Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
Implementasi TOSS ( Tempat Olah Sampah Setempat )
Jenis Instansi: Kabupaten
Instansi: Pemerintah Kabupaten Klungkung
UPP: Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan Kabupaten Klungkung
Wilayah: Bali
Penghargaan: 5 OAPSI/2022
Tahun: 2022
Kategori SDG’s: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan
Tag: Efektifitas Institusi Publik untuk Mencapai TPB
Tempat Olah Sampah Setempat (TOSS) dikembangkan, dengan didirikannya TOSS Center pada lahan seluas 1,9 ha dan operasional tahun 2020. TOSS Center meningkatkan kapasitas pengolahan sampah dari 182,5 ton menjadi 2.500 ton pertahun, meningkatkan kapasitas produksi pellet dari 2,4 ton menjadi 9,03 ton pertahun, meningkatkan produksi kompos dari 36 ton menjadi 102 ton pertahun, serta mampu mengelola sampah anorganik dari serapan 0 ton menjadi 80,64 ton pertahun. Penggunaan Genset Gasifire berbahan bakar pellet sebagai sumber energi listrik Mesin Cacah sampah. TOSS Center mengurangi kiriman sampah ke TPA Sente sebesar 50%. Nilai tambah pengembangan TOSS Center adalah dihasilkannya kompos dalam jumlah besar yang dimanfaatkan Pusat Pembibitan tanaman hias milik DLHP Klungkung, Kebun Hatinya PKK, Uji coba Demplot tanaman pertanian oleh perguruan tinggi maupun oleh Dinas Pertanian Kabupaten Klungkung. Kompos juga dimanfaatkan TOSS Center untuk memproduksi beras sendiri melalui persawahan di areal lahan toss bagi karyawan. Manfaat TOSS Center mampu menyerap 60 orang pekerja: dari KK Miskin (35%), korban PHK hotel akibat pandemi (6%), dan disabilitas (1,6%), produksi komposnya mampu menghapus biaya pembelian pupuk pemeliharaan taman kota maupun kantor pemerintah lainnya, Genset berbahan bakar pellet mengurangi biaya konsumsi listrik, serta penjualan sampah anorganik daur ulang oleh Koperasi Nadi Lestari meningkatkan kesejahteraan karyawan TOSS.
INOVASI HOMESTAY NAIK KELAS
Jenis Instansi: Kabupaten
Instansi: Pemerintah Kabupaten Banyuwangi
UPP: DINAS KEBUDAYAAN DAN PARIWISATA KABUPATEN BANYUWANGI
Wilayah: Jawa Timur
Penghargaan: Top 45/2022
Tahun: 2022
Kategori SDG’s: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Tag: Efektifitas Institusi Publik untuk Mencapai TPB
ImplementasiHomestay Naik Kelas merupakan program inovasi yang dikembangkan sebagai upaya strategi peningkatan kualitas SDM, Sarana dan Prasarana serta jumlah kunjungan homestay dalam bentuk kegiatan pelatihan SDM tata kelola homestay, pembuatan standarisasi klasifikasi homestay, dukungan CSR serta bantuan promosi homestay secara online.DampakPertumbuhan jumlah homestay yang naik kelas sesuai standart klasifikasi yang telah di tetapkan.Tercatat jumlah homestay sesuai standar klasifikasi tahun 2018 sejumlah 24 unit berkembang menjadi 205 unit Tahun 2021. Dengan rincian klasifikasi homestay kelas Standart 139 unit, homestay kelas 1 sebanyak 55 Unit dan homestay kelas 2 sebanyak 10 unit pada tahun 2021.Peningkatan Jumlah kunjungan homestay.Tercatat jumlah kunjungan homestay pada tahun 2018 hanya 998 kunjungan kemudian meningkat pesat di Tahun 2019 sebesar 4.999 kunjungan, 3.476 (tahun 2020) dan 3.237 (tahun 2021) menurun dikarenakan pandemi COVID-19.Peningkatan Jumlah homestay yang memanfaatkan e-commerceTercatat jumlah homestay yang memanfaatkan e-commerce meningkat dari 17 unit di tahun 2018 menjadi 205 unit pada Tahun 2021.Kesesuaian KategoriHomestay Naik Kelas sejalan dengan kategori Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) yakni efektivitas institusi publik untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan (TPB), khususnya Tujuan VIII yakni Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, melalui pengembangan usaha akomodasi homestay yang sesuai standar klasifikasi dan berdaya saing
https://youtu.be/RH1nSORcFgw
