Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
Kawasan Cimahi Technopark sebagai Pusat Layanan Terpadu Pengembangan Ekonomi Lokal Kota Cimahi Berbasis Inovasi, Ilmu Pengetahuan, dan Teknologi Melalui Kolaborasi Quadruple Helix
Jenis Instansi: Kota
Instansi: Pemerintah Kota Cimahi
UPP: Dinas Perdagangan Koperasi UKM dan Perindustrian
Wilayah: Jawa Barat
Penghargaan: 5 OAPSI/2020
Tahun: 2020
Kategori SDG’s: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
Tag: Kolaborasi, ekonomi, UMKM,
I novasi Kolaborasi Antar-Pilar di Cimahi Techno Park (Katerpilar Hi-Park) merupakan upaya Pemerintah Kota Cimahi untuk mengatasi keterbatasan sumber daya alam dan memaksimalkan sumber daya manusia melalui pengembangan ekonomi lokal pada kawasan Cimahi Techno Park yang merupakan kawasan terintegrasi. Inovasi ini mulai dijalankan pada 2018.
Pelaksanaan inovasi ini tidak hanya bersumber pada APBD Kota tetapi melibatkan seluruh stakeholders, akademisi, bisnis, komunitas, pemerintah, dan media. Kota Cimahi memiliki empat klaster fokus pengembangan, antara lain makanan dan minuman, kerajinan, tekstil dan produk tekstil serta telematika.
Bersama Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) serta kementerian/lembaga/ instansi lainnya, program utama yang dilaksanakan yaitu program Inkubasi dan akselerasi. Inkubasi diperuntukan untuk membentuk PPBT bagi klaster telematika sedangkan program akselerasi untuk mendampingi klaster lainnya dalam meningkatkan kualitas produk dan kuantitas penjualan produk. Berbagai fasilitasi telah diberikan kepada tenant inkubasi dan akselerasi yang meliputi sarana dan prasarana, pendampingan layanan konsultasi (perizinan, pengembangan bisnis, perpajakan, promosi) secara gratis.
Penerapan inovasi ini menunjukkan beberapa manfaat di antaranya:
– 25 kolaborasi yang tertuang resmi dalam MoU dan PKS
– Peningkatan jumlah pelaku usaha mikro berizin mencapai 23%
– Peningkatan omzet rata-rata pelaku usaha sebesar 197%
– Peningkatan serapan tenaga kerja sebanyak 122 pekerja tetap dan 500 tenaga lepas untuk serapan tenant Gedung BITC yang merupakan pengembangan bisnis dari tenant inkubasi di Cimahi Techno Park
– Meningkatnya kegiatan pendampingan, pembinaan dan pelatihan bagi pelaku usaha pada kawasan Cimahi Techno Park yang tercatat 1.166 kegiatan produktif
Cimahi Techno Park merupakan salah satu program unggulan yang ada di Kota Cimahi. Untuk itu berbagai kegiatan stakeholders dan pemerintah banyak terselenggara pada kawasan ini. Keberlanjutan dari program ini dapat terlihat pada RPJPD, RPJMD, dan Renstra di Kota Cimahi.
Dengan keunggulan dan prestasi yang telah dicapai, telah tercatat 80 instansi dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara yang melakukan kunjungan kerja dalam rangka replikasi atau adaptasi konsep Cimahi Techno Park. Kunjungan juga memberi nilai tambah, salah satunya adalah adanya rencana kerja sama Pemerintah Kota Cimahi dengan Walt Disney Indonesia dan juga berbagai stakeholders yang tertarik untuk melaksanakan Pool of Talent digital kreatif bisnis di Cimahi Techno Park.
Inovasi ini telah menghasilkan efisiensi belanja kegiatan bagi Pemerintah Kota Cimahi karena kegiatan yang terlaksana tidak hanya bersumber dari APBD Kota Cimahi. Jika dihitung valuasi kegiatan yang telah dilaksanakan oleh stakeholder dapat menyentuh nilai Rp. 40 M lebih efisiensi yang tidak lagi bergantung pada APBD Kota Cimahi.
TAHU PANAS (Tak Takut Kehujanan – Tak Takut Kepanasan) : Kegiatan Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni
Jenis Instansi: Kota
Instansi: Pemerintah Kota Surabaya
UPP: Dinas Sosial
Wilayah: Jawa Timur
Penghargaan: 15 FIN/2020
Tahun: 2020
Kategori SDG’s: Tanpa Kemiskinan
Tag: partisipasi masyarakat, penyerapan tenaga kerja, perbaikan rumah
Rumah yang tidak layak tentu membahayakan penghuni. Rumah dengan sirkulasi udara yang tidak baik, akan membuat suasana pengap, panas, dan dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Selain itu, bisa saja sewaktu-waktu rumah yang ditinggali ambruk. Selain itu, keberadaan rumah tidak layak huni mengakibatkan kondisi kawasan dan lingkungan menjadi kumuh. Sebagian besar rumah tidak layak huni cenderung memiliki kualitas sanitasi yang rendah sehingga berdampak pada kesehatan para penghuni.
Upaya memenuhi kebutuhan rumah layak huni menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kota Surabaya. Salah satunya diwujudkan melalui penerapan Inovasi “Tahu Panas”. Inovas ini merupakan program pembangunan yang kreatif dan inovatif karena berdasarkan partisipasi masyarakat (community based development). Masyarakat dilibatkan melalui UPKM setempat, sebagai pihak yang menerima swakelola dari Pemerintah Kota Surabaya. Jadi, di dalamnya, terjadi optimalisasi melalui peningkatan rasa kebersamaan dan persaudaraan. Tenaga kerja yang dimanfaatkan pun berasal dari warga setempat. Demikian pula pengadaan bahan bangunan.
Kegiatan ini dirumuskan dan dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan bottom up, di mana pelaksanaan kegiatan di lapangan dilakukan atas inisiatif dan aspirasi dari masyarakat, mulai dari perencanaan, pelaksanaan sampai dengan pengawasan pembangunan. Masyarakat memiliki peran yang sangat besar dan dituntut untuk terlibat secara aktif dalam pelaksanaan kegiatan ini. Meskipun demikian, Pemerintah Kota Surabaya turut melakukan monitoring dan evaluasi lapangan.
Inovasi TAHU PANAS yang telah dilaksanakan bertahun-tahun. Hasilnya cukup banyak. Tidak hanya perbaikan fisik lingkungan, sosial maupun ekonomi masyarakat di lingkungan perkampungan. Dalam jangka panjang, inovasi ini dapat memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Banyak nilai tambah dan manfaat aspek kesehatan masyarakat. Secara tidak langsung ini ikut menurunkan angka ISPA setiap tahunnya dan menaikkan angka keberhasilan pengobatan kasus TB di Kota Surabaya.
Dengan adanya TAHU PANAS, kualitas hidup masyarakat miskin yang awalnya tinggal di rumah kumuh, jadi terangkat. Persoalan sanitasi dan sirkulasi udara yang seharusnya memenuhi standar kesehatan pun dapat ditangani dengan lebih optimal.
