30 Jan, 2026

Direktori Inovasi

6 mins read

Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai

Pencarian Inovasi

654

Pemberdayaan Masyarakat dalam Bidang Pendidikan melalui Program CERDAS

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Deli Serdang

UPP: Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga

Wilayah: Sumatera Utara

Penghargaan: Top 99/2016

Tahun: 2016

Kategori SDG’s: Pendidikan Berkualitas

Tag: Pendidikan, Pembangunan Sekolah, Pembangunan Sarana Pendidikan

Deli Serdang adalah sebuah kabupaten yang berada di Sumatera Utara yang memiliki 621 Sekolah Dasar Negeri (SDN). Hampir 70% dari SDN rusak dan tidak layak pakai. Atap dan asbes bocor, lantai ruangan kelas banyak yang berlubang, dinding kelas kotor dan sudah lama tidak mendapat polesan cat tem bok, dan daun pintu hilang. Kamar mandi dan WC siswa dan guru tidak memenuhi syarat kesehatan dan sanitasi lingkungan. Kondisi mebel sekolah pun sebagian besar dalam keadaan hancur. Dari 4.610 mebel yang ada, hanya 1664 unit (36,10%) dalam kondisi baik. Proses pembelajaran di kelas terganggu dan jauh dari suasana yang menyenangkan. Siswa dan guru tidak memiliki semangat dalam proses belajar mengajar dan siswa sulit konsentrasi dalam belajar. Partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan masih rendah karena menganggap bahwa pendidikan adalah domainnya pemerintah dan bila ada masalah yang timbul yang berkaitan dengan pendidikan, hal itu adalah tanggung jawab pemerintah.
Program CERDAS (Percepatan Rehabilitasi dan Apresiasi Terhadap Sekolah) adalah pembangunan bidang pendidikan melalui pemberdayaan masyarakat untuk melakukan rehabilitasi gedung sekolah rusak dan tidak layak pakai, menyinergikan tiga pilar kekuatan di bidang pendidikan, yaitu pemerintah, masyarakat dan sektor swasta. Strategi inovasi terdiri beberapa tahapan berikut. Mengubah paradigma bahwa pendidikan tanggung jawab bersama. Memberikan dana stimulus sehingga mendorong gotong royong penggalangan dana. Melibatkan pejabat pemerintah, pengusaha, tokoh pemuda, pemuka agama, dan lembaga swadaya masyarakat. Membentuk Panitia CERDAS di sekolah dan desa. Melaksanakan gotong royong pengumpulan dana. Melaksanakan rehabilitasi terhadap gedung sekolah yang rusak. Melaporkan hasilnya kepada masyarakat.
Banyak sekolah yang rusak tidak terawat dan tidak layak pakai. Setelah inovasi, berhasil mengumpulkan dana partisipasi masyarakat lebih kurang 20 miliar rupiah untuk memperbaiki gedung sekolah yang rusak. Dengan adanya inovasi ini, rehabilitasi gedung sekolah menggunakan dana partisipasi masyarakat. Penghargaan nasional kepada Satya Lencana Pembangunan Bidang Pendidikan dari Presiden Republik Indonesia. Meningkatnya semangat belajar mengajar siswa dan guru di kelas. Kondisi ruang kelas baik, bersih, rapi, dan indah. Guru dan siswa merasa aman dan nyaman dalam belajar. Meningkatnya partisipasi masyarakat dan gotong royong sesuai akar budaya bangsa. Mengubah tampilan sekolah menjadi lebih baik. Kabupaten Deli Serdang terbebas dari gedung sekolah yang rusak dan tidak layak pakai.
Pembelajaran dari CERDAS adalah Kunci sukses inovasi ini adalah kegiatan berbasis partisipasi dan gotong royong dengan semua pihak yang berkepentingan.

