07 May, 2026

Direktori Inovasi

3 mins read

Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai

Pencarian Inovasi

654

Implementasi TOSS (Tempat Olah Sampah Setempat)

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Klungkung

UPP: Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan

Wilayah: Bali

Penghargaan: Top 40/2018

Tahun: 2018

Kategori SDG’s: Ekosistem Daratan

Tag: Pengelolaan Sampah

TOSS adalah merupakan pengelolaan sampah melalui metode peuyeumisasi atau fermentasi sampah organik maupun non organik dalam suatu bak yang terbuat dari kayu dan bambu yng berukuran 2 x 1 x 1 meter dengan memanfaatkan bio aktifator yang diperoleh dari cairan lindi sampah organik basah yang diperkaya dengan berbagai mikro organisme yang efektif untuk mendekomposisi sampah dalam waktu yang relatif singkat yakni 7 – 10 hari, selanjutnya dicacah dan dibuat briket ataupun pellet yang memiliki nilai ± 3500 kilo kalori atau setara dengan batu bara muda sehingga bisa dimanfaatkan sebagai bahan bakar kompor bahkan bisa digunakan sebagai bahan bakar generator pembangkit listrik melalui proses gasifikasi. Serangkaian proses olah sampah tersebut diatas bisa dilakukan pada sumber timbulan sampah karena tidak membutuhkan lahan yang luas sehingga dapat mengurangi biaya transportasi sampah dan memangkas waktu pengolahan sampah yang semula 4 bulan dengan komposting osaki menjadi 7 – 10 hari dengan metode peuyeumisasi tersebut.

KLIK ME (Kelola Listrik Komunal Muara Enggelam)

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara

UPP: Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral

Wilayah: Kalimantan Timur

Penghargaan: Top 99/2018

Tahun: 2018

Kategori SDG’s: Industri, Inovasi dan Infrastruktur

Tag: PLTS, Listrik, Komunal

Pembangunan PLTS Komunal merupakan sebuah solusi yang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan mendapat dukungan dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur dan Kementerian ESDM melalui dana APBN, dimana sebelumnya penerangan rumah tangga hanya menggunakan genset desa dan itupun hanya dinikmati sebagian masyarakat yang mampu saja karena biaya yang dikeluarkan rata-rata Rp. 30.000,-/hari dengan jam operasional selama 6 jam/hari. “KLIK ME” telah mampu memenuhi ketersediaan listrik selama 24 jam untuk 713 jiwa (174 KK) dengan daya masing-masing 350 watt/rumah, yang selama ini hanya menjadi impian bagi masyarakat Desa Muara Enggelam, dengan tarif yang lebih murah sebesar Rp. 3.000/hari bagi masyarakat yang mampu dan hanya Rp. 9,-/Watt yang terpakai bagi masyarakat tidak mampu. Kelola Listrik Komunal Muara Enggelam (KLIK ME) selain dilaksanakan secara berkelanjutan dan terus dikembangkan, kini juga telah direplikasi di Desa Sepatin Kecamatan Anggana Kabupaten Kutai Kartanegara dengan pendapatan dari Januari – Desember 2017 sebesar Rp 29.350.000,-.