Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
Aplikasi Info PLN Berbasis Sistem Operasi Perangkat Bergerak Android Dan Ios, Akses Informasi Dan Pelayanan Pelanggan Kelistrikan PT PLN (Persero) Secara Gratis Menggunakan Ponsel Pintar Untuk Masyarakat Di Seluruh Indonesia
Jenis Instansi: BUMN/D
Instansi: PT PLN (Persero)
UPP: PT PLN (Persero) Distribusi Jakarta Raya & Tangerang
Wilayah: Banten
Penghargaan: Top 99/2016
Tahun: 2016
Kategori SDG’s: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
Tag: Listrik, Pelayanan Listrik
PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) merupakan Badan Usaha Milik Negara yang menyediakan layanan kelistrikan kepada masyarakat Indonesia. Terjadi perubahan preferensi masyarakat dalam penggunaan teknologi untuk mengakses internet yang mencapai 55 juta pengguna di akhir tahun 20Sekitar 80% pengguna mulai beralih dari komputer ke telepon pintar.
PT PLN (Persero) memiliki masalah komunikasi dengan para pelanggannya. Sarana utama yang diandalkan adalah sarana yang berbiaya tinggi dan mulai ditinggalkan oleh konsumen seperti kantor pelayanan, call center, SMS, dan website. Masyarakat mengeluarkan biaya untuk datang ke kantor pelayanan. Mengeluarkan biaya untuk menghubungi Layanan Call Center 12Layanan tagihan rekening melalui SMS 8123 membutuhkan biaya. Tampilan website www.pln.co.id kurang ramah bagi pengguna telepon pintar. Kondisi ini ditambah dengan masalah proses pengurusan lama dan berbelit-belit, masih ada percaloan, yang berimbas pada menurunnya kepuasan pelanggan.
PT PLN mengembangkan layanan baru berupa aplikasi perangkat bergerak untuk ponsel pintar yang mudah diakses secara gratis oleh pelanggan kapanpun dan dimanapun bernama Layanan INFO PLN. Aplikasi gratis ini melayani informasi seputar kelistrikan seperti memeriksa tagihan listrik, riwayat pembelian token prabayar, layanan online untuk Pasang Baru, Ubah Daya, Layanan Listrik Sementara, pengaduan pelanggan seluruh Indonesia, peta kondisi listrik, beberapa fitur media sosial, dan berita.
Inovasi Aplikasi INFO PLN adalah desain tampilan dan struktur yang seragam, mengakses data yang sama, tetapi digunakan oleh perangkat ponsel pintar yang berbeda menggunakan cross plattform programming sehingga mempermudah dalam menyamakan konten dan mempercepat proses pembaharuan aplikasi. Strategi Aplikasi INFOPLN terdiri atas 1) Pengembangan Aplikasi dan Strategi Pemasaran Aplikasi (System Development Life Cycle/SDLC dan pengujian kualitas) dan 2) Strategi Pemasaran Aplikasi (sosialisasi, kemudahan aplikasi bagi pelanggan, penggunaan Google Play Store, Itunes App Store dan Amazon Apps, dan evaluasi).
Dalam periode September 2015 – Februari 2016, aplikasi INFO PLN sudah meraih 18 ribu download dengan 152.345 total pengguna, 1000 pengaduan, 483.000 klik aplikasi, dan pelanggan aktif 164 orang per hari. Diawali prototype, dalam satu tahun dihasilkan aplikasi dengan basis sistem operasi Android, sistem operasi iOS, sistem operasi Blackberry, dan sistem operasi Nokia. Uji coba dilanjutkan dengan penggunaan Google Play Store dan Blackberry Appworld, dilanjutkan hosting aplikasi pada iOS itunes/ AppStore serta Nokia Market App. Pada tahun 2015, aplikasi ini dapat diunduh dari Google Play Store, Apple App Store, dan Amazon Apps.
Keluaran inovasi adalah aplikasi telepon pintar yang memberikan berbagai layanan yang dapat diakses kapan saja dan di mana saja dengan biaya murah. Manfaat inovasi ini adalah kemudahan masyarakat mengakses informasi dan biaya.
Pembelajaran dari inovasi ini adalah penyediaan fasilitas pelayanan pelanggan dapat dilakukan dengan memanfaatkan teknologi yang sesuai dengan perkembangan tren pengguna, dengan biaya murah, dan pelayanan berkualitas.
CSR Untuk Rakyat
Jenis Instansi: Kabupaten
Instansi: Pemerintah Kabupaten Aceh Barat
UPP: BAPPEDA
Wilayah: Aceh
Penghargaan: Top 99/2016
Tahun: 2016
Kategori SDG’s: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan
Tag: CSR, Pengelolaan CSR
Aceh Barat adalah kabupaten di Nangroe Aceh Darussalam yang kaya akan sumber daya alam khususnya pertambangan. Permasalahan Corporate Social Respon sibility (CSR) dari 33 perusahaan yang beroperasi di Aceh Barat adalah bahwa tidak semua melaksanakannya, penggunaan dana tidak jelas, dan sering terjadi konflik masyarakat dengan perusahaan. Pelaksanaan belum terarah dan terpadu, dan tidak transparan. Belum terbangun koordinasi dan sinergi Pemerintah Daerah dengan perusahaan dan pemangku kepentingan.
Solusi masalah adalah Perda/Qanun Nomor 10 Tahun 2015 tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan, yang mengatur tentang pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan dalam penggunaan dana CSR. Penerbitan Peraturan tentang Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan. Dibentuknya Forum Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan Perusahaan (TJSLP). Rembug Kerja membahas kegiatan Corporate Forum for Community Development (CFCD).
Sebelum inovasi, jumlah dan pemanfaatan dana CSR tidak jelas, masyarakat tidak percaya kepada perusahaan dan pemerintah daerah, dan hasil penggunaan dana CSR tidak dirasakan. Sesudah inovasi, pencatatan dana jelas dan rencana pemanfaatannya melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, LSM, dan pemangku kepentingan lokal lainnya. Inovasi ini menghasilkan terbitnya Perda/Qanun yang mengatur CSR. Masyarakat menikmati bantuan dana CSR di bidang ekonomi, kesehatan, pendidikan, dan pertambangan. Terdapat 14 nota kesepahaman pelaksanaan dana CSR bidang pertambangan, 83 program, dan 264 kegiatan CSR yang terarah dan terpadu. Perekrutan tenaga pendampingan putra daerah, dan bangkitnya perekonomian perdesaan. Tahun 2015 tercatat dana CSR sebesar Rp 22 Miliar dari 14 perusahaan. Inisiatif ini memberi memberi manfaat bagi masyarakat, karena membantu 710 petani kecil dan 1.438 kelompok tani kebun plasma, layanan kesehatan di daerah terpencil, pengobatan gratis keliling, dan beasiswa untuk anak miskin.
Pemanfaatan dana CSR yang transparan dan akuntabel mengurangi konflik masyarakat dan meningkatkan perekonomian dan kesehatan pedesaan
