Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
PAMAN DABULA FAKFAK (Pemanfaatan Daging Buah Pala Fakfak)
Jenis Instansi: Kabupaten
Instansi: Pemerintah Kabupaten Fak-Fak
UPP: DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN KABUPATEN FAKFAK
Wilayah: Papua Barat
Penghargaan: Top 45/2022
Tahun: 2022
Kategori SDG’s: Tanpa Kelaparan
Tag: Pelayanan Publik yang inklusif dan berkeadilan
Kelangkaan pupuk yang terjadi di kabupaten Fakfak menjadi satu permasalahan yang dihadapi oleh para petani dan mempengaruhi rendahnya nilai ekonomi usahatani di kabupaten Fakfak. Tingginya nilai beli sayuran mempengaruhi pemenuhan gizi masyarakat dalam mengkonsumsi sayuran. Berdasarkan data dari distributor pupuk bersubsidi Kabupaten Fakfak tahun 2017-2019 masih banyak kelompok tani yang sulit membeli pupuk bersubsidi dikarenakan jumlah pupuk yang tersedia tidak sesuai dengan jumlah permintaan kelompok tani (sesuai dengan penyusunan rdkk).Implementasi inovasi PAMAN DABULA FAKFAK telah dilakukan pada 11 kelompok tani di 11 Distrik dari 17 Distrik yang ada di kabupaten Fakfak yakni distrik Fakfak Tengah, distrik Arguni, distrik Kramongmongga, distrik Teluk Patipi, distrik Furwagi, distrik Fakfak, Distrik Fakfak Timur, distrik wartutin, distrik Fakfak Barat serta distrik Timur Tengah. Dampak yang terlihat adalah meningkatnya pengetahuan, ketrampilan dan sikap kelompok tani dalam membuat dan mengaplikasikan inovasi ini sehingga mampu meningkatkan produksi usaha tani tanaman yang dibudidayakan.Dampak yang dirasakan dari inovasi PAMAN DABULA FAKFAK adalah adanya peningkatan pengetahuan, ketrampilan dan sikap (adanya kemauan untuk melanjutkan) dari para petani. Inovasi ini masuk pada kategori inovasi pelayanan public yang inklusif dan berkeadilan.
Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu – Standing Crop (SI Katam-SC) untuk Antisipasi Dampak Perubahan Iklim dan Peningkatan Produksi Pangan
Jenis Instansi: Kementerian
Instansi: Kementerian Pertanian
UPP: Balai Penelitian Agroklimat dan Hidrologi
Wilayah: DKI Jakarta
Penghargaan: Top 45/2022
Tahun: 2022
Kategori SDG’s: Tanpa Kelaparan
Tag: Pelayanan Publik yang inklusif dan berkeadilan
Sistem Informasi Kalender Tanam Terpadu dan Standing Crop (SI Katam Terpadu-SC) disusun dan dikembangkan untuk mengantisipasi pergeseran musim tanam dan kejadian iklim ekstrim akibat perubahan iklim. Sistem informasi dikembangkan oleh Balitbangtan, didukung data dari BMKG, LAPAN, BPS, dan BIG.SI Katam Terpadu-SC merupakan panduan bagi penyuluh, petani atau pemangku kepentingan lainnya dalam memulai tanam, mengantisipasi kerusakan akibat banjir, kekeringan, dan OPT, menerapkan varietas adaptif, rekomendasi pemupukan ramah lingkungan, alsintan yang sesuai, serta memantau tegakan padi di lahan sawah secara real time setiap 5 hari. Pendampingan terhadap petani oleh Tim Gugus Tugas Katam menggambarkan bahwa petani yang melakukan tanam mengikuti rekomendasi Katam memiliki produksi lebih tinggi rata-rata 2,3 Ton/Ha untuk tanaman padi, 0,7 Ton/Ha untuk tanaman jagung, dan 0,3 Ton/Ha untuk tanaman kedelai dibandingkan petani lainnya. Informasi standing crop dapat dianalisis menjadi informasi potensi luas panen dan prediksi produksi padi hingga 3-bulan ke depan, serta dapat mendukung analisis tingkat kecukupan pangan hingga 3-bulan ke depan.Informasi disajikan melalui aplikasi web dan Android, dapat diakses oleh pengguna setiap saat dimana pun. Informasi disajikan hingga level kecamatan bahkan level desa di seluruh Indonesia. Hal ini memungkinkan petani padi, jagung, dan kedelai di seluruh Indonesia dapat menjangkau informasi dengan cepat dan real time.
