07 May, 2026

Direktori Inovasi

6 mins read

Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai

Pencarian Inovasi

654

Implementasi Sistem Polder Dan Drainase Untuk Mengurangi Banjir Rob Di Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

Jenis Instansi: BUMN/D

Instansi: PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)

UPP: Pelabuhan Tanjung Emas Semarang

Wilayah: Jawa Tengah

Penghargaan: Top 99/2016

Tahun: 2016

Kategori SDG’s: Ekosistem Daratan

Tag: Pelabuhan, Banjir, Infrastruktur Banjir, Pengelolaan Pelabuhan

Pelabuhan Tanjung Emas Semarang adalah salah satu gerbang utama yang mendukung arus perekonomian khususnya logistik, industri, dan pariwisata di Provinsi Jawa Tengah. Pelabuhan ini merupakan bagian dari perluasan daratan atau reklamasi pantai. Salah satu akibat buruk reklamasi adalah turunnya permukaan tanah yang mencapai 7 cm per tahun sehingga berpengaruh terhadap kegiatan bongkar muat dan kegiatan operasional lainnya.
Akibat penurunan permukaan tanah, Pelabuhan mengalami banjir rob, pasang surut dua kali sehari, dan pelabuhan digenangi air laut yang sangat korosif. Hal ini mengganggu kegiatan pelayanan bongkar muat dan kegiatan lainnya. sebagai solusi pengendalian banjir di area pelabuhan.
Untuk segera menyesaikan permasalahan tersebut Pelabuhan Tanjung Emas Semarang mengimplementasikan inovasi Sistem Polder, Drainase, dan Kolam Retensi, dimulai sejak tahun 20Sistem ini menampung air hujan, air rembesan atau rob di dalam polder, ditampung ke dalam satu kolam retensi dan membuang air tersebut. Polder adalah daerah perairan di pelabuhan yang dibatasi dengan baik, di mana air yang berasal dari luar kawasan tidak boleh masuk. Hanya air hujan dan air rembesan pada kawasan itu sendiri yang dikumpulkan. Dalam polder tidak ada aliran permukaan bebas seperti pada daerah tangkapan air alamiah, dilengkapi dengan bangunan pengendali pada buangannya dengan pompa penguras untuk mengendalikan aliran di luar. Muka air di dalam polder berupa air permukaan maupun air bawah permukaan tidak bergantung pada permukaan air di daerah sekitarnya dan dinilai berdasarkan elevasi lahan.
Strategi inovasi Sistem Polder, Drainase, dan Kolam Retensi adalah dengan melakukan manajemen air. Rembesan air yang masuk ke area dalam pelabuhan serta genangan air akibat hujan dikumpulkan ke dalam satu kolam. Terdapat tiga kolam retensi untuk mempercepat sistem drainase dari dalam wilayah pelabuhan. Auto pump out, yaitu air pada kolam retensi yang terkumpul dari air rembesan air laut ataupun air hujan yang menggenang dapat secara otomatis dipompa keluar, sehingga air yang menggenangi sekitar wilayah pelabuhan dapat secara otomatis terpompa keluar dan mempertahankan kekeringan permukaan dalam wilayah pelabuhan.
Sebelum inovasi, pelabuhan sering digenangi air laut yang sangat korosi dan kegiatan bongkar muat sering terganggu. Setelah inovasi, masalah tersebut tidak terjadi lagi sehingga kegiatan bongkar muat dan operasional lainnya berjalan lancar.
Dengan inovasi sistem polder, luas area genangan di Pelabuhan Tanjung Emas dapat berkurang drastis pada musim hujan. Kegiatan operasional pelabuhan berlangsung 24 jam tanpa adanya gangguan air pasang yang menggenangi area kerja.
Manfaat yang sangat dirasakan adalah kegiatan operasional pelabuhan berjalan selama 24 jam nonstop dan tidak terpengaruh dengan hujan. Manfaat lain dari hal tersebut masyarakat sekitar tidak perlu melakukan peninggian atau pengurukan tanah yang terkena banjir rob.
Pengguna jasa bisnis di pelabuhan kini dapat beraktivitas dengan baik. Sistem polder Pelabuhan Sema rang lebih baik dari kegiatan peninggian permukaan tanah dan dermaga dengan pengurukan. Banyak manfaat dari inovasi sistem polder, antara lain isu ekosistem lingkungan akibat pengambilan tanah dari bukit atau pegunungan. Sistem polder secara otomatis melakukan pemompaan ke laut apabila permukaan kolam mencapai ketinggian tertentu. Inovasi ini berdampak pada kelancaran kegiatan operasional pelabuhan sehingga menopang pertumbuhan ekonomi akibat kelancaran kegiatan bongkar muat barang yang masuk atau keluar melalui pelabuhan Tanjung Emas Semarang. Sistem polder merupakan inovasi yang berkelanjutan karena mempertahankan ekosistem lingkungan, tidak memangkas bukit atau gunung dengan mengambil tanah untuk pengurugan, pengoperasian secara otomatis, serta menjamin kelancaran kegiatan Pelabuhan Semarang.

