Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
PELAN ITU BAGUS (Pelayanan Berkelanjutan Inseminasi Buatan dan Gangguan Reproduksi Sapi)
Jenis Instansi: Kabupaten
Instansi: Pemerintah Kabupaten Pinrang
UPP: Dinas Peternakan dan Perkebunan
Wilayah: Sulawesi Selatan
Penghargaan: Top 99/2018
Tahun: 2018
Kategori SDG’s: Ekosistem Daratan
Tag: Peternakan, Sapi, Inseminasi Buatan
Keunikan dan keterbaruan dari inovasi ini adalah pelayanan 21 hari berturut-turut dalam satu kelompok ternak disesuaikan dengan 21 hari siklus birahi sapi, sebagai syarat utama dalam keberhasilan pelaksanaan Inseminasi Buatan. Pelayanan berkelanjutan dilakukan oleh petugas teknis peternakan yang tergabung dalam satu tim. Dampak dengan adanya inovasi pelayanan berkelanjutan ini adalah perubahan perilaku peternak dalam mengelola usaha peternakan sapi. Peternak yang dulunya memelihara sapi dengan cara tradisional sekarang sudah beralih ke pemeliharaan semi intensif dan intensif. Kondisi seperti ini terbukti dengan peningkatan jumlah akseptor Inseminasi Buatan 49 % pertahun, jumlah anak sapi hasil inseminasi 24 % pertahun, dan peningkatan populasi ternak sapi 7-8 % pertahun, serta yang tak kalah pentingnya adalah terpancarnya senyum kebahagian dari peternak disebabkan karena penigkatan pendapatan dan kesejahteraan.
Gerakan Lakamola Anan Sio
Jenis Instansi: Kabupaten
Instansi: Pemerintah Kabupaten Rote Ndao
UPP: Dinas Pertanian
Wilayah: NTT
Penghargaan: Top 40/2018
Tahun: 2018
Kategori SDG’s: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
Tag: Pertanian, Holtikultura
Gerakan Lakamola Anan Sio, inovasi program yang dilaksanakan dengan pendekatan budaya, sebuah gerakan masif dan menyeluruh pada semua lini pembangunan pertanian, melibatkan semua pemangku kepentingan publik, dari tingkat kabupaten hingga desa dan semua unsur masyarakat, menghidupkan kembali sebuah kearifan lokal dalam peradaban masyarakat pulau rote dengan 9 komoditi pangan lokal. (Padi, Jagung, Sorgum, Botok/jewawut, wijen, Kacang Nasi, Kacang Turis/kacang tunggak, Ubi dan Kacang Tanah). Untuk mencapai tujuan gerakan Lakamola Anan Sio, Pemerintah daerah melaksanakan program pendukung gerakan yaitu Program menuju 1000 (seribu) embung untuk mengantisipasi ketersediaan air yang sebelumnya 230 unit embung menjadi 465 Unit embung dan pengadaan alat mesin pertanian berupa medium traktor sebelumnya 2 Unit menjadi 12 Unit, hand traktor sebelumnya 34 unit menjadi 348 unit dan motor air sebelumnya 70 unit menjadi 828 unit. sejak tahun 2011 inovasi diterapkan memberikan dampak yang signifikan.
