30 Jan, 2026

Direktori Inovasi

6 mins read

Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai

Pencarian Inovasi

654

Pelayanan Geriatri Sebagai Upaya Meningkatkan Kualitas Hidup Pasien Lanjut Usia Di Rumah Sakit Umum Daerah Cibinong

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Bogor

UPP: RSUD Cibinong

Wilayah: Jawa Barat

Penghargaan: Top 99/2016

Tahun: 2016

Kategori SDG’s: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Tag: Pelayanan Kesehatan, Geriatri, Pelayanan Lansia

Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Cibinong berlokasi di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Salah satu penerima pelayanan yang diberikan adalah pasien lanjut usia (lansia). Lansia mengalami penurunan jumlah sel dan jaringan serta fungsi fisiologik, ketahanan terhadap stress fisik atau psikologik, sehingga mereka mudah terjangkit penyakit. Geriatri adalah disiplin ilmu kedokteran yang memberikan pelayanan kesehatan kepada lansia dengan menitik beratkan pada promosi, pencegahan, diagnosis, pengobatan dan rehabilitasi bagi pasien geriatri. Pasien geriatri memiliki kendala organ multi penyakit, penurunan fungsi organ, gangguan psikologis, dan sosial ekonomi. Permasalahan meliputi mandi, mengenakan baju, menggunakan toilet, keterbatasan gerak, masalah BAB dan BAK, makan, dan menjaga kerapihan.
RSUD Cibinong menerapkan inovasi pelayanan paripurna geriatri terpadu bagi pasien geriatri, terpisah dengan layanan pada lansia. Pelayanan lansia dilakukan melalui pendekatan multidisiplin yang bekerja secara interdisiplin. Pada prinsipnya pasien lansia ditangani dokter spesialis dan pasien geriatri dinilai oleh Tim Terpadu Geriatri sehingga tindak lanjut pelayanan juga berbeda dengan pendekatan kuratif, rehabilitatif, promotif dan preventif. Penyaringan awal untuk membedakan lansia atau geriatri, menentukan apakah tergolong ke dalam pasien geriatri. Pasien lanjut usia biasa diteruskan ke dokter spesialis dan pasien geriatri dinilai secara komprehensif oleh Tim Terpadu Geriatri. Dilakukan edukasi gizi, penga turan pola makan, olah raga ringan, dan konsultasi antar dokter spesialis. RSUD Cibinong memberikan pelayanan lansia dan geriatri sederhana serta rawat jalan lansia sekali dalam seminggu. Pada tahun 2014 2015, pelayanan terpadu multidisiplin Geriatri dilaksanakan melalui konsul antar Poliklinik dengan Dokter Penanggung Jawab Pasien adalah Dokter Spesialis Penyakit Dalam.
Sebelum inovasi, lansia merasa kurang diperhatikan dan tidak menerima perlakuan khusus. Setelah inovasi, lansia sangat diperhatikan, adanya berbagai pelayanan khusus, sarana prasarana yang lebih baik, dan waktu pelayanan lebih cepat. Setelah ada inovasi, jumlah rata-rata kunjungan pasien sebesar 70 lansia dan 1020 geriatri. Waktu tunggu pasien lansia/geriatri sampai mendapat obat ratarata 12 jam, sebelumnya 34 jam. Jumlah lansia yang merngikuti senam ratarata 25 orang. Terdapat pa sien lansia yang memanfaatkan klinik edukasi gizi. Pasien lansia dan geriatri tidak antri lama di loket pendaftaran, lebih nyaman dalam menunggu antrian pemeriksaan dokter, mendapatkan prioritas di unit pemeriksaan penunjang, dan mendapatkan obat lebih cepat di loket khusus.
Pelayanan pada lansia dan geriatri memberikan kesempatan kepada setiap orang untuk menikmati pelayanan komprehensif, kemudahan dan kenyamanan, dan hak hidup sehat dan berkualitas. Inovasi ini memberikan kepuasan bukan saja pasien namun juga masyarakat dan kemanusiaan.

