Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
Mencapai Nol Kerentanan Penyandang Disabilitas Intelektual Melalui Sheltered Workshop Peduli
Jenis Instansi: Kementerian
Instansi: Kementerian Sosial
UPP: Balai Besar Rehabilitasi Sosial Bina Grahita Kartini Temanggung
Wilayah: Jawa Tengah
Penghargaan: Top 40/2018
Tahun: 2018
Kategori SDG’s: Berkurangnya Kesenjangan
Tag: Disabilitas, Kelompok Rentan, Workshop
Tingginya populasi penyandang disabilitas intelektual di Indonesia tidak diimbangi dengan jumlah lembaga pelayanan sosial yang tersedia. Akibatnya, banyak penyandang disabilitas intelektual tidak menerima pelayanan sehingga beresiko menjadi rentan dan miskin. Berdasarkan Survei Sosial Ekonomi Nasional 2012 menunjukkan, dari 6.008.640 penyandang disabilitas intelektual hanya 231.725 orang (3,85%) yang menerima layanan. BBRSBG Kartini Temanggung meluncurkan program “Sheltered Workshop Peduli”. Inovasi ini adalah upaya sistematis dalam menyediakan layanan berbasis non-institusional bagi penyandang disabilitas intelektual di masyarakat yang tidak memiliki akses layanan untuk mengurangi ketimpangan penyediaan layanan sekaligus menghilangkan kerentanan dan kemiskinan. Jumlah penyandang disabilitas intelektual yang dilayani meningkat secara signifikan. Sebelum ada Sheltered Workshop Peduli penerima manfaat berjumlah 1.800 orang, setelah ada, meningkat menjadi 3.589 orang pada kurun waktu yang sama. Evaluasi inovasi menunjukkan 90,06% penerima manfaat berhasil melakukan aktivitas sehari-hari, mengembangkan keterampilan dan aktivitas produktif, 77,11% dapat mengembangkan dan meningkatkan pendapatan dan 41% berpartisipasi aktif dan memiliki tabungan.
PESONA SURGA (Pelayanan Kesejahteraan Sosial Anak Berbasis Keluarga)
Jenis Instansi: Kementerian
Instansi: Kementerian Sosial
UPP: Panti Sosial Asuhan Anak Alyatama Jambi
Wilayah: Jambi
Penghargaan: Top 99/2018
Tahun: 2018
Kategori SDG’s: Tanpa Kemiskinan
Tag: Kesejahteraan Sosial, Keluarga, Anak
PESONA SURGA adalah pelayanan dengan pendekatan partisipatif dan berorientasi pada keberfungsian sosial keluarga. Dimana keluarga didorong untuk terlibat dan berperan aktif dalam pengasuhan sedangkan PSAA Alyatama Jambi memberikan pendampingan sosial, penguatan anak dan keluarga, bantuan sosial berupa bantuan akses pendidikan, tambahan gizi anak dalam bentuk uang dan pendampingan pemanfaatan uang tabungan serta menghubungkan mereka dengan sistem sumber. Pelayanan ini diharapkan agar tumbuh kembang anak berjalan secara wajar, terpenuhinya hak pendidikan dan anak tetap mendapatkan pengasuhan dari orang tua atau keluarganya. Program ini juga memberikan spektrum jangkauan yang lebih luas. Program ini memberikan penguatan fundamental pada fungsi keluarga yang sebelumnya kurang memperoleh perhatian dan merubah cara pandang masyarakat dari panti merupakan alternatif pertama sebagai tempat pengasuhan anak menjadi alternatif terakhir ketika keluarga mengalami kendala dalam pengasuhan.
