Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
TELEKONSULTASI, UPAYA PERLUASAN AKSES PELAYANAN KESEHATAN BAGI PESERTA PROGRAM JAMINAN KESEHATAN NASIONAL (PROGRAM JKN) PADA MASA PANDEMI COVID-19
Jenis Instansi: Lembaga
Instansi: BPJS Kesehatan
UPP: Kedeputian Bidang JPKP
Wilayah: DKI Jakarta
Penghargaan: Top 99/2022
Tahun: 2022
Kategori SDG’s: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Tag: Ketahanan Institusi Publik di Masa Pandemi dan Antisipasi di Masa Pasca Pandemi Covid-19
Pandemi Covid-19 yang mulai terjadi di Indonesia sejak Maret 2020 berdampak pada seluruh aspek sistem kesehatan khususnya pada pelayanan kesehatan. Hal ini dapat dilihat dari penurunan 43% pemanfaatan pelayanan Kesehatan di Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan pada bulan April 2020 dibanding bulan Januari 2020 (sebelum pandemi Covid-19).Hal ini akan mempengaruhi kondisi kesehatan peserta JKN, khususnya bagi pasien kronis yang harus mendapatkan pelayanan kesehatan secara rutin. Tidak tertanganinya masalah kesehatan atau perawatan yang tidak rutin bagi pasien kronis JKN dapat menurunkan kondisi pasien dan berimplikasi komplikasi penyakit. Untuk itu, sebagai upaya menjaga keberlangsungan pelayanan bagi Peserta JKN selama masa pandemic Covid-19, BPJS Kesehatan mengembangkan inovasi penjaminan pelayanan telekonsultasi antara dokter di FKTP dengan Peserta JKN. Dengan telekonsultasi, akses layanan di FKTP menjadi lebih mudah, cepat dan pasti pada masa pandemi Covid-19, sehingga masalah kesehatan Peserta JKN dapat tertangani dan status kesehatan peserta penyakit kronis menjadi terpantau dan terkontrol. Selain itu, telekonsultasi dapat mencegah penyebaran kasus Covid-19 di fasilitas kesehatan. Sejak April 2020 sampai Desember 2021, telah tercatat 12,7 juta pelayanan telekonsultasi yang dilaksanakan oleh 20.894 FKTP (94,1% dari FKTP kerja sama tersedia jarkomdat) yang meningkatkan 5% kasus pelayanan kesehatan di FKTP pada masa pandemi Covid-19.
ROTI 7 LAPIS (RespOnse TIme 7 menit LAyanan Pemadam kebakaran dI Surabaya)
Jenis Instansi: Kota
Instansi: Pemerintah Kota Surabaya
UPP: Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan
Wilayah: Jawa Timur
Penghargaan: Top 45/2022
Tahun: 2022
Kategori SDG’s: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan
Tag: Pelayanan Publik yang inklusif dan berkeadilan
RespOnse TIme 7 menit LAyanan Pemadaman dI Surabaya (ROTI 7 LAPIS) dikembangkan karena meningkatnya kepadatan penduduk dan bangunan di Kota Surabaya, hal ini dapat memicu potensi kejadian kebakaran. Mengingat Surabaya sebagai kota besar, dengan luas wilayah mencapai 35.054 hektare dan lebih dari 400 bangunan tinggi dengan jumlah penduduk mencapai 2.970.952 orang. Program ini dijalankan untuk percepatan pelayanan penanggulangan kebakaran, penyelamatan dan evakuasi. Response time atau waktu tanggap yakni durasi respon sejak menerima laporan di command center 112 sampai tiba di lokasi yang ditetapkan kurang dari 7 (tujuh) menit, memiliki dampak pada upaya meminimalkan korban nyawa, korban luka-luka dan kerugia materiil.Program yang dimulai sejak 2019 ini mencapai target 100% response time nasional, yakni 15 menit. Bahkan jauh lebih cepat dari target nasional tersebut. Program ini berhasil menurunkan rata-rata response time dari 7,81 menit di tahun 2016 menjadi 5,07 menit di tahun 2021, dan telah menurunkan total kejadian dengan response time diatas 7 menit dari 157 kejadian (52,3%) di tahun 2016 menjadi 0 kejadian (0%) di tahun 2021. Termasuk prosentase korban kejadian kebakaran dan penyelamatan dari 6,75% (2019) menjadi 5,25% (2021). Melalui program ini, semakin cepat petugas berada di lokasi semakin banyak nyawa maupun harta yang terselamatkan dan korban bisa diminimalkan.
