30 Jan, 2026

Direktori Inovasi

5 mins read

Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai

Pencarian Inovasi

654

INSTAGRAM (Instalasi Gawat Darurat Modern)

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Tulungagung

UPP: RSUD dr. Iskak

Wilayah: Jawa Timur

Penghargaan: Top 35/2016

Tahun: 2016

Kategori SDG’s: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Tag: Pelayanan Kesehatan, Pelayanan Kegawatdaruratan, Pelayanan RS

Kabupaten Tulungagung terletak di Jawa Timur dengan jumlah penduduk sebesar 1.204.014 jiwa. Secara administratif Tulungagung terdiri dari 19 kecamatan, 257 desa, dan 14 kelurahan. Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Iskak menyediakan layanan gawat darurat bagi masyarakat Tulungagung dan menjadi rujukan regional kegawatdaruratan kabupaten tetangga seperti Blitar, Trenggalek, dan Pacitan. Permasalahan penanganan kegawat darutan di RSUD Tulungagung meliputi angka kematian kurang dari 24 jam yang tinggi, kesalahan pemilahan tingkat kegawatan, response time 11 menit dibandingkan standar pelayanan 5 menit, dan kekurangan dokter spesialis emergency dan perawat terlatih.
Instalasi Kegawatdaruratan Modern (Instagram) diterapkan sebagai sistem pe layanan kegawatdaruratan yang mengutamakan kecepatan, ketepatan dan keamanan dengan menggunakan zona respon, Patient Acuity Category, dan modern emergency department. Instagram diterapkan mulai tahun 2013 dan diintegrasikan dengan program prehospital sebagai Tulungagung Emergency Medical Services (TEMS). Strategi inovasi: Perencanaan dan pembangunan gedung IGD dimulai (2011). Operasionalisasi sistem Patient Acuity Category (2013). Modern emergency department diterapkan (2014). Pembagian zona pasien berdasarkan tingkat kegawatan diterapkan (2015). Instagram diintegrasikan dengan Tulungagung Emergency Medical Services (TEMS) menggunakan ambulans Puskesmas didukung kendaraan kepolisian dan militer sehingga masyarakat dapat mengakses via telepon dan tombol kegawatdaruratan.
Sebelum inovasi, penanganan kasus kegawatdaruratan lamban. Sesudah inovasi, pelayanan diperbaiki sehingga response time 0 menit, jumlah komplain menurun, angka kematian kurang dari 24 menjadi 2,2 permil, call center kegawatdaruratan didirikan, dan pelayanan kegawatdaruratan telah berstandar internasional. Sistem Patient Acuity Category, pengelompokan pasien berdasarkan tingkat kegawatan, pelayanan prarumah sakit dengan sistem Tulungagung Emergency Medical Services (TEMS), Ambulans TEMS, sistem call center merupakan keluaran inovasi ini untuk menciptakan safe community. Layanan kegawatdauratan lebih cepat, lebih mudah dan lebih aman sesuai dengan tingkat kegawatannya. Terdapat kepastian dan kemudahan layanan.
Pembelajaran dari Instagram adalah penurunan angka kematian pada situasi gawat darurat dapat diturunkan dengan pendekatan yang tepat yaitu penggunaan teknologi, komitmen penyelenggara layanan, dan kerja sama dengan berbagai pihak.

Ketuk Pintu Rumah Kantor Pertanahan Kabupaten Kepulauan Selayar

Jenis Instansi: Kementerian

Instansi: Kementerian Agraria dan Tata Ruang

UPP: Kantor Pertanahan Kabupaten Kepulauan Selayar

Wilayah: Sulawesi Selatan

Penghargaan: Top 99/2016

Tahun: 2016

Kategori SDG’s: Tanpa Kemiskinan

Tag: Pertanahan, Layanan Pertanahan

Pelayanan Kantor Pertanahan Kabupaten Kepulauan Selayar dilaksanakan dengan sistem loket. Stigma masyarakat mengurus sertifikat tanah lama dan biaya mahal. Kurangnya masyarakat pedesaan yang mendatangi kantor pertanahan diakibatkan oleh lemahnya pemahaman, lokasi jauh, dan pelayanan berbelit. Badan Pertanahan Nasional telah meluncurkan program LARASITA (Layanan Rakyat untuk Sertifikasi Tanah), di mana petugas pelayanan mendatangi wilayah yang jauh dari kantor pertanahan. Namun LARASITA belum menarik minat masyarakat. Masyarakat miskin masih menganggap bahwa pengurusan sertifikat tanah mahal dan lama. Penyandang cacat, buta huruf, dan manula enggan mendatangi kantor pertanahan akibat dari rasa rendah diri untuk memasuki kantor.
Model LARASITA ini kemudian disempurnakan menjadi terobosan inovasi pelayanan dengan cara jemput bola Ketuk Pintu Rumah (KPR). Inovasi ini bersifat jemput bola, petugas datang ke rumah warga untuk menjelaskan tata cara pengurusan pendaftaran dan pemilikan surat tanah, dan menekankan pentingnya surat tanah. KPR dilaksanakan di hari Sabtu dan Minggu, menjangkau seluruh lapisan masyarakat tanpa biaya ekstra. Strategi meliputi pembagian brosur KPR melalui masjid-masjid setelah shalat Jum’at dan setelah shalat magrib di kelurahan dan desa yang menjadi daerah tujuan program. Kegiatan ini dilaksanakan dari desa ke desa sebagai upaya menuju basis data desa yang lengkap. Dilaksanakan pada hari libur untuk mengantisipasi masyarakat yang bekerja agar pada saat kunjungan mereka berada di rumah. Layanan ini menyediakan penjelasan yang berkaitan dengan hukum pemilikan tanah terlepas dari situasi warga masyarakat yang mau ataupun tidak mau mendaftarkan tanahnya.
Sebelum inovasi, masyarakat tidak tertarik mengurus status kepemilikan tanahnya. Setelah inovasi, masyarakat banyak menikmati manfaat karena layanan dilakukan di rumah di luar jam kerja, informasi dan persyaratan jelas, penanganan tuntas, menghilangkan percaloan, petugas mendekati masyarakat secara langsung, terjadi dialog layanan pertanahan, dan menindaklanjuti penanganan sengketa tanah melalui mediasi. Meningkatnya penerbitan surat tanah dan sertifikat hak atas tanah. Meningkatnya pemahaman masyarakat tentang urusan pertanahan. Meminimalisir sengketa, dan meningkatnya pemetaan tanah. Tersedianya pelayanan yang adil dan tidak diskriminatif.
Terjadi peningkatan layanan 600% dalam 2 bulan. Terjadi perubahan pola pikir dan budaya kerja petugas dan masyarakat. Pendaftaran tanpa perantara, dan biaya sesuai dengan peraturan. Terobosan petugas mendatangi pelanggan, pelayanan di hari libur, dialog petugas dengan pelanggan, dan perwujudan citra dan repu tasi merupakan kunci-kunci kesuksesan inovasi ini.