Direktori Inovasi
Ketik kata kunci untuk mencari inovasi yang sesuai
Inovasi Gandeng Gendong
Jenis Instansi: KOTA
Instansi: Pemerintah Kota Yogyakarta
UPP: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah
Wilayah: DI Yogyakarta
Penghargaan: TOP 45/2020
Tahun: 2020
Kategori SDG’s: Tanpa Kemiskinan
Tag: partisipasi masyarakat, pengentasan kemiskinan, kerjasama
I novasi Gandeng Gendong merupakan gerakan bersama yang melibatkan seluruh elemen pembangunan dalam rangka pemberdayaan, dan peningkatan ekonomi masyarakat. Inovasi yang diluncurkan pada 10 April 2018 ini merupakan respons Pemerintah Kota Yogyakarta untuk mengakselerasi penanganan kemiskinan, ketimpangan pendapatan dan beragam permasalahan perkotaan lainnya dengan penekanan pada pemberdayaan masyarakat. Selain itu, juga merupakan implementasi smart city pada dimensi smart society yang mengoptimalkan pemanfaatan potensi kearifan lokal.
Sebagai jaminan kepastian hukum dan keberlanjutannya, inovasi ini diperkuat dengan Peraturan Walikota Nomor 23 Tahun 2018 tentang Program Gandeng Gendong Kota Yogyakarta. Pelaksanaan inovasi ini melibatkan 5 komponen yang saling bersinergi yaitu kampung, kampus, komunitas, korporat, dan Pemerintah Kota Yogyakarta. Inovasi Gandeng-Gendong selaras dengan RPJMD Provinsi DIY dan RPJMD Kota Yogyakarta. Keberlanjutan inovasi didukung dengan penguatan 5 komponen stakeholders melalui pembentukan Forum TLSP, Forum LPPM, dan Forum Gandeng Gendong.
Secara bertahap Inovasi Gandeng Gendong mampu menyelesaikan tidak hanya masalah pada satu sektor, kedepan dapat dikembangkan untuk menyelesaikan permasalahan pada sektor lainnya untuk direplikasi. Pada tahap awal, angka kemiskinan di Kota Yogyakarta mengalami penurunan dari 8,75 menjadi 6,98 dari tahun 2015 sampai 2018, namun masih menyisakan 6 kecamatan dengan pendapatan per kapita lebih rendah dibandingkan kecamatan lainnya.
Pola kemitraan pentahelix tersebut berhasil menjadi solusi, dibuktikan dengan menurunnya angka kemiskinan dari 6,89 di 2018 menjadi 6,84 pada 201Meningkatnya pendapatan kelompok UMK kuliner dari Rp.8 juta menjadi Rp.50 juta per bulan bahkan ada yang sudah mencapai Rp.100 juta. Inovasi ini terbukti memangkas angka kesenjangan pendapatan melalui kolaborasi korporasi dengan UMK kuliner. Tercatat pada 2019 terdapat 72 kelompok UMK kuliner melakukan transaksi melalui jamuan makan dan minum Pemerintah Kota Yogyakarta dengan total transaksi senilai Rp15.940.712.613, belum termasuk transaksi dari luar Pemkot.
Pada 2020 jumlah kelompok UMK naik menjadi 208 dengan transaksi pada Januari-Februari mencapai Rp.2.028.026.850. Selain itu, di tahun 2019 terdapat 9 dari 72 kelompok UMK Kuliner Gandeng Gendong yang memberikan upah kepada anggota kelompoknya di atas UMR. Setiap kelompok UMK diwajibkan memiliki anggota warga tidak mampu pemegang Kartu Menuju Sejahtera (KMS) agar dampak inovasi lebih mudah dilihat dan dievaluasi.
Pelaku industri kreatif sub sektor kriya juga disentuh dengan dibuatkannya Aplikasi Dodolan untuk memasarkan produk secara online. Dalam bidang industri kreatif, juga menggandeng kampus untuk pendampingan mengenai digitalisasi promosi pemasaran produk kreatif. Gandeng Gendong menginspirasi warga menghadapi Covid-19 dengan Gerakan Nglarisi, Ngluwihi, dan Mbagehi yaitu gerakan membeli di warung tetangga dengan jumlah lebih banyak untuk dibagikan kepada warga yang membutuhkan.