Kakekku Datang

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Gresik

UPP: Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil

Wilayah: Jawa Timur

Penghargaan: Top 99/2016

Tahun: 2016

Kategori SDG’s: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh

Tag: Administrasi Kependudukan, Pelayanan Adminduk

Kabupaten Gresik terdiri atas kondisi geografis yang beraneka ragam meliputi daerah perkotaan, pedesaan, dan kepulauan. Akibatnya, pencatatan administrasi kependudukan belum rapi antara lain masih adanya data ganda, data anomali, dan pen duduk usia 018 tahun yang belum memiliki akta kelahiran. Proses perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (eKTP) dalam rangka Sistem Informasi Administrasi Kependudukan (SIAK) hingga tahun 2014 menemukan berbagai masalah kependudukan, yaitu tercatat data ganda (23.765 jiwa), data anomali (69.230 jiwa) dan hanya 50,12% penduduk usia 018 tahun yang memiliki akta kelahiran, jauh di bawah target nasional 85% pada tahun 201Dari 1.332.972 jiwa penduduk Kabupaten Gresik per Juni 2015, tercatat 256.047 kepala keluarga (KK) atau 69,37% dari 369.120 KK yang dikategorikan sebagai Count 0 dengan artian data tidak pernah diperbarui sejak diterbitkan pada tahun 2008.
Kompleksitas masalah kependudukan ditangani Dinas Kependudukan Catatan Sipil (Dispendukcapil) dengan meluncurkan Program “Kakekku Datang” yang merupakan kelanjutan dari “Kartu Keluarga Ku Data Ulang”. Inovasi ini menyelenggarakan pelayanan administrasi kependudukan melalui validasi data berbasis Count 0 untuk me mecahkan permasalahan data ganda, data anomali, dan akselerasi pencatatan akta kelahiran. Kakekku Datang dilaksanakan secara inklusif melibatkan sekitar 8 ribu pengurus RT dan RW, 356 petugas register desa, dikoordinasikan 18 pejabat kecamatan di seluruh Kabupaten Gresik. Strategi Kakekku Datang meliputi kegiatan terintegrasi, ekstraksi, dan distribusi KK Count 0, sosialisasi kepada petugas register desa, dan verifikasi tingkat desa oleh pengurus RT, RW, dan petugas register desa. Pelayanan bersifat jemput bola sementara validasi data dan alih media dicatat dalam SIAK. SMS Gateway, radio lokal, dan website dijadikan sebagai sarana sosialisasi.
Kondisi sebelum inovasi, masyarakat sulit memperoleh kepastian data dari Dispendukcapil, Kecamatan, dan Desa. Setelah Kakekku Datang diimplementasikan, pemahaman masyarakat tentang administrasi kependudukan meningkat, pelayanan responsif dan cepat, pelibatan RT dan RW, pelayanan jemput bola ke Kecamatan Sangkapura dan Kecamatan Bawean di Pulau Bawean, pengadaan komputer untuk 356 desa/kelurahan, mendekatkan petugas dengan masyarakat yang dilayani, dan 234 desa (6%) telah terkoneksi internet. Keterlibatan pemangku kepentingan Desa ditunjang oleh pelayanan responsif melalui jemput bola dengan paket pelayanan utama meliputi pemutakhiran KK yang selaras dengan pencatatan akta kelahiran atau akta kematian. Kakekku Datang berhasil memulihkan pemutakhiran KK Count 0 sebanyak 9.846 KK dan secara sistemik memulihkan 3.811 data anomali, dan 6.317 data ganda.
Pada akhir tahun 2015 telah berhasil dilakukan pemutakhiran data penduduk sebanyak 9.846 KK, alih media arsip kependudukan yang telah dimutakhirkan mencapai 42.262 data. Pencatatan akta kelahiran 58,12% (tahun 2015) meningkat dibanding kan dengan 50,12 % (tahun 2014); Capaian Pemulihan Data Anomali 3.811 data; Capaian Pemulihan Data Ganda 6.317 data; Integrasi dana ADD dalam pelaksanaan pelayanan publik dengan melibatkan 356 petugas Register Desa dan 8000 pengurus RT dan RW sekaligus menghidupkan pelayanan di tingkat Desa; dan keberhasilan penanaman nilainilai layanan edukatif tentang adminisitrasi kependudukan kepada masyarakat. Peningkatan kualitas pelayanan adminduk melalui penggalian akar masalah yang menempatkan pemutakhiran KK Count 0 sebagai basis pelayanan. Peningkatan kualitas produk layanan berkat keterlibatan berbagai pihak secara massif dan berjenjang. Inovasi mendorong komunikasi publik, dialog interaktif, pemanfaatan radio, media sosial, SMS Gateway, dan website.
Pelayanan berbasis teknologi informasi, kemudahan akses, pelibatan masyarakat, kearifan lokal, jemput bola, menjadi faktor utama kesuksesan inovasi ini. Ditambah dengan mendekatkan petugas kepada masyarakat, pelayanan untuk semua, dialog interaktif, pemanfaatan media radio yang merakyat, dan pemanfaatan teknologi informasi telah membangun konektivitas informasi seluruh desa di Kabupaten Gresik.