Gapura Surya Nusantara: Pionir Modernisasi Terminal Penumpang Kapal Laut Nasional

Jenis Instansi: BUMN/D

Instansi: PT Pelabuhan Indonesia III (Persero)

UPP: Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya

Wilayah: Jawa Timur

Penghargaan: Top 35/2016

Tahun: 2016

Kategori SDG’s: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh

Tag: Pelabuhan, Pengelolaan pelabuhan, Layanan Pelabuhan

PT Pelindo III merupakan pengelola Tanjung Perak termasuk Gapura Surya Nusantara (GSN) sebagai terminal penumpang modern kapal laut. Pelabuhan Tanjung Perak kumuh dan semrawut dengan masalah utama meliputi saranaprasarana penanganan bagasi, embarkasi dan debarkasi, ruang tunggu, integrasi regulasi baggage allowance dan sistem validasi tiket, kepastian jadwal keberangkatan dan kedatangan, perilaku penumpang, dan budaya antri.
Modernisasi GSN ditujukan untuk meningkatkan pelayanan dengan mengubah citra pelayanan penumpang kapal laut agar setara dengan pelayanan penumpang di bandara.
Modernisasi GSN menggunakan strategi sayembara desain pada bulan Juli 20Menerapkan tiga konsep yaitu Environmental concept, Connectivity concept, dan Form concept. Peresmian terminal baru dilaksanakan pada 2 Oktober 20
Sebelum inovasi, tampilan pelabuhan kumuh dan semrawut, informasi tidak jelas, ruang checkin dan ruang tunggu kotor, banyak percaloan, dan pelayanan tidak teratur. Setelah inovasi, sarana prasana bersih, sehat, aman, dan nyaman, tersedia pelayanan bagi lansia, kaum difabel, dan ibu menyusui, dan poliklinik dengan tenaga dokter dan perawat. Terjadi pergerakan orang dan barang yang cepat, terbentuk citra dan reputasi positif, kualitas pelabuhan berkelas dunia sehingga meningkatkan kepuasan pelanggan, mendukung kepariwisataan dan kedatangan kapal pesiar internasional.
Perubahan fisik terminal penumpang, sarana prasarana makin lengkap, aman dan nyaman, peningkatan indeks kepuasan pelanggan, pemberlakuan sistem validasi berbasis teknologi informasi, pertumbuhan loyalitas operator kapal pesiar internasional, dan pelaksanaan sistem pengamanan terpadu.
Transformasi layanan, komitmen pelabuhan bersih dan sehat, hemat energi dan pelestarian lingkungan, keadilan dan kemudahan akses pelayanan dan kemitraan pengelola pelabuhan dengan pemangku kepentingan.
Pemenuhan standar pelayanan penumpang kapal laut dengan standar internasional dan menggunaka benchmark bandara internasional merupakan kunci kesuksesan inovasi ini.