Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
Kawasan Cimahi Technopark sebagai Pusat Layanan Terpadu Pengembangan Ekonomi Lokal Kota Cimahi Berbasis Inovasi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Melalui Kolaborasi Quadruple Helix
Jenis Instansi: Kota
Instansi: Pemerintah Kota Cimahi
UPP:
Wilayah: Jawa Barat
Penghargaan: Top 40/2018
Tahun: 2018
Kategori SDG’s: Industri, Inovasi dan Infrastruktur
Tag: Techno Park, UMKM, Teknologi
Konsep pengembangan Techno Park di Kota Cimahi terfokus pada upaya peningkatan daya saing para pelaku IKM/UKM di Kota Cimahi serta penciptaan wirausaha baru berbasis teknologi (start up), melalui konsep kolaborasi Quadruple Helix yaitu kolaborasi antara: akademisi, pebisnis, pemerintah, dan komunitas, dimana Kawasan Cimahi Techno Park menjadi HUB dari pola kolaborasi ini, sebagai salah satu perwujudan amanat Nawa Cita Presiden RI. Program utama yang diimplementasikan di Cimahi Techno Park saat ini adalah Program Akselerasi dan program Inkubasi Bisnis dan Teknologi, Program Akselerasi IKM/UKM merupakan program yang diperuntukkan bagi para pelaku IKM/UKM untuk menaikkelaskan usahanya, sedangkan program Inkubasi Bisnis dan Teknologi merupakan program yang bertujuan untuk menghasilkan wirausaha baru inovatif berbasis teknologi yang dilaksanakan di kawasan Cimahi Techno Park (Gedung Cimahi Techno Park dan BITC).
DOPARI SAKATU
Jenis Instansi: Kota
Instansi: Pemerintah Kota Madiun
UPP:
Wilayah: Jawa Timur
Penghargaan: Top 40/2018
Tahun: 2018
Kategori SDG’s: Pendidikan Berkualitas
Tag: Pendidikan, Anak
DOPARI SAKATU adalah inovasi dalam menumbuhkan karakter positif sehingga masalah nilai rata- rata kenaikan kelas siswa yang rendah yang disebabkan oleh ketidak disiplinan, kenakalan dan kurangnya tanggung jawab siswa dapat ditanggulangi. Inovasi DOPARI SAKATU merupakan upaya kreatif sekolah untuk menumbuhkan karakter positif siswa. Dua tahun ini perolehan nilai rata-rata rapot meningkat. Artinya Dari 39% siswa dengan rata-rata kelas belum memuaskan menurun menjadi 25%. Hal itu disebabkan meningkatnya kedisiplinan siswa dengan jumlah keterlambatan menjadi 2 sampai dengan 3 siswa per hari, bahkan tidak ada sama sekali. Pun dengan menurunnya tingkat kenakalan siswa hasil menunjukkan bahwa tingkat kenakalan pada peserta didik dalam satu bulan berkurang menjadi 78 kasus setiap bulannya dengan rata-rata per hari 3 kenakalan dalam setiap kelasnya.
