Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
Pemberdayaan Masyarakat Melalui “Pos Gita” Dalam Pencegahan Gizi Buruk Di Kecamatan Sejangkung Kabupaten Sambas Provinsi Kalimantan Barat
Jenis Instansi: Kabupaten
Instansi: Pemerintah Kabupaten Sambas
UPP: UPTD Puskesmas Sejangkung
Wilayah: Kalimantan Barat
Penghargaan: Top 99/2016
Tahun: 2016
Kategori SDG’s: Tanpa Kelaparan
Tag: Gizi Buruk, Balita, Pelayanan Gizi
Kecamatan Sejangkung, yang terletak di Kabupaten Sambas, Provinsi Kalbar, merupakan wilayah rawan gizi. Dari 12 desa di Sejangkung, Piantus memiliki kasus gizi buruk balita tertinggi. Gizi buruk dapat dicegah dengan memotong mata rantai dan memulihkan status gizi kurang balita. Kasus rawan gizi di Kecamatan Sejangkung dan Desa Piantus menimbulkan keprihatinan berbagai pihak. Prevalensi balita Kurang Energi Protein (KEP) sebesar 38,38%, tertinggi se-Kabupaten Sambas. KEP adalah manifestasi dari kurangnya asupan protein dan energi, dalam makanan sehari-hari yang tidak memenuhi angka kecukupan gizi.
Sejak September 2013, Puskesmas Sejangkung berinisiatif melakukan perawatan balita gizi buruk bekerja sama dengan keluarga dan masyarakat melalui Pos Gizi Balita (Pos Gita). Pos Gita merupakan kegiatan pemberdayaan masyarakat dalam mencegah terjadinya kasus gizi buruk dengan cara makan bersama makanan padat gizi dan penyuluhan kesehatan. Tahapan strategi inovasi sebagai berikut. Kepala desa dan tokoh desa didekati. Kader Pos Gita dilatih selama 46 hari. Dilakukan pengiliran desa yang menjadi sasaran program. Pemantauan dan evaluasi dilakukan.
Sebelum inovasi, banyak terjadi kasus balita rawan gizi. Sesudah inovasi, kasus rawan gizi berkurang. Setelah ada inovasi prevalensi KEP menurun. Kegiatan kreativitas di Pos Gita melibatkan masyarakat, dilaku kan langsung oleh kader Pos Gita dan ibu balita yang mengalami gizi kurang. Bahan makanan yang akan dimasak dipersiapkan sendiri oleh ibu balita secara gotong royong yang dipusatkan di satu tempat yang telah difasilitasi oleh Pos Gita. Penyuluhan dilaksanakan dengan baik dan distribusi pemberian makanan tambahan kepada balita gizi ku rang dan balita gizi buruk dilaksanakan secara teratur. Keadaan gizi balita membaik. Tingkat kesadaran dan pengetahuan masyarakat meningkat terutama keluarga yang memilki balita. Kerja sama lintas sektor dalam perbaikan gizi balita terbangun. Pos Gita menjadi model program perbaikan gizi di seluruh kecamatan di Kabupaten Sambas.
Kemiskinan bukan satu-satunya penyebab utama munculnya kasus gizi kurang dan gizi buruk. Komitmen yang kuat dari Puskesmas, adanya dukungan dan komitmen berbagai lapisan masyarakat dalam memperbaiki gizi buruk, keinginan membangun kesehatan sehat, dan sinergitas lintas sektor/lintas instansi menjadi kunci kesuksesan inovasi.
