07 May, 2026

Direktori Inovasi

2 mins read

Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai

Pencarian Inovasi

654

SIMPEL – BPJS (Sistem Pendaftaran On-Line Poliklinik Terintegrasi – BPJS)

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

UPP: Rumah Sakit Umum Daerah

Wilayah: Kalimantan Timur

Penghargaan: Top 99/2018

Tahun: 2018

Kategori SDG’s: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh

Tag: Kesehatan, Rumah Sakit, Sistem

RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti mengimplementasikan penggunaan mesin self check-in ini guna mengantisipasi penumpukan antrian di loket pendaftaran dan loket BPJS serta kepastian jaminan pelayanan BPJS. Hal ini juga dapat menghilangkan anggapan di masyarakat bahwa pelayanan pasien BPJS sangat bertele-tele, ternyata dengan sistem ini semua mudah dan cepat. Yang dulunya waktu yang dibutuhkan untuk antri di dua loket tersebut membutuhkan waktu 1 – 2 jam, dan dengan sistem ini waktu yang dibutuhkan kurang dari 1 menit.

TANI JAGO Lamongan: Membangun Daulat Jagung dari Daerah

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Lamongan

UPP: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan

Wilayah: Jawa Timur

Penghargaan: Top 99/2018

Tahun: 2018

Kategori SDG’s: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab

Tag: Holtikultura, Pertanian, Jagung, Produktivitas

Pemkab Lamongan bergerak lewat inovasi Pertanian Jagung Modern (TANI JAGO) agar petani jagung berdaulat di negeri sendiri. Strateginya, dengan penggunaan benih varietas unggul adaptif, peningkatan populasi tanaman optimal per satuan luas, dan penggunaan pupuk (organik dan anorganik) berdasarkan kandungan hara tanah. Setelah dua tahun lebih dilaksanakan, petani Lamongan kini bisa tersenyum. Pertama, produktivitas jagung di Lamongan meroket naik dari rata-rata 6,2 ton per hektar pada akhir tahun 2016 menjadi 8,3 ton per hektar pada akhir tahun 2017, bahkan dibeberapa daerah inti produktifitas sudah mencapai 10,6 ton per hektar. Kedua, jumlah luas tanam sampai Desember 2017 sudah mencapai 68.761 Ha dari target tanam 65.250 Ha untuk periode tanam Oktober 2016 sampai September 2017 atau melonjak sebesar 105,3 %.Terakhir, pendapatan petani jagung meningkat lipat dua, dari rata-rata Rp 10.225.000 menjadi Rp 21.492.500.