Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
SIP BANGET (Sistem Informasi Pariwisata pengemBANGan Ekonomi kreaTif)
Jenis Instansi: Kota
Instansi: Pemerintah Kota Batu
UPP: Bidang Pemasaran Dinas Pariwisata Kota Batu
Wilayah: Jawa Timur
Penghargaan: Top 45/2022
Tahun: 2022
Kategori SDG’s: Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi
Tag: KOTA BERJAYA\\\\\\\\\\\\\\\”” maka Pemkot Batu melalui Dinas Pariwisata melakukan inovasi SIP BANGET yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat desa melalui pengembangan UMKM dan Industri Ekraf berdasarkan potensi wisata di desanya sehingga menjadi Desa Wisata yang berkembang
Kota Batu dengan luas 199.09 Km2 terdiri dari 3 Kecamatan, 19 Desa dan 5 Kelurahan. Memiliki Panorama Pegunungan Indah di ketinggian 700 – 2.000 MDPL. Potensi alam,seni,dan budaya yang berada di masing-masing desa memiliki ciri khas yang unik untuk terus dieksplorasi, sehingga muncul potensi atraksi yang bisa menjadi daya tarik bagi wisatawan.Namun Desa Wisata di Kota Batu masih banyak masuk dalam kategori potensi, karena kurangnya kesadaran dan respon yang sangat minim dari masyarakat terhadap Potensi Desa, maka perlu adanya pendampingan terhadap masyarakat agar terwujudnya Desa Wisatayang berkembang sekaligus menjadikan Desa Wisata yang maju dan mandiri. Berdasar Visi dan Misi Walikota Batu \\\\\\\\\\\\\\\”DESA BERDAYA
maju dan mandiri dengan dukungan Dinas Pariwisata
Pelaksanaan Sistem Pemantauan Kesehatan Bayi Baru Lahir Berbasis Keluarga (Si Peka Bu Siska) di Kabupaten Lombok Barat
Jenis Instansi: Kabupaten
Instansi: Pemerintah Kabupaten Lombok Barat
UPP: Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat
Wilayah: Nusa Tenggara Barat
Penghargaan: Top 99/2022
Tahun: 2022
Kategori SDG’s: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Tag: Pelayanan Publik yang inklusif dan berkeadilan
Sistem Pemantauan Kesehatan Bayi Baru Lahir Berbasis Keluarga (Si Peka Bu Siska) merupakan sistem yang memungkinkan ibu/keluarga melakukan pemantauan kesehatan bayi baru lahir (neonatal) secara mandiri di rumah dari umur 1 hari sampai 30 hari pertama kehidupan dengan menggunakan format sederhana yang telah didisain. Dengan format ini ibu/keluarga dapat menemukan tanda-tanda dini bayi bermasalah kesehatan (14 masalah yang sering diderita bayi). Bila ditemukan 1 saja tanda bayi bermasalah kesehatan, keluarga dapat menghubungi petugas kesehatan atau kader untuk membantu menghubungi petugas kesehatan terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan secara adekuat, mengikuti alur rujukan yang berlaku. Sistem ini dikembangkan sejak tahun 2019.Sistem ini dapat mencegah terjadinya keterlambatan identifikasi masalah kesehatan dan menghindari keterlambatan penanganan komplikasi pada bayi baru lahir sehingga dapat terhindar dari risiko kematian. Kematian neonatal berkontribusi pada _ kematian bayi.Inovasi ini sangat relevan dengan upaya peningkatan akses dan mutu pelayanan kesehatan, khususnya pada bayi baru lahir. Selama ini sering terjadi keterlambatan penanganan komplikasi neonatal akibat keterlambatan identifikasi masalah sejak tingkat keluarga sehingga bayi sampai di fasilitas kesehatan dalam kondisi buruk dan berakhir dengan kematian. Sistem iterbukti cukup efektif menurunkan kasus kematian neonatal dan bayi serta menurunkan prevalensi stunting secara signifikans di Kabupaten Lombok Barat.
