Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
Angkutan Siswa Trans Serasi Kabupaten Tabanan: Angkutan Kota sekaligus Angkutan Sekolah, Solusi Angkutan Aman, Nyaman, Selamat dan Sejahtera
Jenis Instansi: Kabupaten
Instansi: Pemerintah Kabupaten Tabanan
UPP: Dinas Perhubungan
Wilayah: Bali
Penghargaan: Top 99/2018
Tahun: 2018
Kategori SDG’s: Energi Bersih dan Terjangkau
Tag: Transportasi, Angkutan Umum
Inovasi dalam program ini ada pada mekanisme pembelian layanannya yaitu Buy The Service dimana angkutan kota dan angkutan perdesaan yang dibeli layanannya, melakukan penyimpangan trayek dan menjadi angkutan siswa pada jam berangkat dan pulang sekolah. Dalam perkembangannya, program ini terus dikembangkan hingga mampu bertahan sampai sekarang. Berawal dari hanya melibatkan 57 armada angkot dengan 12 trayek pada tahun 2014 berkembang terus hingga pada tahun 2017 dengan 46 trayek dengan melibatkan 80 angkutan kota, 60 angkutan perdesaan (bus kecil), dan 3 bus angkutan perkotaan sebagai apresiasi dari Kementerian Perhubungan di tahun 20Peraturan Daerah pun telah diterbitkan untuk menjamin konsistensi pelaksanaan program ini.
BUAH SABAR (Pembuangan Air Limbah Sederhana dan Bermanfaat): Solusi Lingkungan Sehat
Jenis Instansi: Kabupaten
Instansi: Pemerintah Kabupaten Takalar
UPP:
Wilayah: Sulawesi Selatan
Penghargaan: Top 99/2018
Tahun: 2018
Kategori SDG’s: Air Bersih dan Sanitasi Layak
Tag: Kesehatan, PHBS
Salah satu indikator Lingkungan Sehat yaitu apabila memenuhi Lima Pilar Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM). Kelima pilar yang dimaksud adalah tidak buang air besar sembarangan, mencuci tangan pakai sabun, mengelola air minum dan makanan secara aman, mengelola sampah dengan benar, dan mengelola limbah cair rumah tangga dengan aman. Puskesmas Bulukunyi membuat inovasi dalam bidang kesehatan yaitu Pembuangan Air Limbah Sederhana dan Bermanfaat (BUAH SABAR). Pembuatan SPAL sederhana ini tergolong unik karena menggunakan bahan lokal yang ada di desa seperti bambu, batu gunung, pasir dan ijuk/sabuk kelapa yang dapat dimasukkan kedalam lubang dengan tujuan untuk menyaring air sebelum meresap kedalam tanah. Masyarakat tidak perlu membeli bahan tersebut karena tersedia dan mudah didapatkan di Desa Su’rulangi. Dalam waktu satu tahun (2016), SPAL yang terbangun sebanyak 97 unit dan bertambah menjadi 231 unit (2017). Ini memberikan dampak menurunnya kasus diare menjadi 41 kasus (42,71 %) tahun 2017 dan lingkungan terlihat lebih bersih.
