Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
Kampung KB Kampung Baiman
Jenis Instansi: KOTA
Instansi: Pemerintah Kota Banjarmasin
UPP: Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Masyarakat
Wilayah: Kalimantan Selatan
Penghargaan: TOP 45/2020
Tahun: 2020
Kategori SDG’s: Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh
Tag: Adminduk, partisipasi masyarakat, jemput bola
Kampung KB digagas pada akhir 2015 dan perencanaannya dirumuskan dalam peta jalan sampai dengan 201Target tahun 2016 pencanangan di setiap kabupaten kota. Namun pada pertengahan 2018, target 2019 di revisi untuk refocusing program kepada peningkatan kualitas kampung KB dengan menjadikan 514 Kampung KB di setiap kabupaten dan kota di Indonesia menjadi Kampung KB Percontohan.
Inovasi Kampung KB, Kampung Baiman di Kota Banjarmasin sudah dilaksanakan sejak 2016 lalu. Kegiatan pencanangan Kampung KB yang disanding dengan program Banjarmasin Barasih wan Nyaman (Baiman) dimaksudkan, agar tidak hanya memperhatikan masalah KB semata, tetapi juga menyangkut masalah tertib administrasi kependudukan, sarana prasarana kampung secara fisik maupun nonfisik. Bila awalnya hanya terdapat beberapa SKPD yang terlibat dalam program tersebut, kini sekira 15 SKPD sudah bergabung dan siap menjadikan Kampung KB, Kampung Baiman di kota ini sebagai kampung percontohan.
Dari 52 kelurahan yang ada di Kota Banjarmasin, saat ini beberapa kelurahan telah tercatat menjadi Kampung KB, Kampung Baiman di antaranya, Kelurahan Sungai Andai, Kelurahan Teluk Dalam, Kelurahan Tanjung Pagar, Kelurahan Karang Mekar, Kelurahan Sungai Jingah, Kelurahan Pelambuan, Kelurahan Basirih, Kuripan, Kelurahan Alalak Selatan, Kelurahan Basirih Selatan, Kelurahan Gadang, Kelurahan Kelayan Luar, Kelurahan Kelayan Selatan, Kelurahan Belitung Selatan, Kelurahan Pengambangan, Kelurahan Alalak Tengah, Kelurahan Telawang, Kelurahan Sungai Bilu dan Kelurahan Sungai Baru.
Kampung KB, Kampung Baiman ini merupakan program dengan berfokus pada upaya Penguatan Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Program Bangga Kencana). Program ini dibuat untuk masyarakat dalam memberdayakan dan memberikan kemudahan kepada masyarakat, dalam memperoleh layanan total program KB, dan pelayanan masyarakat lainnya, sebagai upaya mewujudkan keluarga yang berkualitas dan sejahtera.
Diharapkan, dengan basis pembangunan keluarga tersebut bisa menjadi motor pembangunan di Kota Banjarmasin ini. Sehingga dengan membangun keluarga yang kuat, lingkungan yang kuat, masyarakat yang kuat, dapat menjadikan Kota Banjarmasin yang kuat dan nyaman pembangunannya.
Inovasi Kampung Baiman ini sangat berperan penting dalam mengatasi kekurangan yang terjadi dalam proses pembangunan selama ini. Mewujudkan suatu kota yang barasih wan nyaman sesuai Visi dari Pimpinan Daerah akan sulit diwujudkan apabila tidak dimulai dari hal yang kecil dan tidak terfokusnya kegiatan yang dilaksanakan oleh SKPD yang ada di pemerintahan. Kampung Baiman sebagai solusi mewujudkan nya dari hal yang kecil dalam pelaksanaan pembangunan. ini akan sangat dirasakan oleh masayarakat yang masuk kriteria wilayahnya yang kumuh di perkotaan, tingkat pengetahuan yang rendah, tingkat perekonomian yang rendah. Terwujudnya kampung baiman ini diharapkan akan menjadi contoh bagi kampung yang lainnya sehingga akan menjadikan suatu wilayah yang dampaknya pada mewujudkan kota menjadi Kota yang baiman “barasih wan nyaman”
Inovasi Kampung Baiman ini berhasil berkat adanya komitmen yang kuat dari pimpinan daerah untuk mencapai Visi mewujudkan masyarakat yang baiman (barasih wan nyaman). Peran SKPD terkait, partisipasi CSR dan keaktifan masyarakat selaku pemangku kepentingan sangat besar peranya dalam keberhasilan inovasi ini.