Kelola Sampah Hasilkan Berkah

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Bojonegoro

UPP: Dinas Kebersihan dan Pertamanan

Wilayah: Jawa Timur

Penghargaan: Top 35/2016

Tahun: 2016

Kategori SDG’s: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab

Tag: Pengelolaan Sampah, Timbulan Sampah, TPA

Gaya dan pola hidup masyarakat Bojonegoro sedang berubah dari tradisional menjadi pola hidup modern. Perubahan mencolok tersebut dibarengi dengan pembangunan fasilitas yang meningkat signifikan, seperti pasar modern, mall, dan swalayan. Dampak negatif perubahan gaya hidup ini adalah masalah persampahan. Penanganan residu sampah belum ditangani secara maksimal, karena baru ada satu Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Desa Banjarsariseluas 4,75 ha di KecamatanTrucuk, Kabupaten Bojonegoro. Lokasi TPA jauh sehingga tidak bisa menampung sampah dari seluruh wilayah Kabupaten Bojonegoro. Sangat banyak sampah yang belum tertangani secara baik. Apabila hal ini terus berjalan, akan memberikan dampak polusi lingkungan hidup dan masalah kesehatan. Sampah dari 1,45 juta pen duduk belum tertangani dengan baik, pemilahan sampah rumah tangga belum berjalan baik, Tempat Pembuangan Sementara (TPS) belum banyak tersedia, dan tata kelola TPA belum sesuai standar sehingga menimbulkan keluhan masyarakat.
Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Kabupaten Bojonegoro menerapkan sistem sanitary landfill pada TPA Banjarsari men jadi Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu (TPST) dengan menerapkan 3R (reduce, reuse, recycle) berbasis masyarakat di lingkungan permukiman. Inovasi “Kelola Sampah Hasilkan Berkah” diyakini memperpanjang usia TPA, mengubah sampah dari masalah jadi berkah, dan memberi kemanfaatan. Diharapkan terjadi perubahan pola pikir dan budaya kerja masyarakat dari “sampah sebagai masalah menjadi sampah membawa berkah.” Strategi inovasi meliputi pem berdayaan Pemulung di TPA Banjarsari melalui Aksi Pulung (Pemulung Ulung), Bank Sampah Patrol (21 binaan), pemanfaatan gas methane, penggunaan reaktor pirolisis mengubah sampah plastik menjadi Bahan Bakar Minyak (BBM), produksi pupuk Kombo (Kompos Bojonegoro), dan menjadikan TPA Banjar sari Bojonegoro sebagai TPA Wisata Edukasi bagi masyarakat umum dan pelajar.
Sebelum ada inovasi, tidak terjadi pemilahan sampah, dan sampah yang dibuang ke TPA Banjarsari makin banyak. Setelah ada inovasi, sebagian sampah telah dimanfaatkan, bau busuk di TPA berkurang, pendapatan pemulung meningkat, dan terbentuknya Bank Sampah. Setelah ada inovasi, kesadaran masyarakat dalam pengelolaan sampah meningkat, pemilahan sampah rumah tangga mengurangi timbulan sampah, TPA sanitary landfill dan wisata edukasi bersih dan nyaman, pemanfaatan gas methane, komitmen pemda dan pemangku kepentingan meningkat, meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), dan TPA Banjarsari menjadi rujukan pengelolaan sampah.
Manfaat inovasi meliputi sistem sanitary landfill mengurangi bau dan pencemaran, produk Kombo untuk pupuk dengan harga murah, pemberdayaan bank sampah, meningkatnya Usaha Kecil dan Mikro (UKMK), penggunaan gas methane gratis di sekitar TPA, reaktor pirolisis/mesin pengolah plastik men jadi BBM alternatif, pelatihan dan pemberdayaan pemulung, TPA menjadi wisata edukasi, dan jumlah taman kota bertambah .
Perubahan pola pikir dan budaya kerja masyarakat tentang pengelolaan sampah sangat tepat dan Inovasi “Kelola Sampah Hasilkan Berkah” terbukti ampuh.