“Respon Cepat Perbaiki Jalan Rusak”
Jenis Instansi: Kabupaten
Instansi: Pemerintah Kabupaten Siak
UPP: Dinas Bina Marga dan Pengairan
Wilayah: Riau
Penghargaan: Top 99/2016
Tahun: 2016
Kategori SDG’s: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
Tag: Infrastruktur
Kabupaten Siak berada pada poros penting jalan raya dari ibukota Propinsi Riau, Pekanbaru, ke berbagai kota lain seperti Dumai dan Bengkalis. Jalan yang membentang sepanjang 1.880,19 km ini dilalui 5.000 kendaraan per hari sehingga mengalami kerusakan sekitar 30% per tahun. Kerusakan jalan menimbulkan polusi udara, memperlambat waktu perjalanan, tingkat kecelakaan 5 kasus per hari, dan ketidaknyamanan pengguna jalan. Jalan ini merupakan urat nadi ekonomi, penghubung lintas kabupaten dan provinsi, dan mendukung destinasi kunjungan olah raga, seni dan budaya, dan wisata dari berbagai daerah ke Kabupaten Siak, antara lain Istana Siak. Masalah utama yang perlu diselesaikan adalah lambannya tanggapan dan tindak lanjut pengaduan masyarakat tentang kerusakan jalan. Prosedur perbaikan jalan berbelitbelit, memakan waktu yang panjang karena tunduk pada aturan lelang nasional yang memakan waktu sedikitnya 45 hari kerja.
Respon Cepat Perbaiki Jalan Rusak adalah terobosan Dinas Bina Marga dan Pe ngairan Kabupaten Siak dalam mengatasi kerusakan jalan. Masyarakat dapat menghubungi petugas dengan memanfaatkan call center 082329837744, dan website http://bmp.siakkab.go.id. Setiap laporan dan pengaduan dari masyarakat mengenai kondisi jalan rusak direspon dalam 1 x 24 jam dan segera ditindaklanjuti. Telah disiapkan tim Unit Reaksi Ce pat Bina Marga (URCBM) yang memperbaiki dan memelihara jalan dengan segera. Strategi inovasi ini adalah melakukan survai lapangan melihat kondisi jalan, menanggapi pengaduan masyarakat dari call center selama 24 jam nonstop, Tim URCBM siap melayani dan menindaklanjuti pengaduan dengan menggu nakan peralatan Road Maintenance Truck (RMT) yang mampu memperbaiki jalan dalam waktu 30 menit per 100 m. Strategi disiapkan menggunakan rencana aksi yang terdiri atas perencanaan, pelaksanaan, pemantauan, evaluasi, pengendalian, pengawasan, dan pelaporan. Tim URCBM memiliki peralatan lengkap dalam menunjang pekerjaannya seperti RMT dan generator listrik.
Sebelum inisiatif, petugas bekerja lamban, respon terhadap pengaduan masyarakat tentang kerusakan jalan sangat lambat dan prosedur berbelit-belit. Sesudah inovasi, respon 1×24 jam dalam perbaikan kerusakan jalan telah memenuhi kebutuhan masyarakat. Saat ini kondisi jalan di Kabupaten Siak menjadi jauh lebih baik. Keluaran inovasi ini terdiri atas peningkatan kondisi jalan yang mengakibatkan peningkatan kegiatan perekonomian masyarakat, mendorong kegiatan pariwisata, penciptaan udara bersih, dan mendukung kegiatan nasional dan internasional. Kondisi jalan makin mantap, indeks kepuasan ma syarakat meningkat, kegiatan pertanian, perkebunan, dan kepariwisataan terus berkembang, dan jumlah wisatawan lokal dan internasional terus meningkat.
Manfaat utama poros jalan Kabupaten Siak yang baik dan mulus adalah memperlancar akses mobilisasi angkutan harian, memacu kegiatan pertanian, perkebunan, dan pariwisata, pemeliharaan jalan berjalan cepat dan tepat sasaran, peningkatan kunjungan wisatawan, peningkatan kepercayaan publik terhadap kegiatan pemerintah, dan penciptaan jalan yang bersih dan sehat berwawasan lingkungan. Dengan jalan yang baik, mulus, dan berkualitas, kabupaten Siak mendapat berbagai penghargaan seperti urutan nomor 2 nasional untuk Jalan Terbaik di tahun 2014, dari 400 kabupaten se-Indonesia. Juga terselenggaranya balap sepeda Tour De Siak setiap tahun dihadiri lebih dari 12 negara, dan Pekan Olahraga Nasional cabang balap sepeda pada tahun 2012.
Tim yang berdedikasi seperti Tim URCBM merupakan ujung tombak keberhasilan sebuah inovasi. Inovasi harus didukung oleh segenap pemangku kepentingan, partisipasi masyarakat yang tinggi, komunikasi dan sinergi instansi terkait, serta dukungan peralatan yang memadai.
