07 May, 2026

Direktori Inovasi

3 mins read

Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai

Pencarian Inovasi

654

KOTEKA MASJAHTRA (Komunitas Ekonomi Kreatif Menuju Masyarakat Sejahtera)

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni

UPP: Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung

Wilayah: Papua Barat

Penghargaan: Top 99/2018

Tahun: 2018

Kategori SDG’s: Tanpa Kemiskinan

Tag: Pemberdayaan, Ekonomi Kreatif, UMKM

Inovasi pemberdayaan masyarakat melalui Komunitas Ekonomi Kreatif Menuju Masyarakat Sejahtera (KOTEKA MASJAHTRA). Inovasi tersebut memiliki tujuan untuk menggali potensi ekonomi masyarakat dengan mempertahankan nilai-nilai adat, budaya serta kearifan lokal. Dalam upaya mengentaskan kemiskinan, inovasi ini telah mampu mendorong masyarakat lebih berdaya melalui program-program pelatihan, pembinaan dan pendampingan yang telah dilakukan. Indikasi ini dapat dilihat dari jumlah kelompok ekonomi kreatif yang terbentuk. Pada tahun 2015, hanya terbentuk sebanyak 3 kelompok usaha dan meningkat menjadi 34 kelompok pada tahun 20Pada tahun 2017, jumlah kelompok usaha yang tergabung dalam komunitas ekonomi kreatif (KOTEKA) mencapai 44 kelompok. Dengan memiliki keterampilan yang cukup, maka akan mendorong masyarakat untuk membentuk usaha mikro, kecil dan menengah. Hal ini terbukti dari 44 kelompok ekonomi kreatif yang terbentuk, 40 diantaranya (90,8%) telah aktif menjalankan usahanya. Dengan tumbuhnya bisnis start up (usaha-usaha baru) maka akan menambah lapangan kerja bagi orang lain, sehingga akan berdampak pada penurunan angka pengangguran.

RUMPI MAS BIN (Rumah Pintar Masyarakat Bintuni)

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Teluk Bintuni

UPP: Dinas Pendidikan, Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga

Wilayah: Papua Barat

Penghargaan: Top 40/2018

Tahun: 2018

Kategori SDG’s: Pendidikan Berkualitas

Tag: Pendidikan, Rumah Pintar

Guna mendorong peningkatan sumber daya manusia kualitas, maka kehadiran inovasi rumah pintar masyarakat bintuni (Rumpi Mas Bin) sangat diperlukan. Karena rumah pintar tersebut berusaha mengkolaborasikan tiga komponen penting, yaitu sekolah, keluarga/ masyarakat, dan pemerintah. Ada pun tujuan Rumah Pintar Masyarakat Bintuni, antara lain meningkatkan kemampuan membaca, menulis, berhitung (Calistung) dan bahasa inggris, meningkatkan minat baca anak, meningkatkan kemampuan keterampilan komputer bagi masyarakat maupun Aparat Kampung, dan Distrik. Selain itu kehadiran rumah pintar ini diharapkan dapat menjadi rumah ramah anak. Untuk saat ini Rumah Pintar Masyarakat Bintuni berada di dua distrik yang terindentifikasi angka buta huruf masih tinggi. Kedua Distrik tersebut, yaitu Distrik Babo dengan jumlah penduduk 3.801 jiwa dan Distrik Weriagar dengan jumlah penduduk 1.415 jiwa. Kehadiran rumah pintar tersebut sangat diminati masyarakat, hal ini terlihat tingginya jumlah pengunjung yang datang. Di Distrik Babo, jumlah pengunjung Rumah Pintar rata-rata sebanyak 1.232 orang per bulan. Sedangkan di Distrik Weriagar, rata-rata jumlah pengunjung tercatat 963 orang per bulan.