanan informasi dan pengaduan. Perubahan paradigma layanan publik, dari manual ke digital, dan dari formal, statis, dan normatif, menjadi layanan kolaboratif menjadi kunci keberhasilan inovasi ini. Kolaborasi digitalisasi dan humanisasi, kombinasi rasionalitas dan spiritu alitas, dan memperhitungkan tingkat kebahagiaan pihak penerima pelayanan menjadi faktor utama peningkatan kualitas layanan publik.
