08 May, 2026

Direktori Inovasi

2 mins read

Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai

Pencarian Inovasi

654

BATAS PETIR (Obati Tuntas Penderita TB MDR)

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Gresik

UPP: Rumah Sakit Umum Daerah

Wilayah: Jawa Timur

Penghargaan: Top 99/2018

Tahun: 2018

Kategori SDG’s: Kehidupan Sehat dan Sejahtera

Tag: Kesehatan, Tubercolosis, TB

Angka temuan pasien TB MDR di Kabupaten Gresik relatif kecil. Pada 2016 hanya ditemukan 21 pasien saja, dan pasien yang drop out dalam menjalani pengobatan sangat tinggi, yakni mencapai 14,2%. Hal ini disebabkan belum adanya fasilitas kesehatan yang menangani TB MDR di Kabupaten Gresik. Mereka harus ke Surabaya untuk mendapatkan akses pengobatan. Melihat fenomena ini, Dr. Endang Puspitowati SpTHT-KL, direktur RSUD Ibnu Sina Gresik membuat inovasi BATAS PETIR (Obati Tuntas Penderita TB MDR). Setelah setahun lebih inovasi ini dilaksanakan, hasilnya mulai terlihat. Angka pasien yang menolak diobati (initial loss) menjadi 0% (2016) dan 2,2% (2017). Padahal pada 2014, prosentasenya mencapai 5,5%. Keberhasilan lainnya, jumlah CDR pasien TB MDR yang berhasil ditemukan meningkat drastis. Dari 21 pasien (2016) menjadi 45 pasien (2017). Angka drop out pasien TB MDR yang diobati turun menjadi 14,2% (2016) menjadi 2,2% (2017). Empat pasien sudah dinyatakan sembuh dari TB MDR. Sisanya 54 pasien masih menjalani pengobatan dan hasilnya sudah negatif.

BIMAJUARA (Beli Mahal Jual Murah)

Jenis Instansi: Kabupaten

Instansi: Pemerintah Kabupaten Klungkung

UPP: Dinas Pertanian

Wilayah: Bali

Penghargaan: Top 40/2018

Tahun: 2018

Kategori SDG’s: Tanpa Kemiskinan

Tag: Koperasi, Petani, Pemberdayaan

BIMA JUARA merupakan upaya pemberdayaan petani dengan membuat kesepakatan antara KUD dengan petani melalui Kelompoktani/Subak, dimana KUD berkomitmen untuk menjaga stabilitas harga gabah, dengan cara membeli gabah petani dengan harga yang lebih mahal dari harga pasar. Sementara KUD melalui kerjasama dengan ASN, BUMDES maupun Toko Swalayan berusaha untuk menjaga stabilitas harga beras, bahkan berupaya untuk bisa menjual beras dengan harga yang lebih murah dari harga pasar. Dari perjanjian kerjasama yang telah ditandatangani tersebut, petani sebagai unsur utama atau fokus dari program inovasi ini, mempunyai peran sebagai penyedia Gabah dalam bentuk kiloan. Sementara KUD sebagai lembaga yang berperan dalam pembelian gabah hasil produksi petani akan membeli gabah petani dengan harga yang memadai sesuai dengan harga pasar, bahkan lebih tinggi dari harga pasar. Gabah hasil produksi petani selanjutnya diproses untuk menjadi beras lokal Klungkung.