Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
SIMPEL – BPJS (Sistem Pendaftaran On-Line Poliklinik Terintegrasi – BPJS)
Jenis Instansi: Kabupaten
Instansi: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara
UPP: Rumah Sakit Umum Daerah
Wilayah: Kalimantan Timur
Penghargaan: Top 99/2018
Tahun: 2018
Kategori SDG’s: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
Tag: Kesehatan, Rumah Sakit, Sistem
RSUD Aji Batara Agung Dewa Sakti mengimplementasikan penggunaan mesin self check-in ini guna mengantisipasi penumpukan antrian di loket pendaftaran dan loket BPJS serta kepastian jaminan pelayanan BPJS. Hal ini juga dapat menghilangkan anggapan di masyarakat bahwa pelayanan pasien BPJS sangat bertele-tele, ternyata dengan sistem ini semua mudah dan cepat. Yang dulunya waktu yang dibutuhkan untuk antri di dua loket tersebut membutuhkan waktu 1 – 2 jam, dan dengan sistem ini waktu yang dibutuhkan kurang dari 1 menit.
TANI JAGO Lamongan: Membangun Daulat Jagung dari Daerah
Jenis Instansi: Kabupaten
Instansi: Pemerintah Kabupaten Lamongan
UPP: Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan
Wilayah: Jawa Timur
Penghargaan: Top 99/2018
Tahun: 2018
Kategori SDG’s: Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab
Tag: Holtikultura, Pertanian, Jagung, Produktivitas
Pemkab Lamongan bergerak lewat inovasi Pertanian Jagung Modern (TANI JAGO) agar petani jagung berdaulat di negeri sendiri. Strateginya, dengan penggunaan benih varietas unggul adaptif, peningkatan populasi tanaman optimal per satuan luas, dan penggunaan pupuk (organik dan anorganik) berdasarkan kandungan hara tanah. Setelah dua tahun lebih dilaksanakan, petani Lamongan kini bisa tersenyum. Pertama, produktivitas jagung di Lamongan meroket naik dari rata-rata 6,2 ton per hektar pada akhir tahun 2016 menjadi 8,3 ton per hektar pada akhir tahun 2017, bahkan dibeberapa daerah inti produktifitas sudah mencapai 10,6 ton per hektar. Kedua, jumlah luas tanam sampai Desember 2017 sudah mencapai 68.761 Ha dari target tanam 65.250 Ha untuk periode tanam Oktober 2016 sampai September 2017 atau melonjak sebesar 105,3 %.Terakhir, pendapatan petani jagung meningkat lipat dua, dari rata-rata Rp 10.225.000 menjadi Rp 21.492.500.
