30 Jan, 2026

Direktori Inovasi

6 mins read

Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai

Pencarian Inovasi

654

Minerba One Map Indonesia (MOMI)

Jenis Instansi: Kementerian

Instansi: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

UPP: Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara

Wilayah: DKI Jakarta

Penghargaan: Top 35/2016

Tahun: 2016

Kategori SDG’s: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab

Tag: ESDM, Minerba, Layanan ESDM

Ditjen Mineral dan Batubara, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral berwenang mengeluarkan Izin Usaha Pertambangan (IUP). Pada Januari 2016 tercatat 10.328 IUP yang diterbitkan di seluruh Indonesia. Akan tetapi terdapat 3.960 IUP yang belum berstatus clear and clean, dan ada 100 IUP yang tumpang tindih yaitu sama komoditas atau lintas batas wilayah administrasi. Kondisi tersebut disebabkan oleh carut marutnya basis data izin pertambangan di daerah. Permasalahan yang menonjol yaitu belum ada standar yang sama mengenai pemakaian peta dasar sehingga menyebabkan perbedaan dalam penen tuan wilayah. Peta dasar dan tematik yang belum terintegrasi secara nasional memunculkan perma salahan tumpang tindih dan perbedaan penerbitan IUP pada wilayah perbatasan. Tidak adanya data lengkap pemegang IUP menyulitkan pengawasan dan pembinaan. Lemahnya koordinasi menyebabkan ketidaksinkronan database IUP nasional. Desentralisasi perizinan belum lancar dan belum ada perubahan paradigma pelayanan. Pengurusan perizinan masih dikelola secara manual.
Ditjen Mineral dan Batubara (Minerba) meluncurkan terobosan pelayanan Minerba One Map Indonesia (MOMI), berupa pelayanan cepat dan efektif, analisis kewilayahan dalam melihat tumpang tindih data wilayah izin pertambangan. Penggabungan fungsi spasial dan non spasial menja dikan MOMI menjadi aplikasi yang sangat powerful pembinaan dan pengawasan pengelolaan pertam bangan. MOMI lebih efektif karena mempersingkat waktu pengurusan izin, merupakan pionir pertama kali di Indonesia, dan bisa diakses melalui iOS un tuk pengguna apple iPad dan Macbook sehingga aplikasi MOMI bisa dilihat kapan pun dan di mana pun melalui jaringan internet. Aplikasi under web dapat menampilkan peta perizinan dalam satu view dan dioverlaykan dengan peta citra satelit.
Strategi meliputi jangka pendek, jangka menengah, dan jangka panjang. Masing-masing dilengkapi rencana strategis pengembangan hardware, software, database, brainware, dan pelatihan. Sebelum adanya inovasi ini, Ditjen Mineral dan Batubara menggunakan software pemetaan Mapinfo (pembagian cluster pulau), tetapi banyak kendala karena sistem manual. Tahun 2012 digunakan ArcGIS Server yang dapat mempermudah integrasi. Sesudah inovasi pengelolaan data IUP, data non spasial, dan data sektor lain berjalan dengan mudah. Pengurusan IUP berjalan cepat dan berbasis teknologi informasi, hanya membutuhkan jaringan internet, dan dapat diakes di mana saja.
MOMI mengurangi tumpang tindih IUP dengan data sektor lain, mempermudah pen gambilan keputusan dan penyelesaian masalah pertambangan. Akses MOMI sudah mencapai 138 daerah (Propinsi dan Kabupaten) dan 3 Kementerian, dan terjadi sinergi pusat dan daerah. Proses evaluasi perizinan pertambangan berjalan cepat. Sistem informasi pertambangan berbasis online dan realtime, dapat diakses kapan dan di manapun. Memberi kemudahan kepada penegak hukum dan K/L terkait. Bermanfaat dalam penyusunan kebijakan pengelolaan pertambangan yang ramah lingkungan. Penggunaan teknologi dapat memecahkan masalah. Perubahan pola pikir dan budaya kerja manual ke elektronik, online, dan terintegrasi menjadi kunci sukses inovasi ini.

“E-Lelang Blok Migas” – Penawaran Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi dengan Sistem Lelang Elektronik Online

Jenis Instansi: Kementerian

Instansi: Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral

UPP: Direktorat Jenderal Minyak & Gas Bumi

Wilayah: DKI Jakarta

Penghargaan: Top 99/2016

Tahun: 2016

Kategori SDG’s: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab

Tag: ESDM, Minerba, Layanan ESDM

Ditjen Minyak dan Gas Bumi adalah unit Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral yang menangani pembagian wilayah kerja minyak dan gas. Produksi migas mengalami penurunan dari1,6 juta barel/hari (1996) menjadi 735 ribu barel/ hari (2015). Pengelolaan migas membutuhkan teknologi dan biaya tinggi, waktu pelelangan lama, butuh waktu dan biaya. Sementara juga calon inves tor menghadapi kesulitan komunikasi, pengarsipan kurang tertata baik, mereka harus datang ke Jakarta, dan proses lelang berjalan kurang transparan dan akuntabel. Terdapat kesamaan penawaran wilayah kerja migas dan proses pengadaan barang dan jasa pemerintah.
Penawaran Wilayah Kerja Migas dengan Sistem Lelang Elektronik Online adalah sistem lelang dengan memanfaatkan teknologi informasi dengan menyempurnakan sistem lelang terdahulu (paper based) yang rawan penyimpangan. Inovasi “eLelang Blok Migas” berbasis teknologi informasi mewujudkan efisiensi waktu dan biaya, kemudahan komunikasi penyelenggara dan pengguna, pengar sipan tertata baik, jadwal lelang teratur dan tepat, menghilangkan jarak, mengurangi biaya, transparan dan akuntabel. Transformasi e-lelang berbasis website wilayah kerja minyak dan gas bumi dilakukan dengan persiapan yang matang, koordinasi dan sinergi alokasi anggaran, persiapan infrastruktur berupa modul sistem, pembangunan modul dan pengujian. Kemudian perbaikan sistem, pembuatan payung hukum, dan sosialisasi intensif kepada calon investor dilaksanakan. Ide dasar inovasi adalah transformasi lelang memanfaatkan teknologi informasi sehingga penawaran wilayah kerja lebih sederhana, efisien, efektif, akuntabel dan pasti.
Sebelum inovasi, proses lelang membutuhkan waktu lama. Setelah inovasi, proses lelang menjadi lebih cepat, tepat, dan teratur. Sistem e-Lelang terintegrasi mulai dari tahapan akses dokumen lelang hingga penetapan pemenang. Cara lelang ini didesain berupa sistem modern berbasis teknologi informasi, memberikan kemudahan kepada peserta lelang dan panitia lelang, dan meminimalisir kecurangan. Proses berjalan transparan dan akuntabel dan cost effective. Penyebaran informasi dan tata cara lelang jauh lebih mudah. Arsip tersimpan rapi, auditable friendly, dan kepastian layanan.
Dalam menyusun sistem elelang terintegrasi diperlukan kerjasama lintas sektoral, dan sosialiasi untuk meningkatkan pengetahuan dan awareness terhadap sistem online. Pelaksanaan eLelang berbasis web meningkatkan kepuasan investor dan semangat kerja tenaga pelaksana, manajemen efektif, proses lelang berjalan cepat, tepat waktu, akurat, mudah, aman, dan nyaman.