08 May, 2026

Direktori Inovasi

2 mins read

Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai

Pencarian Inovasi

654

Monitoring Penanganan Pengaduan Masyarakat

Jenis Instansi: Kementerian

Instansi: Kementerian Sekretariat Negara

UPP: Asisten Deputi Pengaduan Masyarakat, Deputi Bidang Hubungan Kelembagaan dan Kemasyarakatan

Wilayah: DKI Jakarta

Penghargaan: Top 99/2018

Tahun: 2018

Kategori SDG’s: Kemitraan untuk Mencapai Tujuan

Tag: Pengaduan Masyarakat, Komplain, Sistem, Online

Salah satu bentuk inovasi penanganan yang mulai digalakkan sejak tahun 2016 adalah melakukan monitoring penanganan pengaduan masyarakat. Kegiatan tersebut diimplementasikan dalam bentuk interaksi langsung dengan pihak pengadu, yang diadukan maupun instansi terkait dalam proses pencarian upaya penyelesaian masalah yang dilaporkan kepada Presiden. Adapun jenis monitoring meliputi gelar pengaduan, koordinasi, klarifikasi, konfirmasi, mediasi, dalam rangka mendorong instansi terkait untuk menyelesaikan setiap pengaduan. Upaya ini ternyata menghasilkan outcome positif yang dapat diketahui dari tren respons instansi atas penanganan pengaduan masyarakat yang semakin tinggi, pada tahun 2016 mencapai 73,04%, kemudian meningkat menjadi 84% pada tahun 2017.

Three Wonderful Journey: Hutan Kota Kemayoran

Jenis Instansi: Kementerian

Instansi: Kementerian Sekretariat Negara

UPP: Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran

Wilayah: DKI Jakarta

Penghargaan: Top 99/2018

Tahun: 2018

Kategori SDG’s: Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan

Tag: Ruang Terbuka Hijau, Lingkungan

Peran Komplek Kemayoran sebagai the last piece of land dan juga sebagai aset Pemerintah harus dapat dikelola secara maksimal dan dimanfaatkan oleh masyarakat. Saat ini diperkirakan Provinsi DKI Jakarta hanya memiliki ruang terbuka hijau (RTH) di kisaran 9-10%, sedangkan menurut UU No. 26 Tahun 2007 Tentang Penataan Ruang, setiap kota di Indonesia diwajibkan memiliki RTH publik seluas 30%. Kementerian Sekretariat Negara RI melalui Pusat Pengelolaan Komplek Kemayoran, berinisiatif untuk berupaya menambah RTH di Ibu Kota dengan merevitalisasi hutan kota yang selama ini tidak terawat. Pelaksanaan revitalisasi itu diberi judul “Three Wonderful Journey” terdiri dari: (1) jalur hutan (forest trail); (2) taman bermain air (water playground); (3) ekspedisi mangrove (mangrove expedition).

Dampak yang dapat diperoleh dari program ini adalah: (1) Mengurangi degradasi lingkungan kota; (2) Membantu menjaga keseimbangan ekosistem; (3) Pusat kegiatan komunitas dan sarana edukasi.