KELINK EMAS (Konsultasi Kesehatan Terlink Internet Masyarakat)
Jenis Instansi: KABUPATEN
Instansi: Pemerintah Kabupaten Nganjuk
UPP: Puskesmas Sukomoro
Wilayah: Jawa Timur
Penghargaan: TOP 99/2020
Tahun: 2020
Kategori SDG’s: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Tag: konsultasi, kesehatan, gadget
Puskesmas Sukomoro termasuk salah satu Puskesmas di Kabupaten Nganjuk yang harus melayani penduduk sebanyak 44.179 jiwa dengan berbagai macam permasalahan kesehatan. Data survei kepuasan masyarakat dan kotak saran menunjukkan masyarakat membutuhkan waktu yang lebih banyak untuk berkonsultasi soal kesehatan. Layanan ini sangat penting untuk memberikan edukasi dan informasi yang benar kepada masyarakat. Salah satu contoh kasus, ketika muncul isu Chikungunya yang membuat resah masyarakat Kelurahan Kapas. Setelah dilakukan tes laborat ternyata isu tersebut tidak benar. Dari kasus tersebut menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan edukasi tentang berbagai masalah kesehatan. Namun di sisi lain jumlah tenaga kesehatan di Puskesmas Sukomoro terbatas. Menjawab permasalahan tersebut Puskesmas Sukomoro meluncurkan inovasi Konsultasi Kesehatan Terlink Internet Masyarakat (Kelink Emas).
Kelink Emas merupakan inovasi replikasi dari Top 99 Inovasi periode KIPP tahun 2018 yang berjudul Eksistensi (Pelayanan Kesehatan Gratis terintegrasi) Call Centre 112 Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Pare–Pare. Dibandingkan dengan inovasi yang di replikasi, Kelink Emas memiliki beberapa keunggulan, yaitu meliputi semua disiplin ilmu kesehatan dan langsung terhubung dengan Whatsapp masing-masing petugas penanggung jawab.
Kelink Emas mempunyai sisi inovatif yaitu turut serta menyukseskan program pemerintah untuk menuju Puskesmas Promotif dan Preventif bukan hanya Kuratif dan rehabilitatif sebagaimana image masyarakat pada umumnya.
Inovasi Kelink Emas merupakan aplikasi konsultasi kesehatan yang terhubung dengan Internet sehingga bisa menjangkau seluruh lapisan Masyarakat Indonesia pada Umumnya dan Masyarakat Sukomoro pada khususnya.
Untuk menggunakan inovasi ini masyarakat cukup mengakses Kelink Emas pada gadget dengan alamat www.puskesmassukomoronganjuk.com. masyarakat akan langsung terhubung dengan Puskesmas Sukomoro. Banyak menu pilihan untuk berkonsultasi cukup mengklik “Chat Me” pada konselor yang dituju, sehingga sangat mudah penggunaannya. Tujuan inovasi ini untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan baik individu, keluarga, dan masyarakat. Permasalahan kesimpangsiuran informasi tentang kesehatan pun dapat ditekan. Baik isu tentang Chikungunya, difteri, HIV. Dimasa pandemi Covid 19 ini Kelink Emas sangat membantu untuk mengedukasi masyarakat tentang upaya-upaya yang harus dilakukan untuk menekan penyebaran Covid 19 dan tetap melaksanakan protokol kesehatan.
Sebelum inovasi banyak rumor dan isu – isu kesehatan yang simpang siur. Sesudah inovasi terjalin komunikasi dengan masyarakat luas untuk menjelaskan permasalahan kesehatan. Data survei menunjukan tingkat kepuasan masyarakat meningkat. Untuk keberlangsungan inovasi ini pemeliharaan web sudah dianggarkan dalam JKN Puskesmas setiap tahunnya.
Pada era digital, Kelink Emas sangat memungkinkan untuk dilakukan replikasi di berbagai wilayah seluruh Indonesia. Apalagi dalam kondisi pandemi covid-19 perlu mengedukasi masyarakat untuk menerapkan protokol kesehatan dengan teknologi informasi.
