Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
Marine Smart Patrol sebagai Sistem Informasi Pengawasan di Kawasan Konservasi Perairan
Jenis Instansi: Provinsi
Instansi: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat
UPP: Dinas Kelautan dan Perikanan
Wilayah: NTB
Penghargaan: Top 99/2018
Tahun: 2018
Kategori SDG’s: Ekosistem Lautan
Tag: Aplikasi, Konservasi Perairan
Aplikasi Marine SMART Patrol merupakan sebuah alat bantu yang dikembangkan untuk mencatat seluruh aktifitas pemanfaatan yang terdapat di kawasan konservasi sehingga mempermudah dalam melakukan monitoring dan evaluasi pengelolaan kawasan konservasi. Pengembangan aplikasi ini dilakukan dengan mendesain data model yang terdapat pada aplikasi cyber tracker maupun SMART Patrol. Keunggulan dari penerapan aplikasi Marine SMART Patrol yaitu data yang dihasilkan bersifat riil, up to date dan akurat sehingga penyajian laporan bersifat akuntabel dan transparan. Database tersedia dalam bentuk numerik
dan spasial. Selain itu, struktur laporan yang dihasilkan akan seragam dan mudah dipahami, sesuai dengan kebutuhan unit organisasi pengelola kawasan konservasi perairan. Dampak pengunaan inovasi aplikasi Marine SMART PATROL ini akan membantu unit organisasi pengelola kawasan konservasi dalam mengambil kebijakan pengelolaan sehingga dapat memberikan informasi kepada pemerintah, masyarakat, akademisi, peneliti dan pelaku usaha dalam memanfaatkan kawasan konservasi.
Penyelamatan Plasma Nutfah NTB sebagai Varietas Unggul Nasional melalui Pendaftaran dan Pelepasan Varietas Hortikultura
Jenis Instansi: Provinsi
Instansi: Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat
UPP: Dinas Pertanian
Wilayah: NTB
Penghargaan: Top 99/2018
Tahun: 2018
Kategori SDG’s: Ekosistem Daratan
Tag: Plasma Nutfah, Varietas, Holtikultura
Nusa Tenggara Barat merupakan salah satu Provinsi di Indonesia yang memiliki plasma nutfah lokal yang sangat banyak dan beragaam, namun belum basa dimanfaatkan secara maksimal dan ada beberapa yang telah punah, karena tidak ada perbanyakan secara komersial yang disebabkan tidak adanya benih inti atau benih sumber. Salah satu upaya penyelamatan plasma nutfah adalah dengan menjadikan varietas unggul lokal menjadi varietas unggul nasional, melalui proses pendaftaran atau pelepasan varietas hortikultura. Upaya ini telah berhasil mengangkat keunggulan, keunikan dan kebaruan dari hortikultura khususnya buah-buahan asal Nusa Tenggara Barat menjadi varietas unggul nasional sebanyak 29 varietas, urutan keempat secara nasional dalam pendaftaran atau pelepasan varietas dan semua varietas tersebut telah dikembangkan dalam bentuk duplikat Pohon Induk Tunggal (PIT), Blok Perbanyakan Mata Tempel (BPMT) dan Benih Sebar, sehingga varietas-varietas ini terhindar dari kepunahan karena benih sumber sudah tersedia dan dapat dengan mudah dimiliki oleh masyarakat untuk tujuan koleksi maupun budidaya.
