Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
Gerak Cepat,Cermat Dan Tepat Pelayanan Rawat Jalan 10 Menit Di Upt Puskesmas Sampang Kabupaten Cilacap
Jenis Instansi: Kabupaten
Instansi: Pemerintah Kabupaten Cilacap
UPP: UPT Puskesmas Sampang Dinas Kesehatan
Wilayah: Jawa Tengah
Penghargaan: Top 99/2016
Tahun: 2016
Kategori SDG’s: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Tag: Pelayanan Kesehatan, Pelayanan Puskesmas
Puskesmas Sampang adalah salah satu dari 38 Puskesmas di Kabupaten Cilacap yang letaknya berbatasan dengan Kabupaten Banyumas, sehingga melayani pasien dari kedua kabupaten tersebut. Pelayanan di Puskesmas Sampang berjalan lambat karena petugas kurang berkualitas, standar operasional (SOP) belum ada, sarana dan prasarana gedung belum memadai. Akibatnya kualitas pelayanan dan kepuasan masyarakat rendah.
Puskesmas Sampang menerap kan inovasi Gerak Cepat,Cermat dan Tepat Pelayanan Rawat Jalan 10 menit. Inisiatif ini kreatif karena data pasien disimpan dalam komputer (SIMPUS), ada perubahan pola pikir dan budya kerja petugas, dan manajemen perubahan. Puskesmas yang lokasinya di wilayah bisnis dekat pasar, memberikan kemudahan masyarakat datang ke Puskesmas dan cepat waktu layanannya: pendaftaran sampai dengan pemberian obat ditargetkan 10 menit saja. Strategi inovasi meliputi survey kepuasan pelanggan, pembangunan fasilitas teknologi informasi SIMPUS, pelatihan tenaga pelaksana, menerapkan SOP, memangkas prosedur yang bertele-tele, melaksanakan lokakarya serta pemantauan dan evaluasida tahun 2013.
Sebelum inisiatif, pasien antri lama di pendaftaran, ruang periksa, dan pelayanan obat. Angka ini belum ditambah pelayanan lainnya. Jumlah dokter dan tenaga kesehatan tidak sebanding dengan jumlah pasien. Keterbatasan ruang gedung, mengakibatkan pelayanan juga dilakukan di luar gedung. Sarana dan prasarana teknologi informasi belum ada dan kualitas SDM petugas belum memadai. Sesudah inovasi: Kunjungan rawat jalan 41.501 orang (2013), 40.262 orang (2014), dan 40.978 orang (2015), ratarata 140150 orang per hari. Indeks kepuasan masyarakat terhadap layanan Puskesmas Sampang mendapat skor memuaskan. Setelah adanya inovasi, terjadi peningkatan jumlah kunjungan rawat jalan sebesar 50%, penurunan angka kematian ibu dan bayi, dan penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Cilacap dalam aspek pelayanan prima. Masyarakat tidak ragu berobat ke Puskesmas. Terjadi peningkatan efisiensi waktu, pelayanan cepat, peningkatan jumlah kunjungan, prestasi dan penghargaan, dan pelayanan prima.
Komitmen semua pemangku kepentingan sangat penting dalam mendukung inovasi ini melalui kerjasama dan sinergi. Beberapa pendekatan yang mendukung adalah akurasi layanan, transparansi dan akuntabilitas, paartisipatif, peruba han pola pikir dan budaya kerja, peraturan dan SOP yang jelas, komunikasi yang baik dan terus menerus, perubahan sikap dan perilaku kerja, mengejar dan mempertahankan prestasi, penghargaan dan sanksi, dan menerapkan motto “berpacu dengan waktu, ketika yang lain tertidur kita sudah bangun, ketika yang lain terbangun kita sudah berlari, ketika yang lain berlari kita sudah sukses.”
GEBRAK (Gerakan Bekerja Untuk Rakyat)
Jenis Instansi: Kabupaten
Instansi: Pemerintah Kabupaten Dairi
UPP: Sekretariat Daerah
Wilayah: Sumatera Utara
Penghargaan: Top 99/2016
Tahun: 2016
Kategori SDG’s: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
Tag: Pembangunan Daerah, Pembangunan Wilayah, Partisipasi Masyarakat
Kabupaten Dairi terletak di posisi paling Barat di Provinsi Sumatera Utara dengan topografi, dataran tinggi yang bervariasi yaitu datar, bergelombang, curam, terjal. Kualitas hidup masyarakat masih rendah ditandai dengan banyaknya siswa yang belum lancar membaca, menulis, dan berhitung. Terdapat kasus kekurangan tenaga pengajar, banyak kasus gizi buruk, dan pola hidup tidak sehat. Pembangunan belum menjangkau seluruh wilayah pelosok desa. Sebagian besar kondisi jalan berupa jalan tanah dan berbatu.
Pemerintah Kabupaten Dairi menerapkan inisiatif Gerakan Bekerja Untuk Rakyat (GEBRAK) yang bertujuan untuk mendorong pemba ngunan ke seluruh wilayah secara terpadu, cepat tepat, dan melibatkan semua pemangku kepentingan. Kegiatannya berupa kunjungan ke desa sekali dalam dua minggu, dan dilaksanakan oleh semua unit pemerintah. Kunjungan multi sektor ke desadesa meliputi kesehatan dan keluarga beren cana, pertanian dan perkebunan, kehutanan, sarana dan prasarana jalan dan lingkungan, pelayanan administrasi kependudukan, ketahanan pangan, lingkungan hidup, pendidikan, tenaga kerja dan sosial, perhubungan, komunikasi dan informasi, perindustrian, perdagangan, dan KUKM, perpustakaan, arsip dan dokumentasi, pariwisata, serta pertambangan, dan energi.
Sebelum inovasi, unit pemerintah tidak mengenal permasalahan desa secara langsung karena hanya bekerja berdasar kan laporan. Sesudah inovasi, permasalahan sektor di desa diketahui karena diskusi langsung dengan aparat desa dan melihat buktibukti di lapangan. Setelah ada inovasi, pembuatan jalan baru, usaha tani, perbaikan irigasi, pembinaan terhadap guru, mobil perpustakaan keliling, penyuluhan pertanian, dan pelayanan administrasi kependudukan. Juga pemeriksaan ibu hamil, penimbangan bayi dan balita, penyuluhan teknik bercocok tanam, revitalisasi kelompok tani, pengadaan buku siswa, dan penanggulangan banjir dan bencana. Masyarakat pedesaan yang hidup terpencil kini mendapatkan pelayanan publik yang memadai. Pejabat menginap di desa menumbuhkan keakraban dan kepercayaan masyarakat terhadap para pemimpinnya. Aparat mengenal potensi desa dan permasalahannya untuk kemudian dicari solusi terbaik.
Kunjungan kerja ke lapangan merupakan metode yang efektif dalam mencari akar permasalahan masyarakat. Koordinasi dan sinergi semua sektor dan unit pemerintahan menjadi kunci atas kesuksesan inovasi ini.