GAYATRI
Jenis Instansi: KOTA
Instansi: Pemerintah Kota Mojokerto
UPP: Dinas Kelautan dan Perikanan
Wilayah: Jawa Timur
Penghargaan: TOP 99/2020
Tahun: 2020
Kategori SDG’s: Kehidupan Sehat dan Sejahtera
Tag: aplikasi, partisipasi masyarakat, database, kesehatan
Kota Mojokerto memiliki luas wilayah 20,2 Km2 terdiri atas 3 kecamatan dan 18 kelurahan, kepadatan penduduk 6,9 jiwa per meter persegi dengan 1625 Kader Motivator Kesehatan dimana 1 orang Kader memantau 20 s.d 30 rumah.Permendagri Nomor 100 tahun 2018 tentang SPM bidang Kesehatan mengamanahkan pencapaian 100% oleh Kabupaten/ Kota. Sementara capaian SPM dan PIS-PK masih rendah karena data sasaran yang tidak valid.
Menyikapi persoalan ini, Walikota Mojokerto memberdayakan 1.625 Kader Motivator Kesehatan untuk mendata bantuan pemerintah yang telah diberikan kepada setiap rumah berbasis KK dan NIK, Indikator SPM dan PIS-PK diolah dan dipetakan oleh Tim Teknis IT Dinas Kesehatan menjadi fitur aplikasi Satu Data Kesehatan terpadu dan terintegrasi menjadi inovasi Gayatri yang mudah diakses masyarakat.
Gayatri adalah Inovasi pelayanan publik bidang kesehatan yang terpadu, terintegrasi, menjadi Satu Data Kesehatan dalam fitur yang mudah diakses oleh masyarakat khususnya untuk pencapaian target indikator SPM seperti yang diamanatkan dalam Permendagri No 100 Tahun 2018 melalui Target Indikator PIS-PK.
Aplikasi Gayatri merupakan wadah keterlibatan masyarakat bukan sebagai objek melainkan terlibat dalam pengambilan kebijakan pemerintah, dengan meningkatkan kepedulian masyarakat untuk Pemantauan Kesehatan Perseorangan, Kesehatan Keluarga melalui Family Folder, Pengaduan Masyarakat, Pemantauan Kesehatan Lingkungan, Pengawasan Pelayanan Kesehatan sehingga ikut bertanggung jawab untuk menjadi masyarakat yang mandiri dan bermartabat melalui manfaat teknologi informasi dan diharapkan berdampak pada peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas, transparan, akuntabel dan profesional.
Dinas Kesehatan telah menyusun SOP, pengorganisasian, sosialisasi, operasional Gayatri dan disajikan dalam dashboard Walikota serta diluncurkan dalam Rapat koordinasi OPD serta Konferensi Pers tentang Aplikasi Gayatri.
Sebelum penerapan aplikasi Gayatri, masing masing program dikerjakan secara manual tidak efektif memakan waktu dan tenaga saat dibutuhkan untuk analisa dan evaluasi data karena tidak terintegrasi. Dengan terintegrasi dalam aplikasi Gayatri sangat membantu pengelolaan manajemen bidang kesehatan, integrasi memudahkan evaluasi, analisis, intervensi, real-time dan tepat sasaran, secara manajemen data analisa dan evaluasi dapat ditindak lanjuti sebagai data perencanaan dan penganggaran sehingga pembangunan bidang kesehatan lebih efektif dan efisien.
Setahun penerapan aplikasi Gayatri terbukti berkontribusi secara signifikan dalam pencapaian target SPM dan PIS-PK sesuai dengan tujuan inovasi. Di era pandemi Covid-19, Gayatri sangat penting untuk memantau kesehatan dan menghindari kontak langsung sehingga efektif memutus rantai penularan Covid-19 karena pemantauannya dilakukan melalui aplikasi. Dengan Geotagging memudahkan tracing, tracking, finding dan pemantauan Tim Posko Covid-19 Kelurahan sampai tingkat RT/RW karena posisi rumah ada dalam Geotagging.
Aplikasi Gayatri merupakan original inovasi Dinas Kesehatan Kota Mojokerto oleh Tenaga Teknis IT yang berlatar belakang pendidikan bidang kesehatan, belum pernah ditemukan di daerah lain di Indonesia, dan akan dikembangkan fitur-fitur aplikasinya untuk mempercepat pembangunan bidang kesehatan guna mencapai Sumber Daya Manusia yang berkualitas, mudah direplikasikan sesuai dengan kebutuhan daerah.
